Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Marilyn Monroe, Akhir Tragis Ikon Budaya Pop Masa Lalu

Syahriani Siregar • Senin, 5 Agustus 2024 | 21:40 WIB

Marilyn Monroe
Marilyn Monroe
HARI ini, persis 62 tahun yang lalu, Marilyn Monroe ditemukan meninggal dunia karena overdosis pil tidur (barbiturat) di kediamannya di Los Angeles, Amerika Serikat.

Bagaimana kisahnya, kami telah merangkum sekelumit kisah kematian perempuan berpenampilan seksi yang sangat fenomenal tersebut.

Terlahir dengan nama Norma Jeane Mortenson, 1 Juni 1926 di Los Angeles, Kalifornia, Amerika Serikat.

Diceritakan dalam biografi sang legenda tulisan Donald Spoto, asisten tangganya yang bernama Eunice Murray bermalam di kediaman Monroe pada malam tanggal 4 Agustus 1962.

Ketika itu, dalam bulan-bulan terakhirnya, Monroe menghabiskan waktunya di kediamannya di 12305 Fifth Helena Drive, Brentwood, Los Angeles.

Murray menceritakan bagaimana dia terbangun pada pukul tiga pagi, pada 5 Agustus.

Dia merasakan ada sesuatu yang tidak beres.

Didapatinya cahaya dari bawah pintu kamar Monroe, tetapi pintu kamar tersebut dalam keadaan terkunci.

Murray kemudian menelepon psikiater Monroe, Ralph Greenson, yang tiba tak lama setelah itu.

Keduanya memasuki kamar sang biduan melalui jendela.

Mereka menemukan Monroe sudah dalam keadaan tak bernyawa di tempat tidurnya, dengan tangan melingkari gagang telepon.

Dokter pribadi Monroe, Hyman Engelberg, tiba sekitar 50 menit setelah itu dan menyatakan artis tersebut telah meninggal dunia.

Hampir satu jam setelah itu, Departemen Kepolisian Los Angeles mendapat laporan akan hal ini.

Monroe diperkirakan meregang nyawa antara antara 19.30 — 22.30.

Pada 4 Agustus laporan toksikologi menunjukkan bahwa penyebab kematiannya adalah keracunan barbiturat akut.

Botol obat kosong ditemukan persis di samping tempat tidurnya.

Kemungkinan Monroe mengalami overdosis secara tidak sengaja dikesampingkan, karena dosis yang ditemukan dalam tubuhnya beberapa kali lipat dari batas mematikan.

Kematian mendadak Monroe pun menjadi berita halaman depan di Amerika Serikat dan Eropa.

Parahnya, angka bunuh diri di Los Angeles meningkat dua kali lipat pada bulan setelah kematiannya.

Chicago Tribune melaporkan bahwa mereka telah menerima ratusan panggilan telepon dari anggota masyarakat meminta informasi tentang kematian tersebut.

Artis Perancis Jean Cocteau berkomentar bahwa kematiannya harus menjadi pelajaran buruk bagi semua orang yang pekerjaan utamanya menguntit para artis.

Pemakamannya, di Westwood Village Memorial Park Cemetery pada 8 Agustus, dilakukan secara tertutup dan hanya dihadiri oleh orang-orang terdekat sang artus.

Layanan ini diatur oleh Joe DiMaggio, saudara tiri Monroe, Berniece Baker Miracle, dan manajer bisnis Monroe, Inez Melson.

Ratusan penonton memadati jalan-jalan di sekitar pemakaman.

Monroe kemudian dimakamkan di Crypt No. 24 di Corridor of Memories.

Pada dekade-dekade berikutnya, beberapa teori konspirasi, termasuk pembunuhan dan overdosis yang tidak disengaja, telah dikemukakan untuk membantah bunuh diri sebagai penyebab kematian Monroe.

Spekulasi bahwa Monroe telah dibunuh pertama kali mendapatkan perhatian utama dengan diterbitkannya Marilyn: A Biography karya Norman Mailer (1973), dan pada tahun-tahun berikutnya menjadi cukup luas sehingga Jaksa Wilayah Los Angeles John Van de Kamp melakukan penyelidikan pada 1982 untuk melihat apakah penyelidikan kriminal harus dibuka. (ote)

Editor : Syahriani Siregar
#biografi #budaya pop #los angeles #overdosis #marilyn monroe