Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Idi Amin: Penjagal Ratusan Ribu Rakyatnya yang Meninggal dalam Pengasingan

Miftahul Khair • Jumat, 16 Agustus 2024 | 12:30 WIB
Idi Amin. (WIKIPEDIA)
Idi Amin. (WIKIPEDIA)

SIAPA yang tak mengenal Idi Amin, diktator Uganda yang terkenal sebagai penguasa rezim brutal dan kejahatan terhadap kemanusiaan saat berkuasa dari sepanjang 1971 – 1979.

Tokoh nyentrik ini telah meninggal persis 21 tahun yang lalu atau 16 Agustus 2003, dalam pengasingannya di Jeddah, Arab Saudi.

Penyebab kematiannya dilaporkan karena kegagalan banyak organ.

Meskipun pemerintah Uganda mengumumkan bahwa jenazahnya dapat dimakamkan di Uganda, namun ia segera dimakamkan di Arab Saudi.

Dia tidak pernah diadili karena pelanggaran hak asasi manusia yang berat.

Menurut situs biography-com, Idi Amin lahir sekitar tahun 1925 di Kokobo, Provinsi West Nile, Uganda, dengan nama Idi Amin Dada Oumee.

Ayahnya bernama Andreas Nyabire, dari Suku Kakwa, sementara ibunya dari Suku Lugbara. Begitu Idi Amin lahir, kedua orang tuanya bercerai.

Andreas Nyabire sebagai ketua suku Kakwa menjadi mualaf sekitar 1910 dan mengganti namanya menjadi Amin Dada.

Dia pun menamai anaknya sama dengan namanya Idi Amin Dada. Setelah bercerai, oleh ibunya, Amin langsung diboyong ke koloni Suku Nubia di Lugazi, kurang lebih 40 kilometer dari Jinja, sebuah kota besar di tepi Danau Victoria, di mana banyak orang Nil Barat yang menjadi buruh perkebunan gula.

Tidak jelas apakah keluarga ini ikut memburuh, tetapi yang jelas dia hidup berpindah-pindah mengikuti kamp. Belakangan, ibu Amin pindah ke Buikwe, 18 kilometer dari Jinja.

Idi Amin saat dewasa digambarkan sangat karismatik dan terampil. Perawakannya cukup menonjol.

Tingginya 6 kaki, 4 inci dan merupakan juara tinju kelas berat ringan Uganda sepanjang 1951 – 1960.

Saat berkarier di militer, dia segera menjadi terkenal di antara sesama prajurit karena interogasi militernya yang terlalu bersemangat dan kejam.

Akhirnya, dia menjadi orang Afrika hitam pertama yang mendapat pangkat tertinggi yang bertugas di ketentaraan Inggris sebagai negara yang menjajah Uganda saat itu.

Sepanjang 1952 – 1956, ia bertugas dalam aksi Inggris melawan pemberontakan Mau Mau di Kenya.

Sebelum kemerdekaan Uganda pada 1962, Amin begitu dekat dengan Milton Obote yang kelak akan menjadi presiden di negara itu.

Kedua pria tersebut bekerja untuk menyelundupkan emas, kopi, dan gading keluar dari Kongo

 Namun, setelah pemerintahan terbentuk, konflik muncul di antara keduanya, sehingga pada 25 Januari 1971, Idi Amin melancarkan kudeta militer yang berhasil menggulingkan Obote yang saat itu sedang melawat ke Singapura.

Amin menjadi presiden dan panglima angkatan bersenjata pada 1971, marshal lapangan (1975), dan presiden seumur hidup (1976).

Idi Amin memulai pemerintahannya dengan aksi-aksi kerakyatan, termasuk membebaskan beberapa tahanan politik.

Namun, pada saat yang sama, ia mengirimkan pasukan pembunuh untuk memburu dan membunuh para pendukung Obote, yang sebagian besar berasal dari kelompok etnis Acholi dan Lango, personel militer, dan warga sipil.

Korban-korbannya pun mencakup orang-orang dari berbagai kalangan dan tingkatan, termasuk jurnalis, pengacara, homoseksual, pelajar, dan birokrat senior.

Dia mengusir semua orang Asia dari Uganda pada 1972, sebuah tindakan yang menyebabkan kehancuran perekonomian negaranya.

Amin dikenal sebagai penjagal Uganda karena kebrutalannya. Diperkirakan sekitar 300 ribu orang terbunuh selama masa kepresidenannya.

Pada Juli 1976 dia secara pribadi terlibat dalam pembajakan sebuah pesawat Prancis ke Entebbe.

Pada Oktober 1978 Amin memerintahkan serangan ke Tanzania. Dibantu oleh kaum nasionalis Uganda, pasukan Tanzania akhirnya berhasil mengalahkan tentara Uganda.

Ketika pasukan pimpinan Tanzania mendekati Kampala, ibu kota Uganda, pada 13 April 1979, Amin meninggalkan kota tersebut.

Dia kabur ke Libya, sebelum akhirnya menetap di Arab Saudi hingga akhir hayatnya.(ote)

Editor : Miftahul Khair
#sejarah #uganda #Idi Amin di Uganda