HARI Inovasi Indonesia (HII) ditetapkan jatuh setiap awal November atau 1 November, hari ini. Hari tersebut digagas Handi Irawan D, CEO Frontier Group dan penggagas berbagai penghargaan dan hari penting di Indonesia.
Dilansir dari situs frontier.co.id, Handi menginisiasi hari tersebut dengan semangat memotivasi perusahaan untuk berinovasi. Visi dan misi HII yang ingin dicapai adalah sebuah hari yang mengingatkan individu, pelaku bisnis, dan perusahaan di Indonesia untuk menciptakan budaya inovatif, untuk terciptanya produk dan layanan inovatif untuk kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat Indonesia.
Sementara misi HII adalah mendorong terciptanya mindset untuk melihat inovasi sebagai satu-satunya cara untuk meraih kesuksesan, mendorong agar individu dan pelaku bisnis untuk lebih produktif menciptakan gagasan dan ide-ide yang inovatif, serta mengingatkan pimpinan para pelaku bisnis untuk memiliki komitmen, mengubah gagasan dan ide yang inovatif menjadi produk dan layanan yang inovatif.
Sementara bertepatan dengan peringatan Hari Inovasi Indonesia 1 November 2018 lalu, Presiden Republik Indonesia saat masih dijabat Joko Widodo, turut mengajak seluruh kalangan untuk berinovasi.
Tidak hanya anak muda, namun juga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) diimbau untuk berinovasi. Menurut Presiden kala itu, sudah bukan zaman lagi BUMN bisa duduk tenang, merasa sudah berada pada posisi nyaman.
Perubahan-perubahan saat ini bisa menggerus kalau tidak berhati-hati merespons setiap perubahan. Pilihannya, menurut Jokowi hanya dua, inovasi atau ditinggal. Secara gamblang, dia menyiratkan perusahaan sekelas BUMN ataupun multinasional saja dapat tertinggal jika tidak berinovasi. Apalagi perusahaan swasta dan rintisan (startup).
Dia berharap dengan adanya Hari Inovasi Indonesia (HII), semangat para leader, pelaku bisnis, bahkan karyawan yang menjadi jiwa perusahaan itu sendiri kian terpacu dalam mewujudkan budaya inovatif, melahirkan produk inovatif serta layanan yang inovatif. (ote)
Editor : Miftahul Khair