Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

World Tourism Day, Hari Pariwisata Sedunia atau Hari Kepariwisataan Sedunia?

Miftahul Khair • Jumat, 27 September 2024 | 14:06 WIB

 

Ilustrasi tourism.
Ilustrasi tourism.

KAMUS Besar Bahasa Indonesia mengartikan pariwisata sebagai sesuatu yang berhubungan dengan perjalanan untuk rekreasi; pelancongan; turisme. Namun, jika ditinjau dari segi etimologis, tourism tak bisa diterjemahkan sebagai pariwisata, sehingga tak tepat jika World Tourism Day yang diperingati pada hari ini, 27 September, diterjemahkan sebagai Hari Pariwisata Sedunia.

Situs pemasaranpariwisata.com menjelaskan bahwa kata pariwisata, menurut para ahli bahasa, sebenarnya berasal dari bahasa Sansekerta. Pariwisata terdiri dari dua suku kata, yaitu pari dan wisata.

Pari diartikan sebagai seluruh, semua/total, penuh, sementara wisata berarti perjalanan wisata. Oleh karena itu, kata pariwisata lebih tepat dipadankan dengan kata tour bukan tourism.

Kata tour sendiri sebenarnya berasal dari Bahasa Latin yaitu tornus dari asal kata tornare yang dapat diartikan sebagai gerakan memutar. Tornare juga berhubungan dengan Bahasa Perancis kuno tourner dan Bahasa Inggris kuno yaitu tyrnan dan turnian yang artinya pergi dan kembali lagi.

Kata tour menurut American Dictionary Heritage (2021) merupakan kata benda yang diartikan sebagai A trip with visits to various places of interest for business, pleasure, or instruction, A group organized for such a trip or for a shorter sightseeing excursion, A brief trip to or through a place for the purpose of seeing it: a tour of the house, A journey to fulfill a round of engagements in several places: a pianist on a concert tour, A shift, as in a factory; A period of duty at a single place or job, dan Sports A series of professional tournaments, as in golf.

Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa kata tour merupakan kegiatan spesifik dari pergi dan kembali dalam lingkup perjalanan wisata dengan berbagai tujuan seperti bersenang-senang, olahraga, bisnis, tugas dan lain-lain.

Dengan demikian dapat diartikan bahwa pengertian pariwisata adalah kegiatan perjalanan wisata yang dilakukan secara penuh mulai dari tempat tinggal menuju ke tempat tujuan wisata (destinasi) dan kembali lagi ke tempat asal (origin) yang dapat menghasilkan pengalaman total bagi pelaku kegiatan perjalanan wisata tersebut.

Kegiatan pariwisata dapat dilakukan baik secara terencana maupun tidak terencana, yang pada intinya dapat menghasilkan pengalaman total bagi pelaku kegiatan pariwisata baik pengalaman baik ataupun buruk.

Dari pengertian tersebut dapat dipahami bahwa kegiatan perjalanan wisata merupakan bagian dari kegiatan pariwisata, karena kegiatan pariwisata merupakan kegiatan keseluruhan atau total dari kegiatan perjalanan wisata itu sendiri.

Kegiatan pariwisata memperlihatkan beberapa komponen penting yang menjadikan kegiatan tersebut terjadi seperti tempat tinggal, perjalanan, pelaku perjalanan wisata, dan tempat tujuan wisata. Para pelaku kegiatan pariwisata juga memerlukan beberapa komponen yang dapat mendukung kegiatan pariwisata seperti atraksi wisata atau daya tarik wisata, fasilitas dan pelayanan pariwisata, dan infrastruktur/prasarana pariwisata.

Sementara kepariwisataan lebih tepat dipadankan dengan kata tourism. Kata Tourism mengacu pada suatu pengertian konseptual yang berkaitan dengan kata tour yang mengandung akhiran -ism.

Akhiran –ism sendiri dalam bahasa Inggris melekat pada suku kata asal yang mengacu pada suatu paham atau fenomena yang terkait dengan kata asal tersebut, seperti halnya dengan akhiran –ism pada kata-kata seperti ideal menjadi idealism, capital menjadi capitalism, atau kata feudal menjadi feudalism dan lain-lain.

Oleh karena itu kepariwisataan merupakan segala fenomena yang berasal dari kegiatan perjalanan wisata (tour) dan pariwisata.

Dalam hal ini, kepariwisataan didefinisikan sebagai segala sesuatu yang terkait dengan kegiatan pariwisata beserta dampaknya yang terjadi, karena adanya kontak/interaksi antara pelaku perjalanan wisata dengan daya tarik wisata, sarana penunjang wisata, dan infrastruktur/prasarana yang disediakan oleh komunitas, swasta, dan pemerintah, dimulai dari saat meninggalkan tempat tinggal, pada saat di perjalanan, di tempat tujuan, sampai kembali lagi ke tempat tinggalnya.

Dari pengertian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa kepariwisataan adalah suatu fenomena yang terjadi karena diakibatkan oleh pergerakan manusia dari tempat tinggalnya untuk melakukan suatu kegiatan perjalanan wisata baik liburan atau bisnis sampai ia kembali ke tempat tinggalnya semula.

Fenomena tersebut membentuk suatu sistem yang kompleks yang di dalamnya terdapat komponen-komponen serta elemen-elemen yang saling terkait seperti tempat tinggal, tempat tujuan, perjalanan, sarana/prasarana, dll.

Kompleksitas fenomena tersebut juga diakibatkan oleh sifat industri yang multi produsen dan konsumen, karena karakternya berbentuk multi pemangku kepentingan (multi stakeholders). Sistem yang kompleks tersebut biasanya disebut dengan sistem kepariwisataan (tourism system). (ote)

Editor : Miftahul Khair
#hari pariwisata dunia #WORLD TOURISM DAY