Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Bolehkah Puasa Sunnah di Hari Putih pada Setiap Bulan? Ini Penjelasan Ustaz Abdul Somad

Fifi Avrillya Irananda • Rabu, 3 September 2025 | 15:45 WIB
Ustaz Abdul Somad.
Ustaz Abdul Somad.

PONTIANAK POST - Puasa Ayyamul Bidh adalah amalan sunnah yang sangat dianjurkan karena penuh keistimewaan dan makna yang sangat mendalam.

Amalan ini adalah salah satu amalan terbaik yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW.

Pernahkah Anda mendengar tentang puasa sunnah yang hanya dilakukan selama tiga hari, namun pahalanya setara dengan puasa satu tahun penuh?

Memang bagi sebagian orang, amalan ini masih terdengar asing.

Ustaz Abdul Somad mengajak umat muslim untuk menunaikan ibadah Ayyamul Bidh yang dianjurkan setiap bulan, tepatnya di pertengahan bulan.

Secara harfiah, "Ayyamul Bidh" (أيام البيض) berasal dari bahasa Arab yang berarti "hari-hari putih".

Ayyamul Bidh sendiri merupakan amalan sunnah yang dilakukan selama 3 hari di pertengahan bulan Hijriah.

Amalan ini juga merupakan kebiasaan Rasulullah SAW yang hampir selalu melaksanakannya.

Menurut Ustaz Abdul Somad, puasa Ayyamul Bidh disebut hari putih karena pada saat itu bulan sedang sangat terang memberikan cahaya ke bumi yang sangat gelap pada malam hari.

"Mengapa disebut hari putih, karena saat itu bulan sedang terang benderang menyinari bumi yang hitam. Seolah-olah dia (bumi) menjadi putih karena cahaya terang benderang," ujar Ustaz Abdul Somad seperti yang dilansir dari Kanal YouTube Ilmu Berguna.

Selain menjadi bulan yang paling bersinar dan bumi tampak bercahaya juga dapat mencerminkan niat seseorang untuk membersihkan diri dari dosa.

Beliau menegaskan bahwa manusia tentu sering melakukan perbuatan dosa karena maksiat kepada Allah SWT.

Oleh karena itu, dengan berpuasa pada tanggal 13, 14, dan 15 Hijriah setiap bulannya jiwa bisa menjadi bersih kembali setelah mendapat ampunan dari Allah SWT.

Niat Puasa Ayyamul Bidh

Berikut bacaan niatnya:

نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ayyâmil bîdl lillâhi ta'âlâ

Artinya: "Saya niat puasa Ayyamul Bidh (hari-hari yang malamnya cerah), karena Allah ta'âlâ.

Berdasarkan kalender hijriah 1447 H yang diterbitkan Kementerian Agama (Kemenag), bulan September 2025 bertepatan dengan Rabiul Awal 1447 H.

Berikut penetapan jadwal puasa Ayyamul Bidh :

Sabtu, 06 September 2025 : 13 Rabi’ul Awal 1447 H

Minggu, 07 September 2025 : 14 Rabi’ul Awal 1447 H

Senin, 08 September 2025 : 15 Rabi’ul Awal 1447 H

Baca Juga: Keistimewaan Bulan Muharram: Keutamaan dan Amalan yang Dianjurkan

Keutamaan Ayyamul Bidh

Dengan melaksanakan Ayyamul Bidh, kita secara tidak langsung juga sedang berusaha untuk menjadi "putih" dalam arti positif, yaitu bersih dari syirik, riya, dan nifaq.

Selain itu, amalan ini juga melatih jiwa untuk bersabar, bersyukur, dan merasakan penderitaan orang lain.

Ibadah ini dapat menjadi sarana efektif untuk membersihkan diri dari dosa-dosa

Sehingga seluruh ibadah yang kita lakukan akan diterima oleh Allah SWT melalui niat dan amalan yang secara konsisten setiap bulannya.

Rasulullah SAW pernah bersabda:

"Berpuasa tiga hari setiap bulan itu sama seperti berpuasa sepanjang tahun." (HR. Bukhari & Muslim).

Hal ini menunjukkan betapa penting dan dianjurkannya ibadah ini dalam ajaran Islam. (*)

Editor : Miftahul Khair
#sunnah #puasa #niat #Ustaz Abdul Somad #keutamaan #Ayyamul Bidh