BENGKAYANG – Astra Motor Kalimantan Barat terus memperluas jangkauan edukasi keselamatan berkendara ke berbagai lapisan masyarakat. Kali ini, melalui tim Safety Riding-nya, Astra Motor Kalbar menyasar kalangan pekerja industri dengan menggelar Edukasi Safety Riding bersama para karyawan PLTU Bengkayang.
Kegiatan ini menjadi bagian dari inisiatif Sinergi Bagi Negeri, yang menekankan pentingnya keselamatan tidak hanya di jalan raya, tapi juga dalam rutinitas kerja sehari-hari. Pelatihan dikemas dalam bentuk sesi teori dan praktik terintegrasi, difokuskan pada peningkatan keterampilan berkendara serta kesadaran akan potensi risiko di jalan.
Instruktur bersertifikasi dari Astra Honda Motor (AHM), Febri Andrian, memberikan materi mulai dari teknik dasar mengendarai sepeda motor, cara mengenali potensi bahaya, hingga penggunaan perlengkapan keselamatan seperti helm dan jaket pelindung. Para peserta juga langsung diterjunkan ke lapangan untuk latihan praktis: mulai dari pengereman yang tepat, menjaga keseimbangan, hingga teknik pengendalian dalam kondisi darurat.
Antusiasme tinggi terlihat dari para peserta PLTU Bengkayang, yang sebagian besar menjadikan motor sebagai alat transportasi utama. Pelatihan ini dinilai sangat relevan dengan kebutuhan mereka di lapangan, baik untuk perjalanan kerja maupun mobilitas harian.
“Melalui kerja sama ini, kami berharap rekan-rekan dari PLTU Bengkayang dapat menjadi pelopor #Cari_Aman di lingkungan kerja mereka. Karena keselamatan berkendara bukan hanya tanggung jawab pribadi, tapi juga bagian dari budaya perusahaan yang peduli terhadap kesejahteraan karyawannya,” ujar Chrystian David, Manajer Marketing Astra Motor Kalimantan Barat.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Pejabat K3 UBP Singkawang, M. Mauludin, yang turut memberikan dukungan langsung terhadap kampanye keselamatan ini.
Dengan pendekatan edukatif dan aplikatif, Astra Motor Kalbar bertekad mencetak lebih banyak duta keselamatan berkendara dari berbagai sektor, demi mewujudkan jalan yang lebih aman dan pengendara yang lebih bertanggung jawab di seluruh Kalimantan Barat.
Editor : Aristono Edi Kiswantoro