Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Haile Selassie: Kaisar Terakhir Ethiopia yang Dimakamkan di Bawah Toilet Istana

Miftahul Khair • Selasa, 27 Agustus 2024 | 12:15 WIB

DALAM PENAHANAN: Sebagian besar keluarga kerajaan Ethiopia, yang terlihat di belakang, meninggalkan negara itu dan dipenjarakan atau dieksekusi. (COMMONS.WIKIMEDIA.ORG)
DALAM PENAHANAN: Sebagian besar keluarga kerajaan Ethiopia, yang terlihat di belakang, meninggalkan negara itu dan dipenjarakan atau dieksekusi. (COMMONS.WIKIMEDIA.ORG)
THE New York Times terbitan 28 Agustus 1975 meyakini jika Kaisar Haile Selassie tewas dihabisi perwira militer rezim Derg, dalam penahanannya, 27 Agustus 1975 atau 49 tahun yang lalu.

Meskipun pada hari itu, media pemerintah melaporkan bahwa Kaisar terakhir Ethiopia tersebut meninggal karena kegagalan pernapasan menyusul komplikasi dari pemeriksaan prostat yang diikuti dengan operasi prostat.

Dalam buku tulisan Johannes Launhardt  berjudul Evangelicals in Addis Ababa (1919–1991), pada Februari 1974, terjadi kerusuhan serius selama empat hari di Addis Ababa akibat inflasi ekonomi yang tiba-tiba, sehingga menyebabkan lima orang tewas.

Kaisar menanggapinya dengan mengumumkan di televisi nasional penurunan harga bensin dan pembekuan harga bahan pokok.

Hal ini menenangkan masyarakat, namun janji kenaikan gaji militer sebesar 33 persen tidak cukup besar untuk menenangkan tentara, yang kemudian memberontak.

Pemberontakan dimulai di Asmara dan menyebar ke seluruh kekaisaran. Pemberontakan ini menyebabkan pengunduran diri Aklilu Habte-Wold sebagai perdana menteri pada 27 Februari 1974.

Haile Selassie kembali tampil di televisi untuk menyetujui tuntutan tentara untuk mendapatkan gaji yang lebih besar, dan menunjuk Endelkachew Makonnen sebagai perdana menteri baru.

Meskipun Endalkatchew memberikan banyak konsesi, ketidakpuasan terus berlanjut pada Maret dengan pemogokan umum selama empat hari yang melumpuhkan negara.

Derg, sebuah komite yang terdiri dari perwira militer berpangkat rendah dan tamtama, yang dibentuk pada Juni untuk menyelidiki tuntutan militer, memanfaatkan kekacauan pemerintah untuk menggulingkan Haile Selassie yang berusia 82 tahun pada 12 September.

Jenderal Aman Mikael Andom, seorang Protestan asal Eritrea, menjabat sebentar sebagai kepala negara sementara menunggu kembalinya Putra Mahkota Asfa Wossen, yang saat itu menerima perawatan medis di luar negeri.

Haile Selassie ditempatkan di bawah tahanan rumah sebentar di Divisi Angkatan Darat ke-4 di Addis Ababa.

Pada saat yang sama, sebagian besar keluarganya ditahan di kediaman mendiang Adipati Harar di utara ibu kota. Bulan-bulan terakhir kehidupan Kaisar dihabiskan di penjara, di Istana Agung.

Menurut situs Pitts River Museum, Kaisar yang berkuasa sejak 2 April 1930 tersebut, meninggal setahun kemudian saat masih ditahan.

Pada tahun 1992 jenazahnya ditemukan, dikuburkan di bawah toilet Istana, dan dipindahkan ke gereja Ba'ata Mariam Geta.

Terlepas dari pentingnya sejarah Haile Selassie, ketika pemakaman kembali jenazahnya akhirnya disetujui pada 2000, pemerintah Ethiopia menolak memberikan status pemakaman kenegaraan pada acara tersebut, karena baru-baru ini menuduh mantan Kaisar melakukan penindasan dan kebrutalan selama 45 tahun pemerintahannya. Ketertarikan masyarakat lokal juga lebih lemah dari yang diharapkan oleh penyelenggara.(ote)

 

 

 

Editor : Miftahul Khair
#sejarah #hari ini #Ethiophia #Kaisar Haile Selassie