Sebut Gubernur yang Bangun Universitas OSO
PONTIANAK - Ketua Pembina Yayasan Pendidikan OSO Oesman Sapta Odang mengenang sejarah masa mudanya bersama Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji. Ia mengatakan sudah mengenal Sutarmidji sejak muda, ketika sama-sama bekerja di kawasan pelabuhan Kota Pontianak. Hal itu disampaikan tokoh nasional asal Kalbar itu saat menghadiri silaturahmi, dan buka puasa bersama sivitas akademika Universitas OSO di Grand Mahkota Hotel, Sabtu (15/4).
“Yang saya banggakan adik saya Gubernur Kalbar Sutarmidji, saya sekali lagi mau mengungkapkan sejarah, kami ini memang berteman dari lama sekali. Dari dia (Sutarmidji) tukang jual koran di depan pelabuhan, saya menjadi kuli pelabuhan di depan pelabuhan,” ungkap OSO, sapaan karibnya saat memberikan sambutan.
Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) itu melanjutkan, karena sama-sama berasal dari bawah, persahabatannya dengan Gubernur Sutarmidji tak akan pernah dilupakan. Dan persahabatan itu menurutnya sudah di atas segala-galanya. “Amin, mudah-mudahan (acara) kita berkah hari ini,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu, OSO juga menyambut baik kehadiran seluruh anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalbar yang begitu lengkap. Semua dihadiri oleh pucuk pimpinan tertinggi dari instansi masing-masing. Termasuk juga para bupati, dan wali kota, serta tokoh agama, dan tokoh masyarakat Kalbar.
“Hari ini saya senang sekali, bahwa kita masih seperti dulu, keakraban kita luar biasa. Keakraban kita membangun suatu komunikasi yang indah sekali, itu yang bikin negara kita aman. Aman karena komunikasinya baik,” ujarnya.
Silaturahmi serta buka puasa bersama menurutnya merupakan agenda rutin yang selalu ia laksanakan setiap tahun di kampung halaman Kalbar. Apalagi saat ini Oso merasa dirinya sudah lebih sehat. Karena sudah dua kali ia pulang ke Kota Pontianak usai menjalani transplantasi ginjal. “Alhamdulillah semakin sering ke sini (Kalbar), semakin sehat. Ini memang setiap tahun saya laksanakan demi pulang kampung. Tujuannya niat baik, ingin silaturahmi, dan melaksanakan tugas agama puasa Ramadan, dan dalam bulan Ramadan wajib kita salat berjemaah, serta buka puasa bersama,” ungkapnya.
Terkait Universitas OSO, ia menjelaskan perguruan tinggi itu baru berjalan sekitar tiga tahun. Dimulai bersamaan dengan awal terjadinya pandemi Covid-19. Jadi, diakuinya saat itu banyak sekali masalah, dan gangguan yang harus dihadapi.
OSO juga menegaskan bahwa sebetulnya universitas itu bukan dirinya yang membangun melainkan Gubernur Sutarmidji. “Karena Gubernur Kalbar yang memaksa saya. Jadi, jangan dibolak-balik, nanti tahu-tahu saya pula yang dapat nama, padahal yang bikin dia (Sutarmidji), bukan saya. Jadi saya tidak mau cari nama yang bukan dari hak saya,” terangnya.
Sementara itu, dalam sambutannya Gubernur Sutarmidji memberikan apresiasi atas kepedulian dan perhatian tokoh nasional Oesman Sapta Odang kepada masyarakat Kalbar. Dirinya bahkan menyebut mantan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI periode 2017-2019 itu sebagai sosok yang tidak pernah melupakan daerah asalnya. “Beliau tokoh nasional yang tidak lupa dengan Kalbar, kita bersyukur punya tokoh seperti Bapak OSO,” katanya.
Midji-sapaan karibnya mengatakan ada beberapa hal besar yang telah didedikasikan Oso bagi masyarakat Kalbar. Salah satunya Masjid Raya Mujahidin yang kini telah berdiri tegak. Selain itu ada Universitas OSO, yang dinilai sangat dibutuhkan Kalbar, dalam rangka peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Karena seperti diketahui, nilai IPM Kalbar saat ini masih berada di bawah angka nasional. Jadi, keberadaan Universitas OSO dianggap akan berpengaruh dalam peningkatan IPM tersebut. “Saya berterima kasih kepada Bapak OSO yang telah mendirikan Universitas OSO,” ucapnya.
Midji mengungkapkan saat ini Kalbar masih sangat membutuhkan sosok OSO, terutama untuk mencapai sukses dalam pembangunan di berbagai aspek. Motivasi dari tokoh nasional seperti OSO masih sangat diperlukan. Apalagi Kalbar dikenal dengan penduduknya yang sangat heterogen dan sosok OSO dikenal sebagai tokoh pemersatu dari keberagaman itu.
Midji menyampaikan kebanggaannya karena OSO cukup terkenal sebagai tokoh nasional yang bisa mempersatukan semua etnis dan agama, termasuk di Kalbar. “Mari kita doakan beliau supaya tetap sehat, Kalbar masih membutuhkan Pak OSO. Kita orang Kalbar masih butuh bimbingan beliau untuk menyukseskan pembangunan dalam berbagai sektor,” pungkasnya.
Dalam acara ini, selain Gubernur Sutarmidji, juga hadir Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Sulaiman Agusto, Kapolda Kalbar Irjen Pol Pipit Rismanto, Danlantamal XII Pontianak Laksma TNI Suharto, Sekretaris Daerah (Sekda) Kalbar Harisson, Dirut Bank Kalbar Rokidi, Rektor Universitas OSO Dede Suratman, serta para bupati, dan wali kota, dan sejumlah tokoh lainnya.
Gelaran buka puasa bersama tersebut juga spesial dihadiri oleh Imam Besar Masjid Istiqlal Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA. Kehadiran Wakil Menteri Agama RI periode 2011- 2014 itu sekaligus menyampaikan tausiah menjelang berbuka puasa.(bar)
Editor : Misbahul Munir S