HARI ini, 9 September, ternyata juga diperingati sebagai Hari Kendaraan Listrik Sedunia (World Electric Vehicle Day). Bahkan tahun ini merupakan peringatan kali kelima dengan kampanye emobilitas terbesar tahun ini.
Dilansir dari situs worldevday.org, Hari Kendaraan Listrik Sedunia digagas oleh Ade Thomas dan perusahaan media keberlanjutan miliknya, Green.TV. Mereka juga merangkul ABB, sebuah perusahaan teknologi global.
Hari Kendaraan Listrik Sedunia kali pertama diperingati pada 9 September 2020. Gagasan tersebut diciptakan untuk meningkatkan kesadaran dan mempromosikan peralihan ke kendaraan listrik di seluruh dunia.
Menyatukan perusahaan dan individu, pembuat kebijakan dan pemimpin pemikiran, maka Hari Kendaraan Listrik Sedunia adalah hari aktivasi dan pengumuman yang terus mendorong gerakan emobilitas di seluruh dunia.
Sebelumnya, Hari Kendaraan Listrik Sedunia telah menarik perhatian sistem politik global, termasuk dibahas di parlemen Inggris dan dirayakan oleh penasihat iklim utama Gedung Putih.
Pada 2023, Hari Kendaraan Listrik Sedunia mencapai lebih dari 200 juta tayangan di jejaring twitter/X di 119 negara, seperti Ford, Nissan, Tata, Volvo Trucks, ABB, Parker Lord, Leaseplan, EY, FedEx, dan banyak lagi yang berkumpul untuk merayakan emobilitas.
Tahun ini, situs worldevday.org akan kembali bertanya kepada dunia usaha, para pembuat kebijakan, dan individu di seluruh dunia, bagaimana mereka akan #DriveChange untuk terus mendukung peralihan menuju masyarakat yang terdekarbonisasi.
Dilansir dari Buku Air Pollution from Motor Vehicles: Standards and Technologies for Controlling Emissions tulisan Asif Faiz, Christopher S. Weaver, dan Michael P. Walsh, dijelaskan bahwa kendaraan listrik sendiri merupakan kendaraan yang menggunakan satu atau lebih motor listrik sebagai penggeraknya.
Kendaraan dapat ditenagai oleh sistem kolektor, dengan listrik dari sumber luar kendaraan, atau dapat ditenagai secara mandiri oleh baterai atau dengan mengubah bahan bakar menjadi listrik menggunakan generator atau sel bahan bakar. Kendaraan listrik sendiri mencakup kendaraan jalan raya dan kereta api, perahu listrik dan kapal bawah air, pesawat listrik, dan pesawat ruang angkasa listrik.
Kendaraan listrik pertama kali muncul pada akhir abad ke-19, ketika Revolusi Industri Kedua melahirkan elektrifikasi. Penggunaan listrik adalah salah satu metode yang disukai untuk penggerak kendaraan bermotor karena memberikan tingkat ketenangan, kenyamanan dan kemudahan pengoperasian yang tidak dapat dicapai oleh mobil bermesin bensin pada saat itu, namun menimbulkan kekhawatiran karena terbatasnya penyimpanan energi yang ditawarkan oleh kendaraan bersangkutan.
Teknologi baterai menghambat adopsi massal kendaraan listrik pribadi sepanjang abad ke-20. Mesin pembakaran internal (baik mesin bensin maupun diesel) merupakan mekanisme penggerak yang dominan pada mobil dan truk selama sekitar 100 tahun, namun penggerak bertenaga listrik tetap menjadi hal yang lumrah pada jenis kendaraan lain, seperti kendaraan angkutan massal bertenaga saluran udara seperti kereta listrik, trem, monorel dan bus troli, serta berbagai kendaraan pribadi bertenaga baterai kecil, berkecepatan rendah, dan jarak pendek seperti skuter mobilitas.
Kendaraan listrik hibrida, dimana motor listrik digunakan sebagai penggerak tambahan pada mesin pembakaran internal, menjadi lebih luas pada akhir tahun 1990-an.
Kendaraan listrik hibrida plug-in, yang motor listriknya dapat digunakan sebagai tenaga penggerak utama dan bukan sebagai pelengkap, belum diproduksi massal hingga akhir tahun 2000-an, dan mobil listrik berbahan bakar baterai belum menjadi pilihan praktis bagi pasar konsumen hingga tahun 2010-an.
Kemajuan dalam bidang baterai, motor listrik, dan elektronika daya telah membuat mobil listrik lebih layak digunakan dibandingkan abad ke-20. Sebagai cara untuk mengurangi emisi karbon dioksida dan polutan lainnya, dan untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil, insentif pemerintah tersedia di banyak bidang untuk mendorong penggunaan mobil dan truk listrik. (ote)
Editor : Miftahul Khair