PONTIANAK - Gayung yang sering terendam air atau jarang dibersihkan bisa menjadi sangat kotor dan berlumut.
Lama-kelamaan, noda, kerak, atau bahkan lumut bisa menempel pada permukaan gayung, membuatnya terlihat kusam dan tidak higienis.
Hal ini tentu bisa mengganggu kenyamanan dan kebersihan kamar mandi. Untungnya, membersihkan gayung tidak harus memerlukan banyak tenaga atau waktu.
Untungnya kanal Youtube Zulaikha Pratiwy membagikan cara membersihkan gayung dengan bahan-bahan sederhana dan cara praktis yang bisa Anda coba di rumah.
Anda bisa mengembalikan gayung yang kotor menjadi kinclong tanpa perlu menyikat.
Bahan-Bahan yang Dibutuhkan:
- Satu bungkus sitrun (bisa dibeli di toko bahan kue)
- Sedikit sabun pencuci piring
- Air mendidih secukupnya
- Kuas kecil atau spons
Langkah-Langkah Membersihkan Kotoran di Gayung
- Siapkan Air Mendidih
Langkah pertama, didihkan air secukupnya untuk digunakan dalam campuran pembersih.
Pastikan air benar-benar mendidih agar lebih efektif dalam melarutkan kotoran yang menempel.
Karena air panas akan dicampur dengan sitrun, hasilnya akan lebih kuat untuk membersihkan kerak dan noda pada permukaan gayung.
- Campurkan Sitrun dengan Sedikit Sabun Pencuci Piring
Setelah air mendidih siap, siapkan wadah kecil untuk mencampur bahan-bahan pembersih. Masukkan satu bungkus sitrun ke dalam wadah.
Tambahkan sedikit sabun pencuci piring, sekitar satu sendok teh saja.
Sabun pencuci piring akan membantu menghilangkan minyak atau sisa kotoran yang mungkin menempel pada gayung.
- Tambahkan Air Mendidih
Tuangkan air mendidih ke dalam wadah berisi sitrun dan sabun pencuci piring.
Hati-hati saat menuangkan air panas agar tidak mengenai tangan.
Campuran ini harus segera diaduk rata agar bahan-bahan tercampur sempurna dan siap digunakan.
- Oleskan Campuran ke Gayung dengan Kuas
Ambil kuas atau spons, kemudian oleskan campuran tersebut ke seluruh permukaan gayung, terutama di bagian yang penuh dengan kerak dan noda membandel.
Tidak perlu merendam gayung dalam campuran ini, cukup oleskan secara merata hingga seluruh permukaan gayung terlapisi dengan campuran.
- Diamkan Selama Beberapa Menit
Setelah semua bagian gayung terlapisi, diamkan campuran tersebut selama sekitar 5–10 menit.
Waktu ini akan membantu sitrun dan sabun pencuci piring untuk bekerja melarutkan kotoran dan lumut yang sudah menempel lama.
Jika gayung sudah terlalu lama tidak dibersihkan, Anda bisa menambah waktu perendaman.
- Bilas dengan Air Bersih
Setelah didiamkan beberapa menit, bilas gayung dengan air bersih. Kotoran yang menempel akan mudah hilang saat dibilas.
Anda akan melihat perbedaan yang cukup signifikan, di mana gayung yang tadinya kusam dan kotor kini tampak lebih bersih dan kinclong.
Untuk noda yang membandel, ulangi proses oles dan diamkan hingga noda benar-benar hilang.
- Lakukan Perawatan Rutin
Agar gayung tidak kembali berlumut dan kotor, lakukan perawatan rutin.
Sebaiknya gayung dibersihkan setiap beberapa hari sekali atau setidaknya seminggu sekali untuk mencegah penumpukan lumut atau kerak.
Jika gayung selalu diletakkan di tempat yang lembap, pastikan untuk mengeringkannya setelah digunakan.
Tips Tambahan
- Gunakan Sarung Tangan
Sitrun adalah bahan dengan asam sitrat yang kuat. Sebaiknya gunakan sarung tangan saat mengaplikasikan campuran ini untuk menghindari iritasi pada kulit.
- Jangan Menyikat Terlalu Keras
Untuk jenis bahan plastik tertentu, menyikat terlalu keras bisa merusak permukaan. Metode pengolesan lebih aman dan efektif untuk menghilangkan noda tanpa merusak.
- Aplikasi pada Peralatan Lain
Campuran sitrun ini juga efektif digunakan untuk membersihkan peralatan plastik lainnya seperti ember atau tempat air yang sering berlumut.
Baca Juga: Meet dan Greet Fabio Quartararo di Lombok, Jumpa Fans dan Keliling Kota Naik Yamaha XMAX
Dengan cara yang mudah dan bahan yang terjangkau, kini Anda bisa membersihkan gayung dengan praktis dan tanpa repot menyikat.
Selain membuat gayung kembali kinclong, Anda juga bisa menjaga kebersihan kamar mandi secara keseluruhan dengan peralatan yang bebas dari lumut dan kotoran. (mif)
Editor : Miftahul Khair