Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Hari Ini, Hari Rabies Sedunia, Bagaimana Sejarahnya?

Miftahul Khair • Sabtu, 28 September 2024 | 14:56 WIB
Hari Rabies Sedunia.
Hari Rabies Sedunia.

HARI ini, 28 September, di dalam dunia kesehatan ternyata juga diperingati sebagai Hari Rabies Sedunia (World Rabies Day). Hari yang kali pertama diperingati pada 2007, berkat inisiatif Aliansi Global untuk Pengendalian Rabies (GARC).

Menurut situs onlymyhealth.com, 28 September dipilih untuk menghormati Louis Pasteur, yang mengembangkan vaksin rabies pertama. Karyanya meletakkan dasar bagi pencegahan rabies modern, di mana Hari Rabies Sedunia merayakan pencapaian besar ini sambil terus menekankan pentingnya vaksinasi.

Rabies, penyakit zoonosis yang terutama disebarkan oleh hewan yang terinfeksi, memiliki tingkat kematian hampir 100 perseb begitu gejalanya muncul. Penyakit ini ditularkan melalui gigitan atau cakaran hewan yang terinfeksi, dan anjing bertanggung jawab atas sebagian besar kasus rabies pada manusia.

Meskipun terdapat bahaya yang ditimbulkannya, rabies dapat dicegah melalui vaksinasi yang tepat waktu dan perawatan medis yang tepat, sehingga kampanye kesadaran seperti Hari Rabies Sedunia menjadi penting di wilayah-wilayah berisiko tinggi.

Hari Rabies Sedunia, yang diperingati pada 28 September setiap tahun, didedikasikan untuk meningkatkan kesadaran global tentang pencegahan rabies dan menyoroti upaya yang dilakukan untuk mengendalikan penyakit mematikan ini. Dipelopori oleh Aliansi Global untuk Pengendalian Rabies (GARC), hari ini adalah kesempatan untuk merefleksikan sejauh mana kemajuan yang telah kita capai dan tantangan yang masih kita hadapi dalam memberantas rabies.

Rabies merupakan penyakit virus mematikan yang menyerang sistem saraf pusat mamalia, termasuk manusia. Penyakit ini terutama ditularkan melalui gigitan atau cakaran hewan yang terinfeksi, paling sering anjing.

Begitu gejala rabies muncul, penyakit ini hampir selalu berakibat fatal, sehingga pengobatan segera setelah terpapar sangat penting. Penelitian menunjukkan bahwa virus rabies berpindah melalui sistem saraf ke otak, menyebabkan gejala neurologis yang parah seperti agitasi, halusinasi, dan kelumpuhan.

Meskipun tingkat keparahannya sangat parah, rabies sepenuhnya dapat dicegah melalui vaksinasi yang tepat waktu dan perawatan luka yang tepat, sehingga kesadaran dan intervensi dini sangat penting di daerah berisiko tinggi.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tema Hari Rabies Sedunia tahun 2024 adalah Menembus Batas Rabies. Tema ini berfokus pada mendorong kemajuan dan melampaui status quo saat ini dalam memerangi rabies.

Hal ini memerlukan komitmen global untuk menghilangkan hambatan yang menghalangi akses terhadap vaksin, layanan kesehatan, pendidikan, dan sumber daya—terutama di daerah pedesaan dan tertinggal di mana rabies masih menjadi ancaman kesehatan masyarakat yang signifikan.

Pesan di balik tema tahun ini menekankan pentingnya beralih dari metode tradisional dalam pencegahan rabies dan mengadopsi pendekatan yang inovatif dan inklusif. Dengan mendobrak batasan-batasan ini, masyarakat dapat bergerak lebih dekat untuk mencapai tujuan global dalam mengakhiri kematian manusia akibat rabies pada 2030. (ote)

Editor : Miftahul Khair
#sejarah hari ini #hari rabies sedunia #world rabies day