Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Kota Kecil dan Desa Besar, di Mana Letak Perbedaannya?

Miftahul Khair • Kamis, 31 Oktober 2024 | 13:27 WIB
NUSANTARA: Kota Nusantara, calon ibukota Republik Indonesia di masa mendatang.
NUSANTARA: Kota Nusantara, calon ibukota Republik Indonesia di masa mendatang.

KAMUS Besar Bahasa Indonesia mengartikan kota sebagai daerah permukiman yang terdiri atas bangunan rumah, yang merupakan kesatuan tempat tinggal dari berbagai lapisan masyarakat; daerah pemusatan penduduk dengan kepadatan tinggi serta fasilitas modern dan sebagian besar penduduknya bekerja di luar pertanian; serta dinding (tembok) yang mengelilingi tempat pertahanan. Namun bagaimanakah sebaiknya mendefinisikan kota.

Dilansir dari situs Britannica, kota merupakan pusat populasi yang relatif permanen dan sangat terorganisir, yang lebih besar atau penting dibandingkan kota atau desa. Nama kota diberikan kepada komunitas perkotaan tertentu berdasarkan beberapa perbedaan hukum atau konvensional yang dapat berbeda-beda antar wilayah atau negara.

Namun dalam banyak kasus, konsep kota mengacu pada tipe komunitas tertentu, komunitas perkotaan, dan budayanya, yang dikenal sebagai urbanisme. Di Hari Kota Sedunia (World Cities Day) yang diperingati setiap tahun pada 31 Oktober, membahas istilah kota tentu sangat menarik.

Britannica sendiri memandang kota dengan pemerintahan kota yang hampir di mana-mana sebagai ciptaan otoritas politik yang lebih tinggi, di mana biasanya negara bagian atau nasional.

Di sebagian besar negara-negara barat, pelimpahan kekuasaan ke kota terjadi melalui undang-undang yang mendelegasikan pemerintahan sendiri secara terbatas kepada perusahaan-perusahaan lokal.

Beberapa negara Eropa mengadopsi peraturan kota umum yang mengizinkan kontrol administratif terpusat atas wilayah bawahan melalui hierarki prefek departemen dan walikota setempat.

Negara-negara sosialis umumnya menggunakan sistem hierarki dewan lokal yang berhubungan dengan, dan berada di bawah wewenang, badan pemerintahan di tingkat pemerintahan yang lebih tinggi.

Sebagai suatu tipe komunitas, kota dapat dianggap sebagai konsentrasi populasi yang relatif permanen, dengan beragam tempat tinggal, tatanan sosial, dan aktivitas pendukungnya, menempati lokasi yang kurang lebih terpisah dan memiliki kepentingan budaya yang membedakannya dari tipe komunitas lainnya. pemukiman dan pergaulan manusia.

Akan tetapi, dari segi fungsi dasar dan ciri-cirinya yang belum sempurna, kota tidak dapat dibedakan dengan jelas dari kota kecil atau bahkan desa besar.

Jumlah penduduk, luas wilayah, atau kepadatan pemukiman saja tidak cukup untuk menjadi kriteria pembeda, sementara banyak dari korelasi sosialnya (pembagian kerja, aktivitas non-pertanian, fungsi tempat sentral, dan kreativitas) menjadi ciri khas semua komunitas perkotaan pada tingkat yang berbeda-beda, dari kota kecil hingga kota metropolitan raksasa. (ote)

Editor : Miftahul Khair
#populasi #komunitas #kota