HARI ini, 22 November, diperingati sebagai Hari Perhubungan Darat Nasional. Peringatan tersebut kali pertama diinisiasi oleh Kementerian Perhubungan RI pada 1971.
Dilansir dari situs erakini.id, tujuan dari peringatan tersebut adalah untuk mengembangkan transportasi darat sebagai akses utama yang dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, serta memperkuat sistem transportasi nasional.
Sejak Indonesia merdeka pada 1945, jalur darat menjadi tulang punggung sistem transportasi nasional.
Berbagai moda transportasi darat, seperti kereta api, bus, angkutan umum, hingga peran pejalan kaki, memberikan kontribusi besar dalam mendukung pembangunan ekonomi dan sosial di berbagai wilayah.
Namun, jauh sebelum era modern, masyarakat Indonesia sudah memanfaatkan transportasi darat yang digerakkan oleh tenaga manusia dan hewan. Kendaraan tradisional seperti pedati, gerobak, andong, dan becak menjadi alat angkut utama pada masa lampau.
Perkembangan transportasi darat semakin pesat setelah kemerdekaan, dengan hadirnya moda modern seperti bus, angkot, dan kereta api.
Namun, jejak sejarah transportasi darat juga tidak terlepas dari pengaruh masa kolonial. Contohnya adalah pembangunan Jalan Raya Pos (Jalur Pantura) oleh Gubernur Jenderal Belanda, Herman Willem Daendels, yang membentang sepanjang 1.000 kilometer dari Anyer (Banten) hingga Panarukan (Jawa Timur).
Kini, transportasi darat terus mendominasi sistem transportasi nasional dibandingkan moda laut dan udara.
Pemerintah juga semakin serius dalam mengembangkan infrastruktur transportasi darat, seperti jalan tol, rel kereta api, dan terminal modern, untuk meningkatkan aksesibilitas masyarakat.
Hari Perhubungan Darat Nasional menjadi pengingat pentingnya peran moda transportasi umum, dalam mendukung keberlanjutan lingkungan dan efisiensi perjalanan.
Dengan hadirnya inovasi seperti bus listrik dan kereta cepat, diharapkan masyarakat semakin memilih transportasi umum yang ramah lingkungan.
Melalui peringatan ini, pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat terus berkolaborasi untuk memajukan sektor transportasi darat, yang menjadi nadi utama kehidupan sehari-hari dan penggerak roda ekonomi di Indonesia. (ote)
Editor : Miftahul Khair