ELVIS Presley ditemukan tidak sadarkan diri di lantai kamar mandi rumahnya, Graceland, 47 tahun yang lalu, oleh pacarnya, Ginger Alden.
Saat itu juga, sang legenda dilarikan ke rumah sakit, namun kemudian dinyatakan meninggal karena serangan jantung pada pukul 15.30.
Meskipun alasan langsung kematiannya jelas, masih ada pertanyaan apakah penggunaan narkoba yang merajalela yang dilakukan Elvis berkontribusi terhadap kematiannya?
Menurut Majalah Town and Country, dalam 20 bulan terakhir kehidupan penyanyi itu, dia diberi resep 12 ribu pil dan membawa tiga koper obat-obatan.
Situs men’s health menggambarkan mengenai kontroversi kematian sang biduan tetap ada, karena dorongan keluarga Presley untuk merahasiakan kematian Presley, serta Kepala Medis Tennessee pada saat itu, Jerry Francisco.
Sementara khalayak lebih mengetahui jika kematian penyanyi itu disebabkan oleh penyakit jantung, bukan karena obat-obatan.
Komentar Francisco bertentangan dengan pendapat profesional medis lainnya, yang percaya bahwa obat-obatan adalah salah satu faktor penyebab kematian penyanyi tersebut.
Meskipun Graceland terbuka untuk umum, hingga hari ini, kamar tidur Elvis tidak dibuka untuk umum karena tingginya minat terhadap kematian penyanyi tersebut.
Hanya anggota keluarga Presley dan kurator Graceland yang diizinkan masuk. Bahkan sejak rumah tersebut dibuka untuk pengunjung pada 1982, selebriti hingga Presiden dilarang melihat kamar raja musik rock and roll tersebut.
Terlahir di Tupelo, Mississippi, bernama lengkap Elvis Aaron Presley pada 8 Januari 1935, Elvis merupakan seorang penyanyi sekaligus penulis lagu dan pemeran Amerika.
Dianggap sebagai salah satu ikon kebudayaan paling berpengaruh pada abad ke-20, sehingga sering dijuluki King of Rock and Roll atau singkatnya the King.
Presley dikabarkan pindah ke Memphis, Tennessee dengan keluarganya saat berusia 13 tahun.
Karier musiknya dimulai di sana pada 1954, saat ia merekam sebuah lagu dengan produser Sam Phillips di Sun Records.
Diiringi oleh gitaris Scotty Moore dan pemain bass Bill Black, Presley adalah salah satu orang terawal yang mempopulerkan rockabilly, uptempo, percampuran musik country dan rhythm and blues yang dibawakan dengan backbeat.
RCA Victor mengakuisisi kontraknya dalam kesepakatan yang digalang oleh Colonel Tom Parker, yang mengurusi penyanyi tersebut selama lebih dari dua dekade.
Singel RCA pertama Presley, Heartbreak Hotel, dirilis pada Januari 1956 dan menjadi hit nomor satu di Amerika Serikat.
Ia dianggap sebagai figur utama dari rock and roll setelah serangkaian kesuksesan penampilan jaringan televisi dan rekaman-rekaman yang memuncaki tangga lagu.
Tafsiran lagu-lagunya yang energik dan gaya tampilan provokatif seksualnya, terkombinasi dengan campuran pengaruh potensi berwarna-warna yang sejalan dengan Gerakan Hak Sipil, yang membuatnya menjadi popular dan kontroversial.
Presley adalah salah satu musisi paling berpengaruh dan terselebrasi pada abad ke-20.
Sukses secara komersial dalam beberapa genre, termasuk pop, blues, dan gospel, ia adalah salah satu artis solo dengan penjualan terbaik dalam sejarah musik rekaman, dengan perkiraan penjualan rekaman sekitar 600 juta unit di seluruh dunia, seperti diberitakan express.co.uk.
Ia memenangkan tiga Grammy, selain juga meraih Grammy Lifetime Achievement Award pada usia 36 tahun, dan telah dicantumkan dalam berbagai hall of fame musik.(ote)
Editor : Miftahul Khair