Berikut beberapa cara mencuci sajadah agar tetap awet dan tak rusak.
Perhatikan petunjuk perawatan
Sebelum mencuci sajadah, pastikan untuk memeriksa petunjuk perawatan yang diberikan produsen.
Petunjuk ini bisa berupa label pada sajadah atau informasi yang disertakan saat pembelian berkenaan panduan tentang cara terbaik untuk mencuci sajadah berdasarkan bahan dan jenis kainnya.
Dengan mengikuti petunjuk perawatan akan membantu mencegah kerusakan yang disebabkan oleh metode mencuci yang tidak sesuai.
Air dingin atau hangat
Bila tidak ada petunjuk perawatan pada sajadah, bisa mencuci dengan menggunakan air dingin atau hangat.
Hindari menggunakan air panas karena dapat merusak serat kain atau bahan sintetis pada sajadah.
Air dingin atau hangat biasanya ampuh untuk membersihkan sajadah tanpa merusaknya.
Gunakan detergen ringan
Pilihlah detergen yang ringan dan tidak mengandung bahan kimia keras saat mencuci sajadah.
Detergen yang terlalu kuat dapat menyebabkan kerusakan pada serat kain atau bahan sintetis.
Gunakan detergen yang dirancang khusus untuk mencuci bahan tekstil sensitif atau pilih detergen yang diperuntukkan bagi pakaian berwarna agar warna sajadah tetap terjaga.
Hindari mesin pengering
Setelah mencuci, pada proses pengeringan, baiknya jangan gunakan mesin pengering.
Mesin pengering dapat merusak sajadah karena panas yang dihasilkan dapat menyebabkan penyusutan atau merusak serat kain.
Sebaiknya jemur sajadah secara alami dengan menjemurnya di tempat yang teduh dan punya sirkulasi udara yang baik.
Hindari menjemur sajadah langsung di bawah sinar matahari terik karena dapat memudarkan warna dan merusak bahan sajadah.
Hindari pemutih dan pelembut
Hindari penggunaan pemutih dan pelembut pakaian yang umumnya mengandung bahan kimia.
Bahan kimia dari pemutih pakaian bisa merusak sajadah baik serat hingga warna pada alat ibadah ini.
Lebih baik menggunakan detergen yang lembut yang lebih aman untuk sajadah.
Perhatikan proses menyetrika sajadah
Setelah sajadah kering, tentu kita bisa menggunakan atau menyimpannya di lemari.
Tapi baiknya jangan selalu menyetrika sajadah. Tidak semua jenis sajadah terbuat dari bahan yang tahan panas. (*/uni/bbsb)
Editor : Syahriani Siregar