Oleh: Patriana Rusandi, Dewi Kurniati
PASAR adalah tempat pertukaran barang dan jasa oleh penjual dan pembeli secara langsung (Kottler, 2002). Masyarakat membutuhkan pasar untuk memenuhi kebutuhan dasar utama mereka, yaitu bahan pangan. Beberapa produk pertanian yang termasuk ke dalam kebutuhan pokok diantaranya beras, sayur-sayuran dan buah-buahan. Komoditas buah-buahan dan sayuran merupakan produk yang dihasilkan oleh petani. Realita yang terjadi saat ini adalah panjangnya rantai pasok dalam penjualan produk pertanian. Hasil panen produk pertanian dari petani dijual kepada tengkulak, pengepul, pedagang besar, tingkat retail kemudian konsumen. Petani tidak memiliki kemampuan untuk menjangkau konsumen akhir karena petani tidak mengenal pasar dan tidak memiliki kompetensi harga. Demikian pula konsumen yang tidak mengenal produsennya, yaitu petani.
Pasar tani hadir untuk menjembatani kedua hal tersebut. Asosiasi dari Kementerian Pertanian ini berupaya keras mengantarkan produk hortikultura terdiri dari buah dan sayur ke tengah masyarakat. Pasar tani tidak hanya memberikan keuntungan bagi petani yang menjadi anggotanya tetapi juga masyarakat selaku konsumen. Kegiatan utama pasar tani adalah memasarkan hasil pertanian dengan fokus utama komoditas hortikultura yang diambil langsung dari tangan petani ke konsumen akhir. Adanya pasar tani ini mengurangi jalur distribusi produk pertanian. Manfaat lain dari pasar tani adalah sebagai wadah untuk memberdayakan petani dalam menjual hasil kebunnya sehingga meningkatkan perekonomian petani dan memudahkan konsumen untuk mendapatkan produk hortikultura yang segar, bermutu dan harga yang wajar.
Pasar tani didirikan pada tanggal 8 Mei 2007 dan gaungnya mulai terdengar semenjak tahun 2018 saat dibawah binaan Direktorat Jenderal Hortikultura. Kehadiran pasar tani merupakan salah satu upaya Kementerian Pertanian untuk menjamin pasokan pangan khususnya komoditas hortikultura. Komoditas tersebut antara lain buah, sayuran, tanaman obat dan florikultura di samping bahan pangan pokok seperti beras, minyak dan aneka panganan olahan secara umum. Kementerian Pertanian mendorong dan memperkuat penyebaran pasar tani di seluruh Indonesia sebagai jaring pengaman sosial. Saluran pemasaran produk pertanian adalah pasar tani. Ditjen Hortikultura mengontrol dan selalu berpartisipasi aktif dalam ajakan, promosi petani, pengolah dalam melakukan kampanye dan penjualan yang kompetitif. Dorongan pengembangan pasar tani dilakukan pada 33 kabupaten pada tahun 2020 agar Pasar Tani semakin dikenal luas dan membantu baik produsen maupun konsumen (Puspitasari, D., & Nasrullah, R., 2023).
Pasar Tani bertujuan membangun pasar produk tani sebagai outlet pemasaran melalui kelompok tani langsung kepada konsumen. Meningkatkan pengetahuan dan kemampuan petani dalam pemasaran dan penguatan kelembagaan petani sehingga mempunyai posisi tawar (bargaining position). Selain itu, Pasar Tani juga memiliki tujuan mengubah pola pikir petani menjadi pola pikir bisnis yang mengedepankan mutu dan efisiensi. Di samping itu, tujuan Pasar Tani adalah meningkatkan akses petani secara langsung dengan konsumen dan pasar, membangun jaringan pemasaran, menyediakan sarana pemasaran sebagai ajang promosi serta penumbuhan rasa cinta terhadap produk lokal.
Pasar Tani DISTPH Prov. Kalbar
Pasar Tani Mandiri Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Barat mulai dibentuk dan beroperasi pada tanggal 9 Desember 2021 berlokasi di Jl. Alianyang No. 17 Kota Pontianak atau tepatnya di samping Dinas dengan nama toko Hortimart.
Dalam menjalankan bisnisnya, Hortimart merintis usaha melalui toko offline dengan penjualan via Whatsapp. Hortimart memiliki potensi yang besar untuk berkembang dengan menerapkan strategi pemasaran yang berfokus pada 4P (Product, Price, Place, Promotion).
Produk Hortimart
Hortimart Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Barat menawarkan aneka produk sayuran dan buah segar berkualitas langsung dari petani dengan harga yang wajar, serta berbagai produk olahan. Produk Hortimart bersaing dari segi tampilan dengan membuat packaging yang menarik seperti di supermarket/ritel modern. Adapun produk yang dijual yaitu : aneka jenis sayuran hidroponik, seperti : selada, pak coy, sawi, dan kangkung, aneka jenis buah-buahan lokal, seperti : jeruk tebas, buah naga, pisang kepok, matoa, pepaya, semangka, alpukat lilin sinka, jambu kristal dan nenas organik. Selain itu, juga tersedia cabai rawit, cabai pong, bawang merah, bawang putih, jahe, terung, labu air, golden mama, jeruk sambal, mentimun, daun bawang, kacang panjang, petai, jengkol, kembang kol, jamur tiram dan pare. Beberapa produk olahan dari Kabupaten Kubu Raya, seperti : sirup bunga telang, teh bunga telang dan madu asli Kubu Raya. Terdapat pula produk olahan dari lidah buaya, seperti : kopi, dodol, teh, keripik, coklat, jelly, kerupuk dan minuman lidah buaya.
