KEJAHATAN SIBER semakin beragam dan kian mengancam. Salah satunya ialah penggunaan QRIS palsu.
Eko B Supriyanto, Chairman Infobank Institute mengatakan ada tren baru yang memanfaatkan QRIS palsu atau disebut QR Phising.
QRIS phising adalah modus penipuan yang menggunakan kode QR palsu untuk mengelabui pengguna dan mengambil uang atau data mereka.
Kode QR palsu ini biasanya ditempel di tempat-tempat umum seperti rumah ibadah, toko, atau restoran, dan meniru kode QR yang sah dari organisasi atau penyedia layanan pembayaran.
“Dengan QR Phising ini pelaku bisa membajak ketika kita bertransaksi,” terangnya.
Selain itu, ada pula banking malware adalah perangkat lunak atau kode berbahaya yang dirancang untuk merusak perangkat komputasi atau mengumpulkan data sensitif.
Malware dapat menginfeksi komputer dan smartphone. Cara kerja malware ini memiliki banyak variasi modus operandi dan metode infeksi.
Beberapa jenis malware bahkan dapat memantau seluruh operasi pada layar, melakukan intersepsi pesan, bahkan mengontrol kamera dan mikrofon perangkat.
Ia menyebut, sebagian besar jenis malware yang menyasar perangkat seluler cenderung memiliki tujuan yang sama: mendapatkan otorisasi untuk mengelola perangkat dan mencegat kredensial masuk dan informasi penting lainnya seperti SMS, OTP, dan lain-lain.
“Karena itu kalau ada kiriman ke hp jangan buru-buru dibuka, apalagi tidak ada nama, lebih baik di delete,” ucapnya.(sti)
Editor : Miftahul Khair