Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Siapa Penemu Sabun Cair? dan Kapan Menjadi Produk Massal?

Miftahul Khair • Selasa, 15 Oktober 2024 | 14:14 WIB
SABUN CAIR: William Shepphard yang dipercaya sebagai penemu sabun cair, meski dia menyebut sebagai penyempurna produk tersebut.
SABUN CAIR: William Shepphard yang dipercaya sebagai penemu sabun cair, meski dia menyebut sebagai penyempurna produk tersebut.

KEBANYAKAN produk sabun yang digunakan untuk pencuci tangan saat ini berupa sabun cair. Di Hari Mencuci Tangan Pakai Sabun (Global Handwashing Day) yang diperingati setiap tanggal 15 Oktober, pontianakpost.jawapos.com mencoba menelusuri mengenai sejarah sabun cair yang kini lebih menjadi andalan untuk pencuci tangan.

Dilansir dari situs botaniesoap.com, sabun cair pertama dipatenkan pada 1865 oleh William Shepphard. Dia sering disebut-sebut sebagai penemunya, namun mengingat patennya secara resmi terdaftar sebagai Sabun Cair yang Disempurnakan, tampak jelas sudah ada sabun cair yang beredar.

Dalam patennya, Shepphard mengumumkan bahwa dia menemukan bahwa menambahkan sabun biasa dalam jumlah kecil ke dalam alkohol amonia atau hartshorn dalam jumlah besar, akan menghasilkan cairan kental yang konsistensinya sebanding dengan molase.

Sebagian besar sabun cair sebelum paten Sheppard digunakan untuk keperluan industri, dan banyak sabun cair setelahnya juga digunakan, termasuk rumah sakit dan tempat umum di mana para pembaca dapat menemukannya.

Meskipun populer pada awal hingga pertengahan 1900-an, baru pada 1980 sabun cair diproduksi secara massal untuk keperluan rumah tangga. Minnetonka Corporation of Minnesota merilis softsoap pada 1980, dan produk mereka mendapatkan keuntungan besar karena menjadi yang pertama.

Namun, butuh usaha keras bagi Minnetonka untuk bisa mengalahkan pesaingnya yang lebih besar. Colgate, pembuat Irish Spring, dan Proctor & Gamble, pembuat Ivory, keduanya berada dalam posisi untuk merilis sabun cair dan memanfaatkan peluang pasar yang terbuka lebar.

Kunci suksesnya adalah dispenser. Tanpa pompa yang sesuai – dan pompa yang sesuai hanya dibuat oleh beberapa pabrik di Amerika Serikat (AS) – upaya sabun cair apa pun akan gagal, tidak peduli seberapa besar perusahaan tersebut.

Strategi Minnetonka untuk mengalahkan pesaingnya adalah dengan membeli semua dispenser pompa plastik di negara tersebut. Strategi mereka berhasil.

Minnetonka menikmati monopoli virtual atas sabun cair hingga dibeli oleh Colgate-Palmolive pada 1987. Strategi Minnetonka masih disebutkan dalam publikasi bisnis sebagai model pengambilan risiko yang cerdas dan penuh perhitungan. Sementara itu, Colgate-Palmolive terus memproduksi Softsoap sejak membeli Minnetonka. (ote)

Editor : Miftahul Khair
#sejarah sabun cair #sejarah hari ini #sabun cair