"Saya telah berulang kali mengingatkan kepada pemerintah khususnya KLHK agar alokasi anggaran untuk pemadam harus ditingkatkan, namun sampai saat anggaran antisipasi untuk kebakaran sangat minim.
Dengan melihat kondisi saat ini, anggota dewan dari PKB meminta tanggap darurat dari pemerintah agar ada penanganan khusus baik melalui water bombing, pelibatan masyarakat, MPA, dan pemadam swasta Kalbar tentu dengan dukungan sarpras agar pemadam bisa bekerja lebih cepat dan keselamatan harus yang utama.
Seperti diketahui, sebagian wilayah Kalbar, saat ini sedang dilanda asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan. Bahkan beberapa pemerintah daerah sudah meniadakan pembelajaran di sekolah karena khawatir dampak pada anak-anak sekolah. Kebakaran lahan meluas di Kalbar diperparah dengan adanya kemarau berkepanjangan dan minimnya fasilitas bagi pemadam.
“Meski dalam keadaan terbatas kita patut berterima kasih kepada pemadam swasta dan pemda yang telah berjibaku memadamkan api,” tuturnya.
Dia menilai, antisipasi asap yang parah harus segera diatasi karena akan berdampak pada aktivitas masyarakat bahkan sampai ke jadwal penerbangan yang terganggu. Daniel meminta segera bergerak bersama masyarakat.
“Saya meminta agar dana darurat segera dianggarkan untuk penanganan kebakaran secepat-cepatnya.
Dia pun meminta, jika ada indikasi oknum perusahaan melakukan pembakaran di lahan konsesi harus ditindak dan mengganti rugi kerugian ekonomi masyarakat dan kerugian lingkungan. (sti/r). Editor : Misbahul Munir S