DARI berbagai jenis kegiatan sosial, volunteer adalah salah satu kegiatan yang memiliki peran penting. Selain bermanfaat bagi banyak orang atau komunitas tertentu, kegiatan yang satu ini ternyata bisa membuka jalur karier masa depan.
Di Hari Relawan Internasional (International Volunteer Day) yang diperingati setiap 5 Desember, hari ini, patut kiranya untuk mendalami peran volunteer yang sesungguhnya. Dilansir dari situs jobstreet.com, ternyata dengan menjadi sukarelawan, menjadikan seseorang bisa bertemu banyak relasi baru baru dari berbagai kalangan pendidikan hingga profesi.
Selain itu, pengalaman mereka juga turut dipertimbangkan oleh HRD di sebuah perusahaan, saat melamar pekerjaan di perusahaan tersebut.
Secara umum, volunteer artinya orang yang melakukan sesuatu untuk pihak lain tanpa dibayar. Akan tetapi, dalam dunia pendidikan dan profesional, kata volunteer memiliki makna yang lebih luas.
Kenyataannya, semakin rajin kamu mengikuti kegiatan volunteer secara profesional, semakin banyak pula pengaruhnya untuk potensi karier kamu di dunia kerja.
Inilah beberapa keuntungan yang bisa didapatkan jika bergabung dengan volunteer secara profesional.
Siapa sangka kalau pengalaman volunteer bisa memperbesar peluang sukses di dunia kerja. Pasalnya keikutsertaan dalam volunteer bisa mendongkrak nilai CV dan portofolio seseorang.
Berbagai perusahaan menyukai kandidat yang aktif mengikuti kegiatan kerja secara profesional, seperti volunteer dan magang. Hal ini menunjukkan kandidat memiliki keinginan belajar tinggi dan keunggulan kompetitif lewat pengalaman tersebut.
Lalu, dengan menjelaskan kegiatan yang diikuti selama menjadi volunteer, perusahaan juga dapat menilai bagaimana kemampuan bekerja secara tim, manajemen waktu, hingga kemampuan berkomunikasi.
Mengikuti kegiatan volunteer bisa menjadi tambahan referensi untuk keperluan mencari kerja, apalagi jika masih relevan dengan profesi yang akan dilamar.
Misalnya, melamar kerja di LSM, tentu saja bisa terlibat dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat seperti program mengajar atau pendampingan. Untuk yang berminat terhadap industri IT, bisa ikut program edukasi teknologi untuk pelaku usaha rumah tangga.
Di sisi lain, alasan mengikuti volunteer yang mungkin di dengar adalah ingin mengembangkan keterampilan atau pengalaman.
Rajin melakukan kegiatan sukarela membuat terbiasa melakukan berbagai hal di ruang publik, tidak terbatas pada bangunan sekolah atau kampus.
Pembaca bisa belajar berbicara di depan orang banyak, beradaptasi dengan beragam orang, melakukan manajemen tugas dan waktu, serta berkolaborasi.
Menariknya, jika bingung menentukan tujuan karier, volunteer bisa jadi cara jitu untuk menemukan minat. Dengan mengikuti kegiatan volunteer, bisa menjajal suatu bidang tanpa terikat seperti karyawan perusahaan. Selain itu, jadi punya waktu untuk menjelajahi seluk-beluk bidang tersebut sebelum memutuskan.
Keinginan tampil lebih percaya diri juga bisa dilatih lewat kegiatan volunteer,. Hal ini bisa menjadi motivsai mengikuti volunteer hingga berhasil mewujudkannya.
Dengan mengikuti kegiatan sukarela, otomatis akan berinteraksi dengan banyak orang.
Dalam interaksi tersebut, secara tak langsung belajar berkolaborasi dan mengajukan pendapat. Lama-kelamaan, rasa percaya diri pun semakin meningkat.
Memiliki relasi yang baik dari berbagai kalangan adalah kunci sukses di dunia kerja. Volunteer membuka kesempatan untuk bisa bertukar cerita dan menjalin hubungan baik dengan orang-orang di luar circle kuliah atau kantor. Melalui interaksi inilah bisa memperluas jaringan pertemanan maupun profesional.
Terlalu terpaku pada teori di kelas bisa membuat kaget saat lulus ketika terjun di dunia kerja. Namun, jika ikut volunteer lebih dulu, setidaknya pernah masuk ke ruang publik dan langsung berinteraksi dengan berbagai komunitas. Sehingga bisa meminimalisir culture shock di lingkungan kerja.
Beberapa contoh volunteer yang bisa diikuti seperti volunteer kesehatan dengan bergabung pada kegiatan donor darah masal, sosialisasi risiko penyakit tertentu dari kanker serviks hingga HIV/AIDS, atau penyuluhan kesehatan mental.
Kemudian volunteer lingkungan seperti mengajak masyarakat untuk mengubah sampah daur ulang menjadi produk bernilai ekonomi sebagai bagian dari UMKM.
Jika kamu senang terlibat dalam event hiburan, maka bergabung dalam volunteer event bisa jadi pilihan tepat. Mulai dari volunteer konser, pameran, dan acara sejenis lain. Kemudian volunteer pendidikan dengan menjadi pengajar untuk anak sekolah atau orang dewasa.
Volunteer advokasi misalnya dengan ikut kegiatan pendampingan pengungsi atau korban diskriminasi, mulai dari menjadi sesi komunikasi, membuat dokumentasi, hingga edukasi masyarakat terkait isu tersebut.
Atau yang paling sering dilakukan oleh para volunteer adalah kegiatan donasi. Mereka fokus pada kegiatan donasi banyak melibatkan pencatatan, dokumentasi, dan pengelolaan uang.
Detail pekerjaan juga tergantung pada tujuan donasinya, terutama yang spesifik seperti donasi untuk masyarakat area terpencil yang terkena bencana.
Jika fokus kegiatanmu adalah donasi, biasanya bisa mengambil banyak tugas pasif atau yang bisa dilakukan di rumah. Cocok untuk mereka yang sudah punya pekerjaan dan ingin bisa membagi tugas antara kerja serta menjadi sukarelawan. (ote)
Editor : Miftahul Khair