PONTIANAK - Untuk mengatasi genangan yang terjadi, Sekolah Dasar Negeri 39 Sungai Raya melakukan pemasangan biopori. Selain sebagai tempat untuk resapan air, biopori juga dimanfaatkan untuk pembuatan pupuk kompos melalui sampah organik.
Beberapa titik area di Sekolah Dasar 39 Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya, ketika hujan turun dengan intensitas tinggi, mengakibatkan terjadinya genangan. Alasan tersebut diambil teman-teman Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Program Studi Pendidikan Geografi IKIP PGRI Pontianak, untuk membuat biopori.
Kepala Sekolah SD Negeri 39 Sungai Raya, Supadi menuturkan dengan adanya kegiatan PKM pemasangan biopori ini, turut mendukung program sekolah yang sudah ada dan masih dalam proses pelaksanaan, yaitu sekolah akan membuat program berkebun, sebagai aplikasi kurikulum yang sedang dilaksanakan oleh sekolah dalam Program P5. “Dengan adanya biopori ini siswa-siswi dan para dewan guru nantinya dapat memanfaatkan pupuk kompos yang dihasilkan dari sampah lubang biopori tersebut,” ujarnya belum lama ini.
Lebih dalam ia melanjutkan, terdapat tujuh lubang biopori dipasang. Tujuan pemasangan biopori sebagai upaya sekolah menerapkan sikap peduli lingkungan agar tidak terjadi banjir ketika hujan dengan curah yang tinggi. Adanya biopori bisa menjadi sumber resapan. Keberadaan biopori ini juga bisa menjadi tempat sampah organik.
Ketua Tim PKM, Eviliyanto, dari Program Studi Pendidikan Geografi IKIP PGRI Pontianak menyebut biopori merupakan lubang silindris yang dibuat secara vertikal ke dalam tanah. Lubang biopori berfungsi sebagai lubang resapan dan dibuat dengan tujuan untuk mengatasi genangan air dan dimanfaatkan juga untuk pembuatan pupuk kompos melaui sampah organik yang dimasukan ke dalam biopori.
Dian Equanti salah satu anggota Tim PKM juga menjelaskan cara kerja biopori dengan meningkatkan daya resap tanah. Biopori dibuat dengan melubangi tanah dan menimbunnya dengan menggunakan sampah organik.
"Penggunaan sampah organik bertujuan untuk menghasilkan kompos. Selain itu, sampah organik yang digunakan untuk menimbun lubang biopori juga bermanfaat untuk menghidupi fauna tanah," jelasnya.
Dalam sosialisainya saat di ruangan dia mengajak seluruh dewan guru, siswa-siswi untuk memanfaatkan lubang resapan biopori ini sebagai tempat pupuk kompos dan sebagai wilayah resapan air ketika curah hujan tinggi.
"Kami mengajak warga untuk memulai membuat biopori agar air dapat meresap ke tanah," ajaknya.(iza)
Editor : A'an