Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Isra Miraj: Perjalanan Ruh atau Sekaligus Tubuh? Simak Penjelasan Mayoritas Ulama

Khoiril Arif Ya'qob • Jumat, 9 Januari 2026 | 17:00 WIB
ilustrasi perjalan Isra Mikraj.
ilustrasi perjalan Isra Mikraj.

PONTIANAK POST – Pada tahun kenabian ke-11, Baginda Nabi Muhammad SAW dimuliakan oleh Allah SWT melalui peristiwa Isra Miraj.

Isra adalah perjalanan agung Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa di Yerusalem.

Sementara itu, Miraj adalah perjalanan Nabi dari titik sujud di muka bumi hingga mencapai Sidratul Muntaha.

Kisah Isra Miraj diterangkan dalam Al-Qur’an Surah Al-Isra ayat 1:

Mahasuci (Allah) yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.

Berdasarkan ayat tersebut, para ulama sepakat bahwa peristiwa Isra Miraj benar-benar terjadi dan merupakan salah satu mukjizat Nabi Muhammad SAW yang wajib diyakini oleh seluruh umat Islam.

Namun demikian, para ulama berbeda pendapat mengenai bagaimana Rasulullah SAW diperjalankan dalam peristiwa tersebut.

Baca Juga: Isra Miraj: Perjalanan Suci Yang Menginspirasi

Isra Miraj Menurut Sayidah Aisyah

Menyadur kitab Kholashah Nurul Yaqin Juz 1 karya Umar Abdul Jabbar, disebutkan bahwa Sayidah Aisyah ra berpendapat peristiwa Isra Miraj hanya terjadi dengan ruh Rasulullah SAW, sementara jasad atau fisiknya tidak ikut serta.

Riwayat tersebut sebagaimana ditulis oleh Imam Ibnu Ishaq dalam kitab Sirah-nya:

Telah bercerita kepadaku sebagian keluarga Abu Bakar dari Aisyah ra bahwa sesungguhnya ia telah berkata: ‘Jasad Rasulullah SAW tidak diberangkatkan, tetapi Allah SWT hanya memperjalankan ruhnya.’

Isra Miraj Menurut Mayoritas Ulama

Sementara itu, mayoritas ulama—baik dari kalangan ahli hadis, ahli fikih, maupun ahli tauhid—bersepakat bahwa peristiwa Isra dan Miraj terjadi dengan ruh dan jasad Rasulullah SAW sekaligus.

Pendapat ini dikutip dari laman NU Online, sebagaimana dicatat oleh Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam salah satu karyanya:

“Para ulama salaf berbeda pendapat mengenai Isra Miraj sesuai dengan riwayat yang sampai kepada mereka. Sebagian berpendapat bahwa Isra dan Miraj Rasulullah SAW terjadi dalam satu malam, dalam keadaan sadar, dengan ruh dan jasadnya, setelah beliau diangkat menjadi nabi. Pendapat ini merupakan pandangan mayoritas ulama ahli hadis, ahli fikih, dan ahli tauhid, serta didukung oleh hadis-hadis sahih.” (*)

Editor : Miftahul Khair
#nabi muhammad saw #aisyah #riwayat #isra miraj #tubuh #Ruh #perjalanan