MAYORITAS orang beranggapan kalau menjadi vegetarian hanya boleh mengonsumsi makanan berbasis tumbuhan dan menghindari produk hewani sepenuhnya. Apakah pendapat tersebut benar? Di Hari Vegetarian Sedunia (World Vegetarian Day) ini, pontianakpost.jawapos.com akan mengulas istilah ini.
Dilansir dari situs halodoc, dijelaskan bahwa vegetarian adalah pola makan yang mengutamakan konsumsi makanan berbasis tumbuhan alias nabati setiap harinya. Akan tetapi, ini tidak berarti bahwa seorang vegetarian sama sekali tidak boleh mengonsumsi produk hewani.
Variasi dalam pola makan untuk orang vegetarian bisa berbeda, bergantung pada jenis diet vegetarian yang diikuti. Makanan berbasis tumbuhan mengandung berbagai nutrisi yang diperlukan tubuh.
Jika diterapkan dengan benar, diet ini bisa mampu memberikan banyak manfaat bagi kesehatan. Diet vegetarian diyakini mampu mengurangi risiko obesitas, kanker usus besar, diabetes tipe 2, dan hipertensi.
Di sisi lain, tak sedikit orang yang beranggapan kalau vegan dan vegetarian itu sama. Padahal, keduanya punya perbedaan yang cukup mencolok. Vegan adalah jenis vegetarian yang sangat ketat, di mana mereka sepenuhnya menghindari konsumsi produk hewani.
Sementara itu, vegetarian adalah pola makan yang mengutamakan konsumsi makanan tumbuhan. Bedanya, vegetarian tidak sepenuhnya melarang konsumsi produk hewani seperti layaknya penganut vegan.
Batasan dalam pola makan vegetarian berbeda-beda. Selain vegan, terdapat beberapa jenis vegetarian lainnya, antara lain lacto-vegetarian, ovo-vegetarian, lacto-ovo vegetarian, pescatarian, dan flexitarian
Lacto-vegetarian sendiri merupakan penganut vegetarian yang masih memperbolehkan konsumsi produk olahan susu seperti yoghurt dan keju, sementara ovo-vegetarian adalah jenis vegetarian yang menghindari daging dan produk susu, tetapi masih boleh mengonsumsi telur.
Untuk lacto-ovo vegetarian dijelaskan sebagai kombinasi dari lacto dan ovo vegetarian, yakni masih memperbolehkan konsumsi produk olahan susu dan telur, tetapi tetap menghindari daging.
Di sisi lain, pescatarian merupakan pola makan yang tidak memperbolehkan konsumsi daging, telur, atau produk susu, tetapi masih boleh mengonsumsi makanan laut. Untuk diet yang memperbolehkan konsumsi produk hewani pada waktu tertentu, sering kali dilakukan oleh mereka yang baru beralih ke pola makan vegetarian dan masih butuh penyesuaian, disebut sebagai flexitarian.
Jika dijalankan dengan benar, pola makan vegetarian dapat memberikan segudang manfaat kesehatan, seperti penurunan berat badan, mengurangi risiko aterosklerosis dan penyakit jantung, membantu mengontrol kadar gula darah,
cenderung memiliki tekanan darah lebih rendah dibandingkan mereka yang sering mengonsumsi daging, risiko kanker lebih rendah, meningkatkan fungsi sistem pencernaan, serta mengontrol berat badan dan sering digunakan sebagai program diet.
Meski demikian, jika tidak diterapkan dengan benar atau kebutuhan nutrisinya tidak diperhatikan, ada beberapa risiko kesehatan yang mungkin timbul meliputi defisiensi vitamin B12 dan D, kekurangan protein, kekurangan asam lemak omega-3, defisiensi zat besi, serta kekurangan kalsium. (ote)
Editor : Miftahul Khair