Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Melirik Usaha Tempe di Merakai, Kian Moncer Setelah Diperkuat Modal dari Bank Kalbar

Miftahul Khair • Kamis, 3 Oktober 2024 | 12:52 WIB
DIKEMAS : Agustinus saat mengepas tempe yang ia produksi.  Warga Warga Kecamatan Merakai, Kabupaten Sintang mengembangkan usaha tempe dengan dukungan modal dari Bank Kalbar.
DIKEMAS : Agustinus saat mengepas tempe yang ia produksi.  Warga Warga Kecamatan Merakai, Kabupaten Sintang mengembangkan usaha tempe dengan dukungan modal dari Bank Kalbar.

SINTANG – Agustinus Marianus, mencoba peruntungan nasib dengan memproduksi tempe. Warga Warga Kecamatan Merakai, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat sejak tahun 2014 menggeluti bisnis pangan yang digemari masyarakat Indonesia ini.

Usahanya semakin moncer setelah mendapat dukungan modal usaha dari Bank Kalbar."Bank Kalbar dengan produk modal kerjanya mendorong usaha tempe saya semakin berkembang hingga sekarang," ucap Agustinus.

Pria asal Flores, Nusa Tenggara Timur ini mengaku sudah lama menetap di Kabupaten Sintang dan beristrikan warga di daerah ini. Untuk menghidupi keluarganya itu, Agus memilih usaha pembuatan tempe sekaligus menjualnya.

"Tempe ini kan makanan untuk lauk pauk yang paling disukai masyarakat yang bisa diolah menjadi berbagai jenis masakan. Harganya juga terjangkau dan enak, itulah sebabnya saya pilih usaha ini, dan terbukti memang selalu laris," cerita Agus.

Proses pembuatan tempe dilakukannnya secara teliti dan cermat. Dari memilih kacang kedelai, merebus hingga diolah menjadi tempe. Dia memulai usahanya dari kecil. Dibantu istrinya, dengan modal seadanya. Dari hari ke hari pasangan suami istri ini mengolah tempe untuk dijual. Dari sedikit demi sedikit itu jumlah produksinya semakin banyak hingga satu keranjang setiap minggunya.

Tempe produksi Agus terbilang laris dan disukai masyarakat, bahkan cukup membuat Agus kewalahan lantaran selalu kekurangan stok. Produksi satu keranjang tempe setiap minggunya itu, kurang cukup untuk memenuhi permintaan pasar. Namun untuk menambah produksi, Agus tak memiliki modal.

"Saya bersama istri kemudian berdiskusi untuk semakin mengembangkan usaha ini, dan mencari tambahan modal. Akhirnya kami memilih Bank Kalbar yang bunganya lebih ringan dibanding tempat lain," cerita Agus.

Mereka pun memberanikan diri mengajukan pinjaman modal kerja di Bank Kalbar yang berslogan Bank Kite Punye Kite ini. "Alhamdulillah, tak butuh waktu lama, pinjaman modal usaha kami disetujui," kata Agus gembira.

Dengan kucuran dana modal kerja tersebut, Agus bisa menambah produksi tempenya. Hanya dari satu keranjang tempe yang diproduksinya, Agus pun bisa memproduksi hingga tiga keranjang tempe yang kemudian dibawanya ke pasar dan selalu ludes terjual.

Usaha tempe Agus terus berkembang, terlebih setelah didorong modal kerja oleh Bank Kalbar. Ia pun bersyukur dan berterima kasih kepada Bank Kalbar yang telah membantu mengembangkan usahanya.

“Berkat bantuan modal kerja dari Bank Kalbar, usaha tempe saya semakin berkembang sampai sekarang," kata Agus.

Bank Kalbar yang fokus utamanya pada UMKM ini, memang memiliki beberapa produk pembiayaan serta kredit untuk membantu pelaku usaha mendapatkan modal dan mengembangkan usahanya.

Beberapa produk modal usaha Bank Pembangunan Daerah ini, di antaranya adalah Pembiayaan Modal Usaha yang diperuntukkan bagi nasabah yang membutuhkan modal usaha produktif, Kredit KUM Sejahtera, yakni kredit atau pembiayaan bagi usaha mikro dalam bentuk pemberian modal kerja dan investasi usaha produktif, Pembiayaan Usaha Rakyat untuk usaha produktif yang layak namun belum bankable dan beragam produk lainnya, yang bisa dimanfaatkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan modal usaha. (sti/r)

Editor : Miftahul Khair
#UMKM #bank Kalbar