Selain produk hortikultura, Hortimart Mandiri juga bekerjasama dengan Perum BULOG dalam penyediaan bahan pangan pokok seperti : beras, gula dan minyak goreng. Hal ini membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokoknya dengan semakin beragamnya pilihan yang tersedia di Hortimart Mandiri.
Demi memperluas pangsa pasarnya, Hortimart juga rutin memproduksi aneka minuman segar dari komoditas hortikultura, seperti : jus buah naga susu, jahe susu, jus melon, jus alpukat, jus semangka timun mint dan nenas lemon squash. Khusus di bulan Ramadhan, Hortimart menyediakan salad buah, buah potong, rujak buah dan puding buah segar sebagai variasi produk untuk berbuka puasa. Pada kesempatan tertentu, dalam upaya mendukung diversifikasi pangan, Hortimart juga dapat menyediakan parcel buah dan nampan berisi rebusan bahan pangan seperti : ubi rebus, jagung rebus dan kacang rebus sebagai penganan di meja rapat pada kegiatan dinas.
Harga
Strategi penetapan harga komoditas hortikultura di Hortimart sangat penting untuk memastikan kelangsungan usaha tani serta meningkatkan daya saing di pasar. Metode penetapan harga yang paling sering diterapkan di Hortimart adalah Dynamic Pricing, yaitu harga produk hortikultura disesuaikan secara real-time berdasarkan kondisi pasar, seperti cuaca, musim panen dan tren permintaan. Hal tersebut dikarenakan ketersediaan produk segar komoditas hortikultura, seperti sayuran dan buah yang dijual di Hortimart sangat tergantung pada musim serta hasil panen petani. Produk hortimart yang tergantung pada musim contohnya buah naga, jambu kristal, jeruk, durian dan matoa.
Pada produk tertentu digunakan metode harga premium untuk produk khusus seperti produk organik yang lebih ramah lingkungan. Contohnya nanas madu organik Galang dari mempawah dijual dengan harga berkisar antara Rp15.000-Rp 20.000,- per buah. Harga tersebut lebih mahal apabila dibandingkan dengan harga nenas pada umumnya.
Selain itu, penetapan harga di Hortimart juga berdasarkan perceived fairness (keadilan harga), yaitu menetapkan harga yang dianggap wajar dan kondisi wajar. Hal ini memperhitungkan dengan hati-hati biaya produksi agar tetap menguntungkan dan membangun loyalitas konsumen. Contoh produk hortikultura yang ditetapkan berdasarkan keadilan harga, seperti : aneka sayuran hidroponik, dijual seharga Rp10.000,- per pack. Contoh lainnya adalah cabai rawit, tomat, bawang merah, bawang putih, mentimun, terung, jahe dan kunyit.
Tempat
Penetapan tempat untuk Pasar Tani produk hortikultura adalah keputusan strategis yang penting karena dapat mempengaruhi keberhasilan distribusi dan penjualan produk hortikultura secara signifikan. Pasar Tani Mandiri Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimatan Barat dengan nama toko Hortimart memiliki lokasi yang strategis yaitu di samping Dinas, dekat dengan perumahan dan berada di pusat Kota Pontianak. Kemudahan akses transportasi juga mendukung distribusi pasokan produk hasil panen petani untuk diantarkan ke Hortimart. Fasilitas pendukung yang dimiliki Hortimart juga sangat memadai, seperti display atau tempat untuk memajang produk, ruangan ber-AC, kulkas, show case, alat packing atau sealer, blender, air bersih, listrik, area parkir dan sanitasi yang baik.
Promosi Produk Hortimart
Upaya yang telah dilakukan oleh Hortimart Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Barat dalam mempromosikan produk dari petani lokal di Kalimantan Barat adalah menyelenggarakan kegiatan Festival Buah dan Florikultura Provinsi Kalimantan Barat yang dilaksanakan pada tanggal 15 – 19 November 2023 di halaman A. Yani Mega Mall Pontianak. Acara tersebut bekerjasama dengan seluruh Dinas Pertanian Kabupaten/Kota, Petani dan UMKM produk olahan komoditas hortikultura di Provinsi Kalimantan Barat.
Bentuk promosi lainnya dari Hortimart adalah berperan aktif mengikuti berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh dinas terkait lainnya, seperti : kegiatan Gelar Pangan Murah (GPM) dalam memperingati Hari Pangan Sedunia dari Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalbar, Kegiatan Operasi Pasar Murah dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kalbar dalam upaya pengendalian inflasi di Kota Pontianak, kegiatan Hari Ulang Tahun Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat di Halaman Kantor Gubernur Kalbar, dan membuka stand saat Event Kapolda Cup di GOR Pangsuma Kota Pontianak.
Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura selalu mengawal dan berperan aktif mengajak serta memfasilitasi petani dan pelaku usaha olahan untuk melakukan promosi, penjualan dan berdaya saing, agar keberadaan pasar tani semakin diakui dan membantu baik dari sisi produsen dan konsumen. Kementan sangat mendukung program dari Hortimart, sehingga memberikan dukungan bantuan berupa mobil pick-up. Bantuan tersebut kemudian menginisiasi Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Barat untuk melaunching Hortimart Mobile pada tanggal 19 Agustus 2022. Mobil pick up tersebut juga digunakan untuk mengangkut hasil panen dari petani untuk dijual di Hortimart.
Pemasaran produk Hortimart tidak hanya melalui toko offline di dinas, tetapi juga melalui Hortimart Mobile. Hortimart Mobile bertujuan untuk mendekatkan produk hortikultura dari petani lokal Kalimantan Barat langsung ke tangan konsumen. Kegiatannya adalah memasarkan produk pertanian dan olahan ke dinas-dinas di Kota Pontianak setiap hari selasa, kamis dan jum’at agar produk hortikultura lebih dikenal ke tengah-tengah masyarakat.
Hortimart Mobile juga menjual bibit cabai rawit yang sudah berbuah dengan harga Rp 35.000 ,- per polybag, agar masyarakat memanfaatkan lahan pekarangannya untuk membudidayakan cabai rawit di dalam polybag, sehingga kebutuhan cabai rawit bagi rumah tangga tersebut dapat terpenuhi. Hal ini membantu meningkatkan ketahanan pangan rumah tangga serta upaya pengendalian inflasi di Kalimantan barat. Kedepannya diharapkan Hortimart dapat bekerjasama dengan retail modern, yaitu Pasar Tani Goes to Mall.
Pemasaran Produk Hortimart melalui Digitalisasi dengan Memanfaatkan Media Sosial Instagram
Pemasaran produk hortikultura di Hortimart juga dilakukan secara digitalisasi melalui platform media sosial, terutama Instagram dengan nama akun @hortimart.pontianak. Pada era digital saat ini, Instagram tidak hanya sebagai tempat berbagi foto dan video, tetapi juga sebagai alat pemasaran yang kuat untuk menjangkau konsumen secara langsung. Instagram adalah platform media sosial yang sangat visual, dengan fitur-fitur seperti foto, video dan stories yang memungkinkan pengguna untuk berbagi konten yang menarik dan informatif. Visualisasi produk hortikultura sangat penting untuk ditampilkan secara estetik karena memiliki daya tarik tersendiri.
Selain itu, Instagram memberikan peluang untuk menjangkau konsumen tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga nasional bahkan internasional karena memiliki lebih dari satu miliar pengguna aktif di seluruh dunia. Digitalisasi dalam pemasaran juga memungkinkan usaha hortikultura untuk lebih dikenal di dunia maya dan memberikan peluang yang lebih besar untuk berkembang di pasar yang kompetitif.
Manfaat Pasar Tani bagi Petani
Selain area pemasaran, Pasar Tani juga diharapkan mampu bertahan dari fluktuasi harga yang kerap terjadi di tingkat petani. Keberadaannya membuka akses pasar yang lebih luas dengan mendekatkan produk langsung dari petani ke konsumen. Dengan cara ini, petani mendapatkan keuntungan yang lebih baik dan harga konsumen juga lebih kompetitif. Diharapkan Pasar Tani keberadaannya semakin berkembang dan lebih diminati serta dikenal oleh masyarakat luas. Pasar tani merupakan upaya pemasaran yang lebih efisien dengan memotong dan membuat jalur pemasaran produk pertanian dari petani sebagai produsen ke konsumen menjadi lebih ringkas.
Pasar Tani yang semakin popular di masyarakat luas dan dibutuhkan keberadaannya telah membantu Direktur Hortikultura untuk lebih mendukung dan memfasilitasi promosi gelar pasar tani, maka pasar tani harus tetap berjalan dan diharapkan terus berkembang untuk memudahkan petani memasarkan hasil produksinya secara lebih ekonomis, lebih popular dan lebih dikenal di kalangan masyarakat luas. Hal ini menjadi solusi membantu petani dengan membuka akses pasar yang lebih luas, mendekatkan produk langsung dari petani ke konsumen sehingga keuntungan yang didapatkan oleh petani menjadi lebih ternilai.
Manfaat Pasar Tani bagi Konsumen
Selain dimaksudkan untuk meningkatkan perekonomian petani, Pasar Tani memiliki banyak manfaat bagi konsumen, diantaranya adalah mempermudah konsumen untuk mendapatkan produk hortikultura yang segar dan berkualitas, mendapatkan produk dengan harga yang wajar, membantu masyarakat mengakses kebutuhan pangan pokok dan membantu memilih makanan yang lebih sehat.
*Penulis adalah Mahasiswa Program Studi Magister Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura
Editor : A'an