PONTIANAK – Sebagai upaya meningkatkan pemahaman masyarakat terkait Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), BPJS Kesehatan Cabang Pontianak bersama anggota Komisi IX DPR RI Alifudin mengadakan kegiatan sosialisasi dan edukasi Program JKN kepada masyarakat di wilayah Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak pada Sabtu (9/9).
Sosialisasi yang dilakukan di aula Kantor Camat Pontianak Tenggara ini dihadiri ratusan masyarakat yang berasal dari berbagai kecamatan yang ada di Kota Pontianak. Dalam kegiatan ini Alifudin mengajak masyarakat Pontianak untuk memahami pentingnya memiliki Jaminan Kesehatan.
“Kita bersama telah mengetahui bahwa sejak adanya Program JKN masyarakat semakin mudah untuk mengakses layanan kesehatan dengan biaya yang terjangkau, jika dulunya masyarakat enggan berobat karena mahalnya biaya layanan kesehatan, kini masyarakat dapat berobat menggunakan Kartu JKN nya untuk mendapatkan layanan kesehatan dengan mudah dengan biaya terjangkau. Dalam perjalanannya tentu masih ada hal-hal yang harus dimaksimalkan dalam Program ini, melalui sosialisasi bersama ini diharapkan masyarakat dapat menyampaikan masukannya untuk perbaikan pelaksanaan Program JKN ke depan,” tutur Alifudin.
Alifuddin mengatakan salah satu tujuan dari kegiatan sosialisasi bersama mitra kerja DPR RI salah satunya BPJS Kesehatan adalah sebagai bentuk pelaksanaan fungsi pengawasan dari DPR RI terhadap pelaksanaan Program JKN.
Menurutnya, kehadiran Program JKN yang diselenggarakan BPJS kesehatan telah membawa dampak besar bagi dunia kesehatan di Indonesia, oleh karena itu Program ini harus kita jaga bersama agar terus dapat melindungi masyarakat Indonesia.
“Meskipun sudah ada Program JKN alangkah baiknya jika kita semua turut menjaga kesehatan, dengan menerapkan pola hidup sehat, rutin berolahraga, konsumsi makanan yang seimbang. Jangan lupa selalu tersenyum, karena dengan selalu tersenyum dapat menstabilkan emosi kita. Saya juga mendoakan seluruh masyarakat yang hadir diberikan kesehatan sehingga iuran JKN nya bisa digunakan untuk peserta lain yang membutuhkan pertolongan. Karena prinsip Program JKN adalah gotong-royong. Peserta yang sehat membantu peserta yang sakit begitu pula yang mampu membantu masyarakat yang kurang mampu melalui iuran yang rutin dibayarkan,” tutur Alifudin.
Senada dengan hal tersebut Pejabat Pengganti Sementara (Pps) Kepala BPJS Kesehatan Cabang Devi Dwi Yanti mengajak masyarakat memanfaatkan layanan digital agar akses layanan Program JKN semakin mudah dirasakan.
Salah satunya melalui Aplikasi Mobile JKN dan layanan Chat yang disebut Layanan PANDAWA (Pelayanan Administrasi dengan Whatsapp) melalui kedua layanan digital ini, masyarakat dapat mengakses layanan tanpa harus datang ke kantor BPJS Kesehatan. Ia juga mengajak masyarakat melakukan deteksi dini riwayat kesehatan melalui Aplikasi Mobile JKN.
“Selain dapat memberikan berbagai layanan Program JKN, Mobile JKN mempunyai fitur Skrining Kesehatan. Skrining Kesehatan berguna untuk mengindentifikasi risiko penyakit kronis seperti diabetes melitus, hipertensi, jantung koroner, dan gagal ginjal sedini mungkin sehingga dapat dicegah agar tidak terjadi penyakit tersebut.
Pengisiannya pun sangat mudah, tidak memakan waktu lama hanya kurang dari 10 menit. Namun bagi peserta yang tidak dapat menggunakan kanal digital, peserta dapat melakukan skrining di Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Pertama (FKTP) sebelum mengakses layanan kesehatan.
Saat mendaftar layanan FKTP, akan muncul notifikasi pengisian Skrining Riwayat Kesehatan di Aplikasi P-Care FKTP yang merupakan sistem pencatatan pelayanan di FKTP,” tutur Devi.
Devi juga mengatakan skrining riwayat kesehatan juga penting bagi FKTP agar dapat melakukan profiling penyakit peserta terdaftarnya sehingga dapat membantu dalam melakukan tata laksana penyakit sedini mungkin kepada peserta. Skrining riwayat kesehatan dapat dilakukan oleh seluruh peserta JKN mulai dari usia 15 tahun. Peserta JKN dapat melakukan skrining minimal sekali dalam setahun.(fo/yl).
Editor : A'an