Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Mengenal Komodo, Satwa Nasional Indonesia

Miftahul Khair • Selasa, 5 November 2024 | 13:03 WIB
Komodo.
Komodo.

DALAM Keputusan Presiden Nomor 4 Tahun 1993 tentang Satwa dan Bunga Nasional, disebutkan bahwa komodo merupakan satwa nasional. Di Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional yang diperingati setiap 5 November, pontianakpost.jawapos.com akan mengulas mengenai kadal raksasa endemik dari timur Indonesia ini.

Dari situs mawatu.co.id, Komodo (Varanus komodoensis) disebutkan sebagai hewan endemik asli Indonesia yang tidak bisa ditemukan di negara lain.

Komodo hanya bisa dijumpai di Pulau Komodo, Rinca, Flores, Gili Motang, dan Gili Dasami di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Sampai sekarang, komodo masih menjadi hewan yang paling dicari oleh para wisatawan yang berasal dari berbagai daerah maupun dari belahan dunia lain. Maka dari itu, eksistensi komodo ini perlu dijaga dengan baik.

Meski demikian, masih banyak orang yang belum mengenal dengan baik hewan komodo ini. Hewan komodo memiliki ciri-ciri, makanan dan habitat yang unik dan perlu untuk diketahui lebih lanjut.

Komodo adalah hewan asli dari penduduk Pulau Komodo. Hewan ini oleh masyarakat setempat diberi nama ora. Komodo adalah spesies terbesar dari famili varanidae dan dinobatkan sebagai kadal terbesar di dunia.

Komodo bisa memiliki rata-rata panjang sekitar 2 sampai 3 meter dan beratnya bisa mencapai 100 kilogram.

Hewan ini merupakan pemangsa puncak di habitatnya. Komodo adalah hewan yang sangat terkenal di dunia karena memiliki agresivitas yang tinggi terhadap mangsanya.

Meski demikian, habitat komodo perlahan mulai menyusut karena aktivitas manusia yang mulai mengganggu kehidupan mereka.

Maka dari itu, IUCN (Uni Internasional untuk Konservasi Alam) memasukkan komodo sebagai spesies yang rentan terhadap kepunahan dan termasuk sebagai hewan yang dilindungi.

Komodo mempunyai ukuran tubuh yang sangat besar, di mana komodo dewasa memiliki ukuran tubuh sekitar 2 sampai 3 meter. Mempunyai ekor yang berukuran sama panjang dengan tubuhnya.

Dapat mengeluarkan air liur yang kadang tercampur dengan darahnya. Kondisi tersebut terjadi karena hampir seluruh giginya dilapisi jaringan gingiva yang tercabik-cabik ketika makan.

Memiliki gigi sebanyak 60 buah dengan gerigi yang sangat tajam, panjang giginya mencapai 2.5 sentimeter dan sering mengalami pergantian. Komodo mempunyai lidah panjang yang berwarna kuning dan bercabang.

Hewan komodo memiliki ukuran jantan yang lebih besar ketimbang betinanya. Komodo jantan mempunyai warna tubuh abu-abu gelap sampai merah batu bata.

Komodo betina mempunyai warna tubuh hijau buah zaitun dan memiliki potongan kecil kuning pada tenggorokannya. Komodo muda memiliki kulit yang lebih berwarna seperti kuning, hijau dan putih.

Komodo adalah jenis hewan karnivora. Meski demikian, hewan ini lebih sering memakan daging bangkai. Komodo biasanya mencari makan dengan cara mengendap-endap dan kemudian diikuti dengan serangan secara tiba-tiba kepada korban.

Saat mangsa sudah berada dalam jangkauan komodo, maka ia akan langsung menyergap dan menggigit pada sisi bawah tubuh atau tenggorokannya.

Salah satu keunggulan komodo dalam mencari mangsa di habitatnya adalah dengan menggunakan lidahnya. Lidah komodo dapat merasakan bau mangsanya. Baik itu binatang yang sudah mati atau sekarat pada jarak sekitar 9,5 kilometer.

Komodo biasanya akan memakan hasil buruannya dengan cara mencabik-cabik dagingnya terlebih dahulu. Setelah itu, ia akan menelan bulat-bulat mangsa yang sudah mati. Komodo juga memiliki air liur yang dapat membantunya menghabiskan makanan dalam satu kali telan.

Sebagai hewan karnivora yang sangat agresif terhadap bangkai, komodo juga tidak segan-segan memangsa manusia dan mayat. Mereka biasanya akan menggali lubang makam yang dangkal dan kemudian memakan mangsa yang ingin ia santap. (ote)

Editor : Miftahul Khair
#nusa tenggara timur #Satwa Nasional #komodo