IKAN merupakan salah satu dari sekitar 34 ribu spesies hewan vertebrata (filum Chordata) yang ditemukan di perairan tawar dan asin dunia.
Spesies hidup berkisar dari lamprey dan hagfish primitif tanpa rahang hingga hiu bertulang rawan, skate, dan pari hingga ikan bertulang yang melimpah dan beragam. Kebanyakan spesies ikan berdarah dingin; namun, satu spesies, opah (Lampris guttatus), berdarah panas.
Di Hari Ikan Nasional (Harkannas) yang diperingati setiap 21 November, penjelasan mengenai istilah hewan penghuni air ini menjadi begitu menarik.
Istilah ikan sebagaimana dijelaskan dari situs Britannica, diterapkan pada berbagai vertebrata dari beberapa garis evolusi. Ini menggambarkan bentuk kehidupan daripada kelompok taksonomi.
Sebagai anggota filum Chordata, ikan memiliki ciri-ciri tertentu yang sama dengan vertebrata lainnya. Ciri-ciri tersebut adalah celah insang pada suatu saat dalam siklus hidup, notochord, atau batang penyangga rangka, tali saraf berongga punggung, dan ekor.
Ikan hidup mewakili sekitar lima kelas, yang berbeda satu sama lain, seperti halnya empat kelas hewan yang biasa bernapas di udara—amfibi, reptil, burung, dan mamalia.
Misalnya, ikan tanpa rahang (Agnatha) memiliki insang di dalam kantong dan tidak memiliki ikat pinggang pada anggota badan.
Agnathan yang masih ada adalah lamprey dan hagfish. Sesuai dengan namanya, kerangka ikan kelas Chondrichthyes (dari kata chondr yang berarti tulang rawan dan ichthyes yang berarti ikan) seluruhnya terbuat dari tulang rawan.
Ikan modern kelas ini tidak memiliki kantung renang, dan sisik serta giginya terbuat dari bahan plasoid yang sama.
Hiu, skate, dan pari adalah contoh ikan bertulang rawan. Ikan bertulang sejati sejauh ini merupakan kelas terbesar. Contohnya berkisar dari kuda laut kecil hingga marlin biru seberat 450 kilogram (1.000 pon), dari sol pipih dan flounder hingga ikan puffer berbentuk kotak dan mola-mola laut.
Berbeda dengan sisik ikan bertulang rawan, sisik ikan bertulang, jika ada, akan tumbuh sepanjang hidup dan terdiri dari lempengan tulang tipis yang saling tumpang tindih.
Ikan bertulang sejati juga memiliki operkulum yang menutupi celah insang.
Studi tentang ikan, ilmu tentang ilmu pengetahuan tentang ikan, mempunyai arti penting yang luas.
Ikan menarik bagi manusia karena berbagai alasan, yang paling penting adalah hubungan dan ketergantungannya terhadap lingkungan.
Alasan yang lebih jelas mengenai ketertarikan terhadap ikan adalah perannya sebagai bagian yang moderat namun penting dalam pasokan pangan dunia.
Sumber daya ini, yang dahulu dianggap tidak terbatas, kini menjadi terbatas dan seimbang dengan faktor biologis, kimia, dan fisik lingkungan perairan.
Penangkapan ikan yang berlebihan, polusi, dan perubahan lingkungan merupakan musuh utama pengelolaan perikanan yang baik, baik di perairan tawar maupun di lautan. (Untuk pembahasan lebih rinci mengenai teknologi dan ekonomi perikanan, lihat penangkapan ikan komersial.)
Alasan praktis lainnya untuk mempelajari ikan adalah penggunaannya dalam pengendalian penyakit. Sebagai predator jentik nyamuk, mereka membantu memberantas malaria dan penyakit lain yang ditularkan oleh nyamuk.
Ikan adalah hewan laboratorium yang berharga dalam banyak aspek penelitian medis dan biologi.
Misalnya, kesiapan banyak ikan untuk menyesuaikan diri dengan penangkaran telah memungkinkan para ahli biologi mempelajari perilaku, fisiologi, dan bahkan ekologi dalam kondisi yang relatif alami.
Ikan sangat penting dalam studi perilaku hewan, karena penelitian terhadap ikan telah memberikan dasar yang luas untuk memahami perilaku vertebrata tingkat tinggi yang lebih fleksibel. Ikan zebra digunakan sebagai model dalam studi ekspresi gen.
Ada alasan estetika dan rekreasional atas minat terhadap ikan.
Jutaan orang memelihara ikan hidup di akuarium rumah mereka hanya untuk kesenangan mengamati keindahan dan perilaku hewan yang tidak mereka kenal.
Ikan akuarium memberikan tantangan pribadi bagi banyak aquarists, memungkinkan mereka menguji kemampuan mereka menjaga sebagian kecil lingkungan alam di rumah mereka.
Sportfishing adalah cara lain untuk menikmati lingkungan alam, yang juga dilakukan oleh jutaan orang setiap tahunnya.
Ketertarikan pada ikan akuarium dan sportfishing mendukung industri bernilai jutaan dolar di seluruh dunia. (ote)
Editor : Miftahul Khair