KAMUS Besar Bahasa Indonesia mengartikan introvert sebagai orang yang cenderung bersikap (berbuat, bertindak) menurut pikiran sendiri tanpa menghiraukan orang lain.
Di Hari Introvert Sedunia (World Introvert Day) yang diperingati setiap 2 Januari, mungkin menjadi sesuatu yang menarik untuk membahas istilah introvert ini.
Situs Hellosehat menjabarkan introvert sebagai salah satu tipe kepribadian selain ekstrovert. Orang dengan kepribadian ini, menurut mereka, cenderung fokus pada pikiran, perasaan, dan suasana hati yang berasal dari dalam diri sendiri.
Mereka memandang introvert sebagai sebuah tipe kepribadian yang sering disalahartikan sebagai pemalu.
Padahal, menurut mereka, introvert dan pemalu tidaklah sama.
Orang yang pemalu cenderung merasa khawatir dan tidak nyaman ketika berada dalam situasi sosial tertentu, khususnya bila harus berinteraksi dengan orang yang tidak dikenalnya.
Para ahli menggolongkan sikap pemalu sebagai salah satu bagian dari gangguan mental.
Gangguan ini termasuk ke dalam gangguan kecemasan social, meski masih tergolong ringan.
Sementara itu, orang introvert lebih suka menyendiri untuk mengumpulkan energinya.
Namun, mereka sebenarnya tidak ada masalah bila harus berada dalam situasi sosial. Introvert adalah tipe kepribadian yang bertolak belakang dengan ekstrovert.
Sebenarnya setiap orang memiliki unsur introvert dan ekstrovert pada diri masing-masing.
Akan tetapi, ada yang lebih didominasi oleh kepribadian introvert dan ada yang lebih didominasi dengan karakteristrik ekstrovert.
Untuk mengetahui apakah termasuk introvert maupun ekstrovert, bisa dibilang cukup penting.
Selain lebih bisa mengenal diri sendiri, hal ini juga membantu dalam memperoleh dan memusatkan energi dengan cara yang tepat dan efektif.
Pada dasarnya introversion bukan gangguan mental yang kriterianya dijelaskan dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5).
Orang introvert tidak memiliki masalah bila harus berinteraksi dalam situasi sosial.
Hanya saja, energinya mungkin terkuras bila berinteraksi dengan banyak orang dalam satu waktu.
Hal ini tentu berbeda dengan orang ekstrovert yang justru mendapatkan energi ketika bertemu dengan banyak orang.
Oleh sebab itu, mereka akan menghabiskan waktu sendiri setelah bertemu dengan banyak orang, untuk mengembalikan energinya tersebut.
Kebahagiaan orang introvert lebih sering diperoleh ketika menghabiskan waktu sendiri.
Bahkan, tidak jarang orang lain mengira mereka sebagai orang yang antisosial dan tidak menyenangkan.
Menyendiri bagi mereka merupakan momen yang paling menyenangkan.
Hal ini juga dapat membantu mereka untuk mengisi ulang energi positif dalam diri.
Akan tetapi, bukan berarti orang dengan kepribadian introvert akan menyendiri seharian penuh.
Mereka juga senang menghabiskan waktu untuk berinteraksi dengan orang terdekat, seperti teman dan keluarga.
Karakteristik introvert yang sering banyak orang salah artikan yakni tidak suka bergaul dan tidak punya teman dekat.
Padahal, anggapan ini tidak sepenuhnya benar. Meski jumlah teman mereka tidak sebanyak orang lain, misalnya satu atau dua orang saja, pertemanan yang dimiliki cenderung sangat berkualitas.
Pasalnya, orang dengan kepribadian ini akan menjaga dan merawat pertemanannya dengan baik.
Salah satu ciri-ciri orang yang introvert ialah mudah terdistraksi. Jadi, tak heran bila mereka sering kali kewalahan bila harus berada dalam keramaian atau bertemu dengan banyak orang.
Hal ini membuat orang-orang dengan introvert personality kesulitan fokus dan berkonsentrasi saat harus melakukan sesuatu.
Jika merasa harus fokus, mereka lebih senang bila berada di tempat yang sepi dan tenang tanpa gangguan.
Orang introvert sering menyelami pikiran dan perasaannya. Hal ini membuat mereka bisa lebih banyak belajar mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan dirinya.
Mereka senang bila bisa mencoba berbagai hobi dan mengetahui mana yang lebih disukainya.
Baca Juga: Polres Ketapang Amankan Sabu 2,2 Kg Selama 2024
Selain itu, mereka juga senang memikirkan hidup yang sedang dan akan dijalani.
Ada pula yang senang membaca buku-buku ataupun menonton film yang berkaitan dan terasa dekat untuk refleksi diri.
Apabila orang ekstrovert lebih suka belajar sambil praktik langsung, mereka yang memiliki kepribadian sebaliknya lebih suka melakukan observasi terlebih dahulu.
Oleh sebab itu, para introvert cenderung mempelajari segala hal dulu sebelum mempraktikkannya secara langsung.
Bahkan, mereka mungkin perlu melihat orang lain melakukan sesuatu dulu sampai berulang kali sampai merasa yakin dapat meniru atau melakukannya sendiri.
Kelebihan seorang introvert adalah rerata mereka sangat perhatian. Orang dengan kepribadian ini akan sangat menyadari dirinya sendiri dan merupakan seorang pendengar yang baik.
Hal ini bisa menghasilkan hubungan jangka panjang yang baik dan berkualitas. Mereka juga memiliki keterampilan observasi kuat.
Mereka cenderung menghabiskan banyak waktu untuk mengamati, sehingga bisa memahami orang lain dengan lebih baik.
Di sisi lain, mereka juga kurang impulsive, sehingga cenderung berpikir sebelum berbicara, agar tidak keceplosan mengatakan sesuatu yang menyakitkan atau buruk kepada orang lain.
Namun introvert tentu saja juga memiliki kekurangan. Salah satunya, di mana mereka canggung dalam lingkungan social atau berinteraksi dengan orang yang lebih banyak.
Dengan kondisi tersebut, tipe kepribadian ini sering dikira sebagai orang yang tidak ramah, cuek, pemalu, atau sombong.
Parahnya, mereka cenderung memendam perasaan negatif. Akibatnya, seorang introvert lebih sering memikirkan emosi yang tidak diinginkan, yang bisa mengarah pada masalah stres hingga depresi. (ote)
Editor : Miftahul Khair