Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Watergate: Kasus yang Menyebabkan Presiden Richard Nixon Meletakkan Jabatan

Miftahul Khair • Jumat, 9 Agustus 2024 | 11:30 WIB
Richard Nixon
Richard Nixon

TIBA-tiba saja, persis 50 tahun yang lalu atau 9 Agustus 1974, Presiden Amerika Serikat, Richard Nixon meletakkan jabatannya sebagai kepala negara.

Skandal Watergate menjadi penyebabnya, sehingga mengakibatkan krisis konstitusi yang menghebohkan ketika itu.

Apa itu watergate, situs kami akan menjelaskannya secara rinci.

Dilansir dari BBC Indonesia, peristiwa ini dinamakan mengacu pada nama sebuah hotel di Washington, tempat di mana skandal tersebut terjadi.

Hotel ini merupakan bagian dari kesatuan properti yang terdiri dari berbagai kantor, hotel, dan apartemen.

Peristiwa tersebut dimulai dengan penangkapan lima laki-laki yang berusaha membobol masuk ke kompleks perkantoran Komite Nasional Demokrat untuk memasang alat penyadap.

Insiden yang terjadi pada masa kampanye tersebut, setelah diselidiki dan ternyata dilakukan oleh kelompok pendukung Nixon bernama Komite untuk Pemilihan Kembali Presiden.

Dilansir dari Esiklopedia Indonesia, pada Januari 1973 dua pencuri dan dua orang lain divonis bersalah.

Namun dalam persidangan, John Sirica sebagai hakim pemimpin sidang, menduga adanya konspirasi politik di balik kegiatan tersebut.

Senat Amerika Serikat kemudian meluncurkan komite untuk melakukan penyidikan lebih lanjut.

Mereka menemukan hasil bahwa hal tersebut merupakan konspirasi praktik Partai Republik untuk merugikan Partai Demokrat.

Presiden Nixon kemudian meluncurkan catatan pembicaraan yang direkam berkaitan dengan masalah watergate pada April 1974.

Mahkamah Agung pun memerintahkan presiden Nixon untuk menyerahkan semua rekaman tersebut.

Setelah itu, komite yang dibentuk oleh kongres mengeluarkan pemakzulan (impeachment) atau tuntutan untuk berhenti terhadap presiden.

Presiden Nixon kemudian mengeluarkan pernyataan dan mengakui bahwa dirinya mengetahui adanya upaya untuk menutup-nutupi, tidak lama setelah peristiwa Watergate.

Bahkan dia tak dapat mengelak saat terendus telah mencoba menghentikan penyelidikan FBI.

Pada 8 Agustus 1974, Presiden Nixon akhirnya mengundurkan diri.

Dalam peristiwa ini juga terbongkar fakta mengenai korupsi Partai Republik dalam pengumpulan dana pemilihan, daftar rahasia di Gedung Putih dari lawan-lawan politiknya melalui penyadapan telepon, fitnah yang disebarkan terhadap calon-calon Presiden dari Partai Demokrat, dan fakta-fakta lainnya.(ote)

Editor : Miftahul Khair
#sejarah #presiden