PONTIANAK POST - Mencukur bulu kemaluan kerap menjadi pilihan bagi orang-orang yang merasa tidak nyaman dengan hadirnya bulu ini.
Namun, mencukur rambut di area intim sebaiknya tidak dilakukan sembarangan karena bisa menyebabkan luka atau infeksi pada area kelamin.
Dilansir dari Alodokter, berikut beberapa hal yang menjadi pertimbangan.
1. Memilih alat cukur yang tepat
Ada dua jenis alat cukur yang dapat ditemukan di pasaran, yaitu manual dan elektrik.
Sebaiknya, pilihlah alat cukur manual karena memiliki desain yang lebih mudah menjangkau lipatan atau lekukan di area intim.
Jika menggunakan alat cukur manual, lebih bisa mengontrol gerakan pisau cukur secara perlahan agar tidak melukai area intim dan memberikan hasil yang maksimal.
Namun, bila memilih memakai alat cukur elektrik, pilihlah alat dengan kepala cukur yang bisa bergerak sesuai kontur area kemaluan.
Agar tetap aman, pastikan untuk selalu menggunakan pisau cukur yang tajam dan steril dan hindari memakai alat cukur bersamaan dengan orang lain.
2. Basuh dengan air sebelum mencukur
Berendam air hangat atau mandi di bawah pancuran air dapat melembapkan dan melembutkan kulit sehingga bulu kemaluan lebih mudah dicukur.
Jika tidak sempat, basuhlah area di sekitar kemaluan dengan air hangat sebelum mencukur bulu kemaluan.
3. Mengoleskan krim cukur
Sebelum mencukur, oleskan krim khusus untuk mencukur (shaving cream), lalu biarkan selama beberapa menit hingga meresap.
Sebaiknya, pilih krim cukur atau gel yang mengandung pelembap untuk mencegah kulit kering, iritasi, atau munculnya jerawat.
4. Dngan teknik yang tepat
Sebelum mencukur bulu kemaluan, gunting bulu yang panjang terlebih dahulu agar proses pencukuran lebih mudah.
Setelah bulu terlihat cukup pendek, tarik kulit dan cukur bulu secara perlahan searah dengan arah pertumbuhannya (dari atas ke bawah).
Hindari mencukur dari bawah ke atas atau kiri ke kanan.
5. Melakukan perawatan setelah bercukur
Usai mencukur, bersihkan area kemaluan dengan air hangat dan keringkan.
Selanjutnya, oleskan baby oil atau losion dengan kandungan aloe vera pada kulit.
Hindari penggunaan krim atau losion yang mengandung pewangi karena dapat menimbulkan rasa perih di kulit. (*/bbsb)
Editor : Miftahul Khair