“Kalau di ojol lain, mitra driver dipotong 10-20 persen dari setiap tarif. Model bisnis kita berbeda. Kita memberikan kebebasan kepada ojol untuk memberlakukan tarif. Tetapi tetap ada batas bawah dan batas atas yang sudah diatur pemerintah. Konsumen bisa memilih driver sesuai preferensi harga atau model kendaraan yang diinginkan, gender dan lainnya,” papar dia. Saat ini, Anterin sudah ada di 40 kota di Indonesia. Di Pontianak, Anterin baru jasa masuk. Jumlah mitra drivernya ada 90-an orang. Kendati demikian fitur yang ditawarkan aplikasi ini masih sebatas ojol sepeda motor, mobil dan kurir. “Ke depan kita akan tambahkan layanan food dam lifetyle lainnya,” imbuhnya.
Ketua komunitas driver Anterin Pontianak, Erwin Desqi menyebut aplikasi ini memberikan cara yang berbeda untuk para pengemudi ojol. “Kita diberi kebebasan untuk menentukan tarif. Selain itu pendapatannya juga 100 persen masuk ke kita. Hanya sewa aplikasi saja. Ada juga promo, berupa potongan harga yang bisa dikumpulkan konsumen dan dipakai di kemudian hari,” ucap dia.
Kendati masih baru, kata dia, Anterin sudah memiliki komunitas driver. Menurut dia, komunitas ini penting untuk tempat berbagi informasi dan berdiskusi. “Anterin belum memiliki kantor perwakilan di Pontianak. Tetapi kita sudah ada base camp dari anggota komunitas driver Anterin. Dan kita hari ini menggelar gathering dan konvoi di jalanan Pontianak,” pungkas dia. (ars) Editor : Aristono Edi Kiswantoro