Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Tungku Pembakaran Keramik di Museum Kalimantan Barat, Jadi Saksi Kejayaan Keramik Pada Masa Lampau

Miftahul Khair • Senin, 16 September 2024 | 15:07 WIB
Tungku Pembakaran keramik di Musem Kalimantan Barat. (RAVICO/PONTIANAK POST)
Tungku Pembakaran keramik di Musem Kalimantan Barat. (RAVICO/PONTIANAK POST)

PONTIANAK - Di tengah koleksi Museum Provinsi Kalimantan Barat yang memukau, terdapat sebuah artefak bersejarah yang menarik perhatian pengunjung.

Benda tersebut adalah tungku pembakaran keramik, sebuah warisan masa lampau yang menjadi saksi kejayaan industri keramik di Kalimantan Barat.

Meski terlihat sederhana, tungku ini menyimpan cerita panjang tentang keterampilan tangan dan tradisi lokal yang kaya.

Bentuk tungku yang dipamerkan di museum ini cukup besar, terbuat dari tanah liat dan batu bata yang tahan panas.

Bagian dalamnya didesain untuk menampung panas yang tinggi, mencapai ratusan derajat Celsius, guna memastikan keramik yang dihasilkan memiliki kualitas unggul.

Proses pembakaran yang menggunakan kayu bakar sebagai bahan bakar utama berlangsung selama beberapa jam hingga beberapa hari, tergantung ukuran dan jenis keramik yang dibuat.

Akan tetapi yang di perlihatkan di museum hanyalah batu biasa, akan tetapi tidak menutup kemungkinan bentuk yang diceritakan hampir sama dengan yang di perlihatkan di museum.

Pengunjung yang melihat langsung tungku ini seringkali terpesona dengan ukuran dan detail konstruksinya.

Tungku tersebut tak hanya berfungsi sebagai alat, tetapi juga mencerminkan pengetahuan teknis dan keterampilan komunitas pembuat keramik pada masa itu.

Masyarakat Melayu dan Tionghoa, yang hidup berdampingan di Pontianak, memainkan peran besar dalam industri keramik ini, dengan beberapa daerah di Kalimantan Barat terkenal sebagai pusat produksi keramik.

Mengutip dari artikel kebudayaan kemdikbud, pabrik keramik pertama di Kalimantan Barat didirikan di Desa Sedap Singkawang pada tahun 1933.

Baca Juga: Belajar Sejarah dan Arsitektur Lewat Miniatur Bangunan di Museum Kalimantan Barat

Menurut penelitian para ahli, Tungku Pembakaran Keramik tradisional seperti saat ini adalah salah satu yang tersisa di Asia Tenggara. Pada saat sekarang, selain ditemukan di Filipina benda-benda keramik serupa di produksi di Desa Sudah yang dikenal dengan sebutan Keramik Singkawang.

Di samping tungku pembakaran, museum juga menampilkan berbagai hasil keramik yang pernah diproduksi menggunakan tungku ini, mulai dari piring, guci, hingga berbagai peralatan rumah tangga.

Keramik-keramik ini memiliki pola yang rumit, warna yang khas, serta ketahanan yang luar biasa. Beberapa di antaranya bahkan ditemukan dalam kondisi hampir sempurna, meski telah berusia ratusan tahun.

Keberadaan tungku pembakaran keramik di Museum Kalimantan Barat bukan hanya sekadar benda mati yang dipajang, tetapi juga pengingat pentingnya industri kerajinan lokal dalam kehidupan masyarakat Pontianak.

Industri ini tidak hanya memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga menjadi komoditas perdagangan yang penting, baik di pasar lokal maupun internasional pada zamannya.

Hal ini membuktikan bahwa Kalimantan Barat, terutama Pontianak, pernah menjadi pusat industri keramik yang cukup diperhitungkan di kawasan Asia Tenggara.
Mengunjungi museum ini bukan sekadar perjalanan untuk melihat benda-benda kuno, melainkan sebuah pengalaman yang membawa kita lebih dekat dengan masa lalu.

Anda diajak untuk memahami bagaimana sejarah, keterampilan, dan kebudayaan masyarakat Kalimantan Barat berkembang melalui benda-benda yang tampak sederhana, namun memiliki makna yang begitu dalam. (rav/mgg)

Editor : Miftahul Khair
#museum kalimantan barat