PONTIANAK - Sebanyak 12 musisi petualang dari Indonesia, Malaysia, dan Amerika Serikat bergabung dalam sebuah residensi seni global yang dinamai OneBeat Borneo di Kota Pontianak. Hasil dari residensi OneBeat Borneo yang dilaksanakan pada 14-28 Agustus 2023 itu akan ditampilkan dalam pertunjukan akhir yang digelar di Port99, Kota Pontianak pada 26 Agustus 2023.
Direktur Artistik OneBeat Borneo yang juga alumni OneBeat, Nursalim Yadi Anugerah menjelaskan OneBeat Borneo fellows, yang mencakup gamelan, hip hop, eksperimental dan lainnya, akan bersatu melalui suara dan pertunjukan untuk menciptakan musik yang asli.
“OneBeat fellows melalui karyanya juga menyampaikan hal-hal penting tentang sejarah bersama Kalimantan (Borneo), pembangunan yang pesat dan tantangan lingkungan yang mendesak,” ungkapnya dalam keterangan tertulis.
Adapun tema yang diangkat OneBeat Borneo adalah, ‘Pararaung: Sonic Coexistence’. Fellows diundang untuk mengeksplorasi konsep adaptasi, koeksistensi dan interkoneksi, seperti yang terlihat di ekosistem Borneo yang beragam, melalui lensa sonik.
“Melalui dialog dan eksplorasi bersama, teman-teman ini akan merefleksikan isu-isu sosial dan lingkungan yang ada di Kalimantan (Borneo) saat bertukar cerita masyarakat setempat,” jelasnya.
Selama di Kalimantan Barat (Kalbar), mereka yang tergabung di dalam OneBeat menurutnya telah mengikuti lokakarya di Gardenia Resort, Kabupaten Kubu Raya. Serta mengunjungi Yayasan Arus Kualan dimana mereka bertemu dan bertukar cerita dengan musisi muda.
“Rully Shabara, seorang seniman kolaboratif, vokalis dan teknolog terkenal yang berbasis di Yogyakarta serta Ng Chor Guan, seorang komposer dari Malaysia juga bergabung untuk sesi lokakarya dan diskusi,” tambahnya.
Lebih lanjut disampaikan bahwa OneBeat Borneo akan melaksanakan pertunjukan akhir di Port99, Kota Pontianak pada 26 Agustus 2023 pukul 19.30 WIB, dan dipersembahkan bersama Djagad Karja, sebuah label rekaman dan komunitas seni lokal.
“Untuk informasi lebih lanjut tentang OneBeat Borneo dan mempelajari tentang OneBeat Borneo fellows, silakan kunjungi https://1beat.org/program/onebeat-borneo/,” terangnya.
Seperti diketahui, OneBeat Borneo adalah inisiatif diplomasi budaya dari Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta dan Biro Pendidikan dan Budaya yang dihasilkan oleh Bang on a Can melalui Found Sound Nation.
OneBeat adalah konstelasi program diplomasi musik dimulai pada tahun 2012 dan bekerja sama dengan lebih dari 480 musisi yang terlibat secara sosial dari 68 negara. Program OneBeat Abroad menghadirkan pengalaman transformasional OneBeat ke negara atau wilayah lain di dunia setiap tahunnya.
OneBeat Abroad sendiri mendukung program jaringan alumni yang berkembang dan berbagi etos kolaborasi kreatif sebagai percakapan masyarakat dengan audiens yang lebih luas.
Program OneBeat Abroad yang dimulai tahun 2016, telah menghadirkan inisiatif musik yang terlibat secara sosial ke OneBeat Istanbul, OneBeat Balkans, OneBeat Russia, OneBeat Colombia, OneBeat Lebanon, OneBeat Sahara, dan yang akan datang ada OneBeat Ghana.(bar/r)
Editor : A'an