AHLI Zoologi asal Amerika Serikat, Dr. Laurie Marker, mungkin boleh disebut sebagai ibu para citah. Dia telah mendedikasikan hidupnya untuk konservasi citah di alam liar.
Untuk menyoroti kariernya yang luar biasa dan komitmennya yang tak kenal lelah, situs cheetah.org akan membagikan kisah kariernya persis di Hari Citah Internasional (International Cheetah Day) yang diperingati pada hari ini, 4 Desember.
Bernama asli Laura Lee Bushey, Marker lahir di Detroit, Michigan dan tinggal di Birmingham, pinggiran kota Detroit.
Ayahnya, Ralph, berasal dari keluarga petani dan merupakan seorang ekonom pertanian dan akuntan. Ibunya, Marline, adalah seorang guru sekolah dasar dan menengah dan menjaga keluarganya tetap aktif di masyarakat dengan pekerjaan nirlaba.
Keluarga Marker pindah ke California Selatan ketika dia berusia 4 tahun. Dia menghabiskan masa kecilnya dikelilingi oleh binatang, belajar cara merawat kuda, anjing, kucing, kelinci, keledai, dan kambing.
Keluarga Marker menetap di California Utara tepat pada waktunya dia menyelesaikan sekolah menengah atas pada usia 16 tahun.
Dia mulai kuliah lebih awal, mempelajari pertanian, enologi, dan pemeliharaan anggur di Napa, California.
Marker pindah ke utara untuk menjadi pionir industri anggur Oregon.
Dia memulai kilang anggur dan peternakan kambing perah kecil-kecilan, dan untuk mendukung bisnisnya, dia mulai bekerja di Safari Satwa Liar pada tahun 1974.
Minat utamanya sejak awal adalah citah, spesies yang sedikit diketahui dan kurang dipahami.
Selama 16 tahun di Wildlife Safari, Dr. Marker membantu mengembangkan program penangkaran citah di AS dan internasional (buku panduan citah) dan mendirikan program penangkaran citah yang paling sukses di Amerika Utara.
Dia pertama kali melakukan perjalanan ke Afrika Barat Daya (sekarang Namibia) sambil melakukan penelitian tentang pembangunan kembali citah yang lahir di penangkaran.
Penelitian Dr. Marker membuktikan bahwa citah yang dipelihara di penangkaran dapat diajari cara berburu, namun yang lebih penting, pada saat itulah dia menemukan bahwa para peternak membunuh ratusan citah liar.
Tanpa intervensi, masa depan spesies ini akan terancam. Karena alasan ini, pada 1990 Marker memutuskan untuk mendirikan CCF dan pindah ke Namibia.
Saat dia memutuskan untuk mendirikan pusat penelitian citah, Marker menyelidiki banyak lokasi di wilayah jelajah cietah di Afrika.
Setelah Namibia memperoleh kemerdekaannya pada 1990, Marker memutuskan untuk menjadikan negara yang baru terbentuk ini sebagai basis bagi organisasi konservasi garis depannya yang berfokus pada penyelamatan citah.
Marker meninggalkan pekerjaannya di Pusat Peluang Baru dan Ilmu Kesehatan Hewan (NOAHS) di Smithsonian Institution dan pindah ke Namibia.
Dia mendirikan CCF di sebuah rumah pertanian sederhana dan membeli Land Rover tua dengan dana yang dia kumpulkan dari penjualan harta miliknya.
Pada 1977 selama perjalanan pertamanya ke Afrika Barat Daya (Namibia), Laurie menemukan bahwa para peternak menangkap ratusan citah dalam perangkap kandang dan membunuh mereka.
Belakangan, penelitian dan pelacakan menunjukkan bahwa selama 1980-an, para petani telah membunuh lebih dari 7.000 citah, sehingga mengurangi separuh populasi citah di negara tersebut.
Pada 1980-an, Marker mulai berkolaborasi dengan para peneliti dari Smithsonian Institution dan National Cancer Institute dalam penelitian inovatif.
Mereka menemukan kurangnya keragaman genetik pada spesies tersebut, termasuk kualitas sperma yang sangat buruk dan kesesuaian penyakit, yang keduanya merupakan faktor penyebab sulitnya penangkaran. (ote)
Editor : Miftahul Khair