Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Harga Ayam di Pontianak Dekati HET

Siti • Selasa, 17 November 2020 | 16:19 WIB
SUMBANG INFLASI: BPS mencatat harga ayam mengalami kenaikan tertinggi di bulan Juni 2020. Kenaikan ini menjadi salah satu penyumbang inflasi. MUJADI/PONTIANAKPOST
SUMBANG INFLASI: BPS mencatat harga ayam mengalami kenaikan tertinggi di bulan Juni 2020. Kenaikan ini menjadi salah satu penyumbang inflasi. MUJADI/PONTIANAKPOST
PONTIANAK - Tren kenaikan harga daging ayam masih berlangsung pada November 2020. Naiknya harga komoditas pangan tersebut tidak terlepas dari berkurangnya pasokan akibat menurunnya produksi. Alhasil, harga ayam di Kalbar saat ini mendekati harga eceran tertinggi (HET).

“Hari ini (kemarin, red) harga ayam Rp34 ribu per kilogram," ungkap Hendi, Pedagang di Pasar Flamboyan Pontianak, Selasa (17/11).

Menurutnya, kenaikan pada hari itu cukup signifikan, lantaran pada hari sebelumnya, harga ayam masih berkisar Rp30 ribu per kilogram. Tren kenaikan harga ayam ini diakuinya sudah berlangsung sejak awal November 2020. Angkanya memang belum tembus Rp35 ribu per kilogram atau melebihi HET, tetapi kondisi ini berakibat pada merosotnya pembeli komoditas tersebut.

Kepala Dinas Pangan Peternakan dan Kesehatan Hewan Kalimantan Barat, Muhammad Munsif mengatakan, harga daging ayam sejak awal November cenderung naik di semua daerah regional Kalimantan. Apabila dibandingkan dengan bulan Agustus, September dan Oktober, kata dia, harga daging ayam hingga pertengahan November ini lebih tinggi.

“Kalau data hariannya sejak satu Agustus sampai dengan 16 November 2020 juga menunjukkan tren yang sama (naik),” ungkap dia, Selasa.

Sepanjang periode awal Agustus hingga akhir Oktober, tutur dia, meski tren harga terus meningkat bertahap namun harga masih di bawah HET. Namun, sejak awal November sampai dengan saat ini, harga ayam masih berfluktuasi dan terkadang lebih sedikit dari HET. Meski cenderung mengalami kenaikan harga, namun menurutnya, harga ayam di Kalimantan Barat tercatat paling rendah dibandingkan provinsi lainnya di Kalimantan.

“Posisi per 16 November, harga rata-rata Rp34.874 per kilogram, mendekati harga rata-rata nasional. Sementara di Kalsel sudah di Rp42.100 per kilogram,” tutur dia.

Munsif menilai, turunnya produksi DOC (Day Old Chicken) ayam broiler pada bulan September, menjadi penyebab naiknya harga ayam segar di pasar. Berdasarkan penelurusan yang dilakukan, pihaknya menemukan bahwa produksi DOC ayam broiler pada September 2020 tercatat mengalami penurunan yang cukup besar. Dia menyebut, penurunan DOC ayam tersebut diperkirakan sekitar 500 sampai 750 ribu ekor. Kondisi ini menurutnya diakibatkan oleh adanya satu perusahaan Breeding Farm yang berhenti beroperasi.

"Ini efeknya terasa satu bulan kemudian," tutur dia.

Adapun upaya yang dilakukan oleh pemerintah, lanjut dia, adalah dengan memberi ruang ke fresh breeding farm untuk memasukkan telur tetas dari luar Kalimantan Barat dalam jumlah yang terukur agar kapasitas mesin tetas terpasang yang perusahaan miliki dapat dioptimalkan. Perkembangan harga dikatakan dia akan diikuti intensif setiap hari.

"Bila trennya terus menguat, kami tentu akan membuka ruang pemasukan daging ayam ras beku dari luar kalbar oleh perusahaan pemilik cold storage dan telah memiliki NKV atau perizinan dengam pengawasan yang terukur. Opsi lainnya adalah memberi ruang masuknya ayam ras hidup dari luar Kalbar, sepanjang harga di daerah asalnya lebih murah," pungkas dia. (sti) Editor : Siti Sulbiyah
#ayam