PONTIANAK POST - Lidah mertua (Dracaena trifasciata) menjadi salah satu tanaman hias favorit untuk mempercantik sudut ruangan. Daunnya yang tebal, memanjang, dan bermotif unik berpadu dengan daya tahannya yang kuat meski jarang disiram. Namun, di balik kemudahannya dalam perawatan, tanaman ini menyimpan potensi bahaya bagi hewan peliharaan, khususnya anjing dan kucing.
Lembaga perlindungan hewan Amerika Serikat, ASPCA (American Society for the Prevention of Cruelty to Animals), mengategorikan lidah mertua sebagai tanaman yang beracun bagi anjing, kucing, serta manusia. Tanaman yang sebelum tahun 2017 dikenal dengan nama ilmiah Sansevieria trifasciata ini dikenal pula dengan beberapa nama umum, seperti mother-in-law’s tongue, golden bird’s nest, dan viper’s bowstring hemp.
Tingkat Keracunan dan Kandungan Saponin
Daya racun lidah mertua tergolong dalam tingkat ringan hingga sedang. Kandungan racun utama pada tanaman ini berasal dari senyawa saponin, yaitu bahan kimia alami yang dapat memicu iritasi dan gangguan pada sistem pencernaan hewan.
Baca Juga: 13 Varietas Snake Plant Langka, Ada yang Berdaun Spiral hingga Mirip Bintang
Tingkat keparahan gejala sangat bergantung pada seberapa banyak bagian tanaman yang tertelan. Jika anjing hanya mengunyah atau menelan sedikit bagian daun, gejala yang muncul biasanya relatif ringan. Sebaliknya, konsumsi dalam jumlah banyak dapat memicu kondisi medis yang lebih serius.
Gejala Keracunan yang Perlu Diwaspadai
Pemilik hewan peliharaan wajib tanggap jika anjing menunjukkan perubahan perilaku atau gangguan fisik setelah menggigit lidah mertua. Beberapa gejala umum keracunan meliputi:
-
Mual dan muntah
-
Diare
-
Pengeluaran air liur secara berlebihan (hipersalivasi)
-
Pupil mata melebar (midriasis)
-
Rasa tidak nyaman atau nyeri pada saluran pencernaan
Langkah Penanganan Darurat
Apabila menduga anjing kesayangan telah mengonsumsi bagian dari tanaman lidah mertua, pemilik disarankan untuk segera mengambil tindakan cepat tanpa menunggu gejala memburuk:
Baca Juga: 9 Varietas Snake Plant yang Bisa Tumbuh Hanya dengan Air
-
Hubungi Dokter Hewan: Segera hubungi dokter hewan atau rumah sakit hewan darurat terdekat untuk mendapatkan arahan medis.
-
Jangan Paksa Muntah: Hindari memicu pemaksaan muntah secara mandiri, kecuali atas petunjuk eksplisit dari tenaga profesional.
-
Dokumentasikan Tanaman: Ambil foto atau bawa sampel potongan tanaman yang dimakan untuk membantu dokter mengidentifikasi varietasnya secara presisi.
-
Isolasi Anjing: Jauhkan anjing dari area sekitar tanaman agar tidak memakan bagian lainnya.
Tips Pencegahan dan Alternatif Tanaman Aman
Guna menghindari risiko keracunan, penempatan lidah mertua harus diperhatikan secara ketat. Letakkan pot di lokasi yang tidak terjangkau oleh anjing, seperti di atas rak tinggi, penyangga tanaman (planter stand), atau ruangan khusus yang terisolasi. Jika anjing memiliki kebiasaan aktif mengunyah benda asing, memberikan tanaman tersebut kepada kerabat yang tidak memiliki hewan peliharaan menjadi pilihan paling aman.
Sebagai gantinya, pemilik dapat memilih beberapa alternatif tanaman hias yang ramah hewan (pet-friendly) dan bebas racun:
-
Tanaman Besi (Cast Iron Plant): Memiliki daun tinggi melengkung menyerupai pedang yang mirip lidah mertua. Tanaman ini sangat tangguh, tahan cahaya rendah hingga sedang, dan aman bagi anjing.
-
Palem Ekor Kuda (Ponytail Palm): Memiliki pangkal batang membulat unik dengan daun menjuntai menyerupai rumput. Tahan kekeringan dan minim perawatan.
-
Tanaman Laba-Laba (Spider Plant): Dikenal dengan daun memanjang bergaris hijau-kuning. Tanaman ini aman dan cocok diletakkan dalam pot gantung atau ditaruh di rak tinggi.
-
Kalatea Zebra (Zebra Calathea): Memiliki pola garis tegas khas zebra pada daunnya dan dapat tumbuh setinggi 60–90 sentimeter. Meskipun membutuhkan kelembapan ekstra, tanaman ini menjadi pengganti estetik yang aman bagi hewan peliharaan.