Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Bank Kalbar Teken Perjanjian Penyaluran KUR Bersama Kementerian UMKM Sebesar Rp700 Miliar

Siti Sulbiyah Kurniasih • Sabtu, 26 April 2025 | 12:38 WIB

 

TANDA TANGAN : Direktur Utama Bank Kalbar, Rokidi saat hadir di Jakarta dalam agenda penandatanganan perjanjian penyaluran KUR bersama Kementerian UMKM, Jumat (25/4).
TANDA TANGAN : Direktur Utama Bank Kalbar, Rokidi saat hadir di Jakarta dalam agenda penandatanganan perjanjian penyaluran KUR bersama Kementerian UMKM, Jumat (25/4).

PONTIANAK POST - Bank Kalbar melakukan penandatanganan PKS dengan Kementrian UMKM disaksikan langsung Menteri UMKM Maman Abdurahman untuk penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) bertempat di Kantor Kementerian UMKM Jakarta, Jumat (25/4). Dalam kegiatan ini, Bank Kalbar menjadi salah satu dari 46 bank yang dipercaya pemerintah untuk menyalurkan KUR tahun 2025.

Direktur Utama Bank Kalbar, Rokidi, mengungkapkan bahwa pihaknya mendapatkan alokasi di tahun 2025 ini sebesar Rp700 Miliar. “Namun demikian apabila dalam perjalanannya kuota tersebut habis, maka kuota KUR bank kalbar akan ditambah kembali Rp300 milyar hingga menjadi Rp 1 triliun di tahun ini,” ungkapnya.

Rokidi menambahkan bahwa Menteri UMKM RI, Maman Abdurrahman, memberikan arahan agar penyaluran KUR ini dilakukan tepat sasaran sehingga dapat mendorong peningkatan portofolio kredit produktif, karena jika kredit produktif naik, dipastikan akan berdampak pada perkembangan dan pertumbuhan ekonomi. Ia juga menekankan agar dalam penyaluran kredit KUR ini menjaga prinsip kehati-hatian.

“Tidak boleh ada ekspansi yang hanya mengutamakan kuantitas. Kita harus mengutamakan kualitas selain kuantitas agar rasio kredit bermasalah atau NPL tetap terjaga dengan baik yaitu di bawah lima persen, sesuai dengan ketentuan OJK,” ujarnya menegaskan.

Penyaluran KUR tak hanya melibatkan bank-bank Himbara dan bank swasta nasional, namun juga melibatkan Bank Pembangunan Daerah (BPD) di seluruh Indonesia.

Menteri Maman sendiri, lanjut Rokidi, menyampaikan keyakinannya bahwa Bank Kalbar mampu berkontribusi maksimal, baik dari sisi jumlah maupun kualitasnya. Pihaknya pun menyambut baik program yang dicanangkan pemerintah pusat.

“Ini membuktikan bahwa pemerintah melalui Kementerian UMKM menaruh kepercayaan kepada bank pembangunan daerah, lebih khusus kepada Bank Kalbar, yang dinilai memiliki kinerja positif selama ini,” katanya.

Tahun 2024 yang lalu, Bank Kalbar diberi kuota Rp600 miliar dan bisa disalurkan lebih dari 100 persen. “Semoga di tahun 2025 ini meski kami diberi kuota Rp700 Miliar, kami bisa tembus salurkan KUR hingga Rp.1 triliun”. tuturnya.

Rokidi menambahkan bahwa kepercayaan ini menjadi motivasi bagi Bank Kalbar untuk terus mendukung penguatan sektor UMKM yang menjadi bagian penting dalam menggerakkan roda perekonomian daerah dan nasional melalui skema kredit KUR yang sehat.

"Apa yang diberikan oleh Pak Menteri terhadap Bank Kalbar, membuat saya bangga, di mana beliau sangat perhatian terhadap kami karena Pak Menteri yakin bahwa dengan KUR yang disalurkan Bank Kalbar akan berdampak terhadap perkembangan dan pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional,” pungkasnya. (sti/ser)

Editor : Hanif
#kementerian umkm #OJK #bank Kalbar #maman abdurahman #penyaluran kur #Perjanjian #bpd