MIN 1 Pontianak dan SMPN 17 Pontianak Juara
PONTIANAK - Pontianak Post kembali menggelar kompetisi drum band untuk para pelajar setelah dua tahun terkendala pandemi Covid-19. Kali ini, sejumlah tim drum band beraksi dalam lomba unjuk gelar atau drum band display yang dilaksanakan pada Sabtu (12/11) di lapangan Perbasi Pontianak. Kegiatan dibuka Direktur Utama Pontianak Post, Salman Busrah. Event ini juga didukung PTPN XIII, Harris Hotel Pontianak, Kalbar Berkebun, dan Salad Kite.
Direktur Utama Pontianak Post Salman Busrah mengatakan setelah tertunda dua tahun karena pandemi Covid-19, ia bersyukur tahun ini lomba unjuk gelar dapat kembali dilaksanakan. Ia berharap kegiatan ini bisa meningkatkan semangat dan kreativitas drum band di Pontianak, khususnya kalangan pelajar.
Dalam lomba ini, untuk tingkat SD dimenangkan MIN 1 Pontianak. Posisi kedua SDN 34 Pontianak Kota Tim A, dan posisi ketiga SDN 08 Pontianak Barat A. Best field commander diraih SDN 08 Pontianak Barat A, Best Mayoret SDN 08 Pontianak Barat B,
Colour Guard SDN 34 Pontianak B, Best Costum MIN 1 Pontianak, dan Suporter SDN 34 Pontianak Kota.
Untuk Tingkat SMP dimenangkan SMPN 17 Pontianak. Posisi kedua SMPN 19 Pontianak, dan posisi ketiga SMPN 02 Pontianak. Best Field Commander SMPN 17 Pontianak, Best Mayoret SMPN 02 Pontianak, Colour Guard SMPN 17 Pontianak, Best Costum SMPN 19 Pontianak, dan Suporter SMPN 17 Pontianak Kota.
Rudi Agus Haryanto, Ketua Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) Pontianak mengapresiasi kegiatan yang digelar Pontianak Post ini.
"Saya senang dan berterima kasih karena Pontianak Post bisa terus merawat dan menyelenggarakan event drum band display meskipun sempat terhenti di masa pandemi," ujarnya.
PDBI Kota Pontianak, kata dia, sangat berterima kasih karena ada lembaga yang bisa dan terus menyosialisasikan drum band di kalangan pelajar.
"Dalam Drum Band PDBI, banyak nomor lomba yang dipertandingkan. Namun display atau unjuk gelar adalah nomor yang paling menjadi favorit. Nomor ini populer di kalangan pelajar SD, SMP dan SMA," ulasnya.
Acara ini, kata dia, sangat membantu PDBI Kota Pontianak untuk menjaring bibit pemain drum band untuk dijadikan atlet drum band di bawah naungan PDBI
"Kalau sebatas untuk jenis display atau unjuk gelar tingkat pelajar ini memang perlu ditingkatkan dalam kreativitas dan koreografinya. Ini juga terkait kreativitas pelatih. Para pelatih juga mulailah mempelajari jenis-jenis dan nomor-nomor lomba lainnya dalam drum band di bawah PDBI. Jadi bukan hanya jenis display," katanya.
Kualitas alat juga dinilai perlu ditingkatkan. "Tapi kita juga harus paham keterbatasan anggaran yang dimiliki tiap unit drum band. Untuk mencapai alat yang standar tanding, cukup mahal. Apalagi ini jenis cabang olah raga beregu," katanya.
Tangis haru tim drum band SMP Negeri 17 Pontianak pecah saat pengumuman juara lomba unjuk gelar atau drum band display. Setelah berdiri sekitar setahun, ini merupakan kali kedua SMP Negeri 17 menyabet juara. Sang Pelatih,
Joko Pamungkas bersyukur latihan yang dilakukan selama lebih kurang tiga minggu membuahkan hasil. Usaha dan kerja keras 51 pemain, kata dia, sangat luar biasa.
"Kami tadi mengusung konsep nasional dengan menyajikan lagu-lagu nasional," jelasnya.
Saat ikut lomba unjuk gelar ini, kata dia, salah satu tantangannya adalah menentukan konsep. Apalagi SMP N 17 Pontianak cukup aktif mengikuti kegiatan serupa. "Karena kan kalau mengubah konsep tidak bisa sebulan dua bulan," tuturnya.
Joko mengatakan, keberhasilan timnya tak lepas dari dukungan para orang tua dan sekolah. Dia berharap drum band di Pontianak terus berkembang.
Nadira Widad Wulandari, Pelatih drum band MIN 1 Pontianak yang baru terbentuk tiga bulan ini juga mampu menorehkan prestasi keduanya. Sebanyak 40 pemain ini rutin latihan selama dua minggu. Dukungan orang tua juga dirasakan sangat luar biasa. Mulai dari moral, hingga kostum dan antar jemput. Konsep yang diusung pihaknya adalah Kalbar dan Spanyol. Menurut Nadira, konsep ini untuk menyajikan sesuatu yang berbeda. "Maka ada tarian spanyolnya biar agak berbeda dari yang lain," ungkapnya.
Nadira juga mengapresiasi timnya yang gigih berlatih. "Dari yang tak pandai pegang alat, sampai ikut lomba dan menang. Alhamdulillah," pungkasnya. (mrd) Editor : Misbahul Munir S