HARI ini, 20 September, diperingati oleh dunia sebagai Hari Bersih-bersih Sedunia (World Cleanup Day). Semula, hari tersebut diperingati setiap Sabtu pekan ketiga bulan September, setiap tahunnya, namun sejak tahun ini, secara resmi telah dinyatakan sebagai hari resmi PBB, di mana peringatannya berlangsung setiap 20 September, setiap tahunnya.
Dilansir dari sejumlah media daring, aksi Hari Bersih-bersih Sedunia merupakan aksi bersih-bersih serentak yang diinisiasi pertama kali oleh organisasi masyarakat di Estonia yang disebut Let’s Do It pada 2008.
Setelah 10 tahun perjalanan, gerakan ini disambut oleh berbagai negara dan menjadi asal muasal lahirnya Hari Bersih-bersih Sedunia, untuk melakukan aksi bersih-bersih secara serentak.
Sementara dilansir dari situs Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), pada 8 Desember 2023, Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, dalam sesi ke-78, dengan suara bulat mengadopsi resolusi 78/122 sebagai Hari Bersih-bersih Sedunia.
Dalam resolusi tersebut, mereka menyatakan 20 September sebagai Hari Bersih-bersih Sedunia. Resolusi tersebut mengundang seluruh negara anggota, organisasi-organisasi dalam sistem Perserikatan Bangsa-Bangsa, organisasi internasional dan regional lainnya, serta pemangku kepentingan terkait lainnya, termasuk masyarakat sipil, sektor swasta, dan akademisi; untuk memperingati Hari Bersih-bersih Sedunia.
Pada hari tersebut, melalui kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan peran kebersihan, mereka mengupayakan peran serta dalam pembangunan berkelanjutan.
Program Pemukiman Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (UN-Habitat) memfasilitasi perayaan hari tersebut.
Selama bertahun-tahun, banyak pemerintah dan komunitas nasional, regional dan, lokal telah melakukan kegiatan pembersihan secara global. Hari Bersih-bersih Sedunia merupakan refleksi atas pencapaian mereka.
Kegiatan bersih-bersih ini mengingatkan semua pihak akan tanggung jawab bersama, dalam menjaga dan memelihara lingkungan yang bersih dan sehat, serta pengelolaan limbah dan sumber daya yang berkelanjutan.
Peringatan tersebut rencananya akan dipusatkan di Kota Tromsø, Norwegia. Kota tersebut dipilih sebagai Kota Arktik dan Sampah Laut. Acara ini diselenggarakan dengan dukungan dari UN-Habitat, GRID-Arendal, dan Dana Lingkungan Pengecer Norwegia, serta bekerja sama dengan Kementerian Pemerintah Daerah dan Pembangunan Daerah, Kota Tromsø, Fram Centre, dan Let's Do It World , bertujuan untuk menginspirasi komunitas global untuk mengadopsi praktik berkelanjutan yang melindungi kawasan Arktik.
Ekosistem Arktik yang rapuh memerlukan upaya terfokus pada pembersihan plastik dan sampah laut. Kota-kota seperti Tromsø, di lingkaran Arktik, menghadapi tantangan unik karena cuaca ekstrem, isolasi, dan infrastruktur yang mahal.
Hari Bersih-bersih Sedunia yang pertama di Tromsø menampilkan strategi pengelolaan sampah inovatif Norwegia, yang disesuaikan dengan iklim yang keras.
Acara ini akan menyoroti peran inovasi, keterlibatan masyarakat, dan kolaborasi dalam menciptakan sistem limbah berkelanjutan yang melindungi lingkungan Arktik dan berkontribusi terhadap upaya pengurangan limbah global.
Hal ini juga menekankan pentingnya pembersihan profesional dan mekanisme pendanaan inovatif dalam mengatasi tantangan pengelolaan sampah di lingkungan perkotaan yang kompleks. (ote)
Editor : Miftahul Khair