Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Masjid di Pinggir Kota Pontianak Ini Paling Semarak Selama Ramadan

Syahriani Siregar • Jumat, 15 Maret 2024 | 15:21 WIB

Masjid Ikhwanul Muslimin, Sungai Raya Dalam.
Masjid Ikhwanul Muslimin, Sungai Raya Dalam.
PONTIANAK - Jika Anda memasuki kawasan Sungai Raya Dalam, sekitar 300 meter dari persimpangan Jalan Ahmad Yani, akan bertemu dengan masjid dengan kubah khas warga hijau.

Bangunan dengan arsitektur yang indah ini berada di pinggir jalan dengan parit di depannya.

Terdapat halaman parkir yang tertata di atas parit sehingga menambah keindahan kawanan ini.

Masjid Ikhwanul Mukminin, Sungai Raya Dalam begitu semarak dalam menyambut Ramadan.

Pengurus masjid membuat berbagai program untuk jemaah selama bulan suci umat Islam ini.

Masjid yang dibangun sejak tahun 1929 itu menggandeng berbagai pihak agar semua program yang direncanakan bisa terlaksana dengan baik.

Sebelumnya menyambut Ramadan, telah dilakukan Tahlil Akbar. Tahlil yang biasanya dilakukan di rumah-rumah pada bulan Sya’ban, dikoordinir untuk dilakukan di masjid.

Jemaah yang akan mengirimkan doa arwah kepada keluarga yang telah meninggal dapat berpartisipasi dengan memberikan donasi untuk pembelian makanan.

“Satu keluarga kita minta donasi untuk membeli satu nampan nasi kabsah. Tahlil Akbar kali ini terhimpun 79 nampan. Satu nampan bisa dimakan untuk lima orang,” kata Defril Madrasah, yang dipercaya pengurus sebagai panitia Tahlil Akbar.

Jemaah Masjid Ikhwanul Mukminin berbuka puasa bersama.
Jemaah Masjid Ikhwanul Mukminin berbuka puasa bersama.

Kegiatan ini sudah dilakukan setiap tahun menjelang berakhirnya bulan Sya’ban.

Ratusan jemaah memenuhi masjid untuk mengikuti tahlil akbar yang digelar setelah salat Isya.

Program selanjutnya adalah Khataman Al-Quran. Kegiatan ini tujuannya mendekatkan jemaah dengan Al-Quran dengan setiap hari membacanya.

Jemaah yang tergabung dalam program ini diwajibkan untuk membaca 4-5 juz per bulan.

Kemudian dilakukan khataman setiap Jumat malam pada pekan terakhir tiap bulannya.

Khusus untuk bulan Ramadan, jemaah wajib membaca Al-Quran satu hari satu juz sehingga akhir Ramadan bisa khataman Al-Quran bersama kembali.

Pelaksanaan salat Tarawih dan Witir dilakukan sebanyak 23 rakaat. Jumlah rakaat ini dipertahankan sejak masjid ini pertama kali berdiri.

Pengurus tidak ingin mengubah keinginan pendiri masjid mengurangi jumlah rakaat shalat tarawih.

Kendati pelaksanaan shalat Tarawih dan Witir sebanyak 23 rakat, jemaah salat sunnah ini tetap membludak.

Pengurus masjid juga melaksanakan program salat Tasbih setiap malam Jumat setelah pelaksanaan salat Tawarih dan Witir.

Salat yang dilakukan paling tidak setahun sekali ini cukup diminati jemaah.

Kesibukan jemaah Masjid Ikhwanul Mukminin dalam mempersiapkan hidangan berbuka puasa.
Kesibukan jemaah Masjid Ikhwanul Mukminin dalam mempersiapkan hidangan berbuka puasa.

Khusus untuk buka puasa, pengurus masjid menyiapkan makanan pembuka dan makan berat untuk 100 orang.

Sebagian besar mereka yang berbuka adalah para musafir atau mereka yang bekerja di sekitar kawasan Sungai Raya Dalam. Dana buka puasa diperoleh dari infaq dan sedekah jemaah masjid.

Menjelang 10 hari berakhirnya Ramadan digelar iktikaf dan sahur bersama di masjid.

Sebelumnya dilakukan salat tahajud. Sedangkan kuliah subuh dilaksanakan setiap hari. Penceramah dari ustad-ustad ternama dari Kota Pontianak dan Kubu Raya.

Semua program yang dibuat pengurus masjid Ikhwanul Mukminin ini untuk memudahkan jamaah melaksanakan ibadah dengan khusuk selama bulan Ramadhan. (man)

Editor : Syahriani Siregar
#ikhwanul muslimin #Tarawih #masjid #ramadan #Tahlil Akbar