PONTIANAK - Kain linen dikenal dengan bahan yang lembut, dan daya serap yang tinggi.
Akan tetapi untuk mencuci kain ini, harus menggunakan perhatian lebih dan khusus.
Hal ini dilakukan agar bisa tetap menjaga kualitas linen tetap awet dan bagus.
Dilansir Marta Stewart, serat linen memiliki struktur yang unik, membuatnya menjadi rentan terhadap kerusakan jika tidak ditangani dengan benar.
Pencucian yang tidak tepat, menjadikan linen akan menyusut, berubah warna, atau bahkan menjadi kusam.
Mengapa Linen Butuh Perawatan Lebih?
Bahannya yang ringan dan sejuk, terbuat dari serat tanaman rami, menjadikan bahan ini dapat digunakan untuk membuat apa saja, mulai dari celana hingga seprai.
Bahan ini sangat cocok digunakan, bagi mereka yang kesulitan untuk tetap sejuk di daerah beriklim.
Namun, kain ini memang memerlukan rutinitas pencucian yang khusus.
Hal ini dilakukan agar tetap menjaga bahan tetap baik, tanpa adanya kerusakan karena kesalahan mencuci. Seratnya lebih kaku dan rentan terhadap kerusakan.
Bahan ini juga sangat bagus dalam menyerap air dan keringat, kelebihan ini membuatnya nyaman ketika digunakan.
Tetapi kain ini cenderung mudah kusut, meskipun kelihatan alami dan bertekstur, kerutan pada linen bisa mengurangi penampilan.
Kain berbahan linen, sangat rentan terhadap perubahan suhu. Paparan suhu yang terlalu panas ataupun dingin, bisa menyebabkannya menyusut atau bahkan berubah warna.
Dengan memahami karakteristik nya, anda harus paham penting melakukan perawatan tepat.
Hal ini dilakukan agar dapat menjaga linen bertahan lebih lama dalam kondisi yang bagus, dan juga perawatan yang benar akan menjaga kelembutan, daya serap, serta warna alami dari bahan itu sendiri.
Langkah-Langkah Mencuci Linen
Pada tahapan awal, pastinya anda membutuhkan garment bag. Lalu lakukan penanganan awal, untuk noda dan tumpahan yang ada pada permukaan.
Kemudian anda bisa menyiapkan deterjen yang biasa digunakan atau deterjen khusus untuk bahan seperti linen.
Selanjutnya siapkan juga alat uap atau setrika, untuk menghilangkan kerutan pada kain.
Sebelum anda mulai mencuci, pastikan terlebih dahulu untuk anda memeriksa label pada pakaian untuk mengetahui petunjuk pencucian.
Hal ini dilakukan agar anda mengetahui bagaimana cara mencuci bahan tersebut dengan tepat, dengan apa saja yang boleh dan tidak boleh untuk dilakukan agar mencegah terjadinya kerusakan pada kain linen.
1. Bersihkan Noda Permukaan
Pada langkah pertama, pastinya anda harus terlebih dahulu membersihkan noda jika pada permukaan terdapat noda.
Bisa menggunakan bahan alami seperti soda kue atau baking soda, tetapi anda perlu mengujinya terlebih dahulu pada tempat yang tak terlihat.
2. Cuci Dengan atau Tanpa Mesin Cuci
Langkah kedua, anda bisa mencucinya dengan tangan maupun mesin cuci. Tergantung petunjuk yang ada pada label.
Biasanya bahan yang halus harus dicuci dengan tangan, sedangkan yang lebih keras dan tahan lama (seprai) bisa menggunakan mesin cuci.
Cara Mencuci Linen dengan Tangan
Siapkan baskom atau wadah yang besar, kemudian isi dengan air suam kuku. Lalu tambahkan larutan pencuci yang lembut secukupnya, dan aduk air dengan tangan untuk mendistribusikan sabun secara merata ke seluruh permukaan.
Setelah itu masukkan barang dengan bahan linen yang akan anda cuci ke dalam baskom atau wadah, lalu rendam dan biarkan selama 30 menit. Setelah itu anda bisa bilas kembali dengan air biasa.
Pastikan anda tidak memeras atau memutar kain linen, cukup tekan ke permukaan baskom atau wadah untuk membuang air yang tersisa dalam kain. Kemudian jemur dengan menggantungkannya di tali gantungan pakaian.
Cara Mencuci Linen dengan Mesin Cuci
Jika memang pada label tertera bisa dicuci menggunakan mesin cuci, anda bisa menggunakan laundry bag untuk mencucinya.
Hal ini guna mencegah kain yang halus, tertarik atau menggumpal karena bergesekan dengan kain lain saat dicuci.
Hindari pencampuran dengan bahan lainnya seperti jeans, yang dapat menyebabkan pergesekan kasar pada saat proses pencucian.
Anda menambahkan deterjen yang sudah disesuaikan dengan bahan.
Lalu anda bisa mencucinya seperti mencuci pakaian biasanya menggunakan mesin cuci, jika menggunakan mesin cuci otomatis pastikan anda menggunakan pengaturan siklus putaran normal dan suhu air yang tidak panas.
Jika sudah selesai anda harus segera mengeluarkannya, lalu kibaskan agar membantu mengurangi kerutan pada bahan. Lalu bisa anda keringkan sesuai label yang tertera, jika bisa dikeringkan menggunakan mesin maka anda dapat mengeringkannya sesuai petunjuk.
Gunakan pengaturan suhu dengan panas sedang, dan hindari pengeringan berlebihan untuk membantu mencegah kerusakan pada kain.
Anda juga bisa langsung menjemurnya saja tanpa mengeringkan dengan mesin cuci, berlaku pada kain linen yang halus.
Anda juga tidak perlu menyetrika atau uap kain, jika dirasa masih lembab saat keluar dari mesin pengering pakaian. Bahan tersebut akan mengering dan menjadi lembut, seiring dengan berjalannya waktu.
Tips Tambahan
Terdapat beberapa hal yang perlu anda ingat, ketika mencuci pakaian atau perlengkapan tidur berbahan linen.
Umumnya dengan mencuci menggunakan air dingin, merupakan pilihan terbaik untuk menjaga kualitas. Jangan lupa untuk menghindari pemutih, terlebih yang memiliki bahan kimia cukup keras.
Selain dapat merusak warna secara permanen, jika terlalu sering digunakan maka akan merusak permukaan pada bahan juga. Pastikan anda selalu periksa labelnya, sebelum anda mencuci bahan tersebut. (yol/mgg)
Editor : Miftahul Khair