PONTIANAK POST – Bank Mandiri terus menunjukkan perannya sebagai salah satu motor penggerak transisi energi bersih di Indonesia. Hingga Kuartal III 2025, portofolio pembiayaan berkelanjutan perseroan untuk sektor energi terbarukan (renewable energy) mencapai Rp13 triliun, tumbuh 29 persen secara tahunan.
Angka tersebut menegaskan dukungan Bank Mandiri terhadap agenda ekonomi hijau, dan prioritas pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto yang menekankan percepatan transformasi energi rendah karbon.
Senior Vice President Environmental, Social and Governance Group Bank Mandiri, Monica Yoanita Octavia, menegaskan bahwa arah pembiayaan Bank Mandiri selalu dijaga agar sejalan dengan strategi pemerintah, mulai dari Program Strategis Nasional (PSN), RUPTL, RUKN, hingga kebijakan transisi energi lainnya.
“Sebagai bank nasional, kami melihat target transisi energi sebagai mandat bersama. Karena itu, kami secara konsisten mengikuti kebijakan dan roadmap pemerintah. Dengan menjaga keselarasan ini, Bank Mandiri memperkuat kontribusi terhadap target dekarbonisasi Indonesia serta memastikan pertumbuhan portofolio hijau kami mendukung percepatan transisi energi dan pembangunan berkelanjutan nasional,” ujarnya, Rabu (4/12).
Monica menjelaskan bahwa pembiayaan energi terbarukan bukan hanya berfungsi menekan emisi gas rumah kaca, tetapi juga memperluas peran Bank Mandiri dalam mendukung transformasi bisnis hijau di berbagai sektor. Bank Mandiri menempatkan dirinya sebagai mitra transisi yang mendampingi korporasi sekaligus seluruh rantai pasoknya, demi membangun ekosistem energi terbarukan yang lebih kokoh.
“Pembiayaan yang kami berikan tidak hanya berfokus pada proyek besar pada korporasi, tetapi juga dirancang untuk memperkuat seluruh ekosistem pendukungnya. Mulai dari rantai pasok hingga pelaku usaha di lapisan berikutnya. Dengan pendekatan menyeluruh ini, kami ingin memastikan ekosistem energi terbarukan tumbuh secara merata, terintegrasi, dan berkelanjutan,” tegasnya.
Portofolio pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri di sektor energi terbarukan meliputi berbagai jenis pembangkit listrik, seperti PLTA, PLTS, PLT Mini Hydro, PLT Biomass, hingga PLTP panas bumi. Tidak hanya fokus pada sisi pembangkit, Bank Mandiri juga menyasar industri pendukung energi bersih melalui pembiayaan manufaktur panel surya, dan fasilitas pengolahan biodiesel.
Secara keseluruhan, hingga Kuartal III 2025, total pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri mencapai Rp310,05 triliun, tumbuh 8,7 persen YoY. Dari angka tersebut, pembiayaan hijau berkontribusi Rp159 triliun atau naik 12 persen YoY, dengan pangsa pasar lebih dari 35 persen di antara empat bank besar nasional.
Kenaikan portofolio tersebut turut ditopang sektor-sektor prioritas, antara lain produk eco-efficient sebesar Rp13,2 triliun (tumbuh 40 persen YoY), sektor energi terbarukan Rp13 triliun (tumbuh 29 persen YoY), serta transportasi bersih Rp9,7 triliun (tumbuh 35 persen YoY).
Konsistensi ini menegaskan posisi Bank Mandiri sebagai salah satu sustainability leaders di sektor perbankan Indonesia, sekaligus menguatkan komitmen perseroan dalam mendukung percepatan transisi menuju ekonomi rendah karbon yang inklusif dan berkelanjutan.(bar/r)
Editor : Hanif