Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Fakta Dibalik Isra dan Miraj: Mengapa Peristiwa Besar Ini Terjadi pada Malam Hari?

Khoiril Arif Ya'qob • Kamis, 15 Januari 2026 | 14:30 WIB
Ilustrasi Isra Miraj.
Ilustrasi Isra Miraj.

PONTIANAK POST - Isra dan Miraj merupakan salah satu peristiwa paling monumental dalam sejarah Islam.

Namun, dibalik keagungannya, muncul satu pertanyaan mendasar: mengapa perjalanan luar biasa Nabi Muhammad SAW justru terjadi pada malam hari?

Para ulama menyebut, pemilihan waktu tersebut bukan tanpa makna dan menyimpan pesan spiritual yang mendalam bagi umat Islam.

Dalam Al-Qur’an Surah Al-Isra ayat pertama, disebutkan sebagai berikut:

Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkati sekelilingnya agar Kami perlihatkan padanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sungguh Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Dari Surah tersebut cukup jelas dikatakan bahwa perjalanan Agung itu dilakukan pada malam hari. Mengapa harus malam? Berikut penjelasannya.

Melansir dari NU Online, Imam Jalaluddin As-Suyuthi dalam kitabnya, Al-Ayatul Kubra fi Syarhi Qisshatil Isra menjelaskan beberapa alasan mengapa Allah menjadikan malam sebagai waktu terjadinya peristiwa Isra dan Miraj.

Baca Juga: Catat! Libur Isra Miraj 2026 Jadi Long Weekend, Ini Jadwal Lengkapnya

Waktu yang Tepat Untuk Melakukan Menyepi

Ibnu Munir berpendapat bahwa peristiwa Isra terjadi pada malam hari karena malam merupakan waktu yang tepat untuk menyepi.

Pada saat itulah suasana lebih tenang, jauh dari hiruk-pikuk aktivitas manusia.

Selain itu, malam juga dipandang sebagai waktu yang paling ideal untuk mengkhususkan amalan.

Dalam kesunyian malam, seorang hamba dinilai lebih mudah menghadirkan kekhusyukan dan kedekatan spiritual dengan Allah SWT.

Waktu Diwajibkannya Salat

Hal ini didasarkan pada sebuah ayat dalam Surah Al-Muzammil. Ayat tersebut menegaskan keutamaan malam sebagai waktu yang sarat dengan nilai spiritual.

Dalam ayat itu pula disebutkan bahwa ibadah yang dilakukan pada malam hari memiliki pengaruh yang lebih kuat dalam membentuk keteguhan hati dan kejernihan jiwa.

Ujian Iman Terhadap Perkara Gaib

Peristiwa tersebut juga dimaknai sebagai sebuah ujian bagi kaum Mukmin untuk mempercayai hal-hal yang bersifat gaib, yaitu perkara-perkara yang tidak sepenuhnya dapat dicerna oleh akal manusia.

Pada saat yang sama, Isra dan Miraj menjadi ujian bagi orang-orang kafir: apakah mereka tetap ingkar terhadap risalah Nabi Muhammad SAW, atau justru membuka hati untuk beriman.

Malam Merupakan Waktu yang Mulia

Hal ini disebabkan karena ada beberapa peristiwa yang terjadi di waktu malam, khususnya kisah-kisah istimewa yang terjadi dalam kehidupan para nabi sebelum Nabi Muhammad SAW.

Di antaranya, kisah Nabi Ibrahim yang awalnya menganggap bintang-bintang sebagai Tuhan, kemudian sadar bahwa bintang-bintang tersebut ternyata bukan Tuhan karena ia menghilang.

Selain itu, malam juga menjadi waktu dikabulkannya doa Nabi Yaqub AS sesuai firman Allah dalam Surat Yusuf ayat 98.

Selain dua kisah tersebut masih ada beberapa kisah lagi yang menunjukkan kemuliaan malam dalam kehidupan para nabi sebelumnya. Hal ini sekaligus juga sebagai bantahan untuk para filsuf yang menganggap bahwa malam merupakan waktu yang hina.

Waktu yang Tepat Untuk Berkumpul Bersama Orang yang Kita Cintai

Malam dipandang sebagai waktu yang tepat untuk berkumpul dan menghabiskan kebersamaan dengan orang-orang yang dicintai. Pada waktu inilah suasana lebih tenang dan hubungan batin dapat terjalin dengan lebih mendalam.

Karena itulah, Allah SWT memberangkatkan Rasulullah SAW pada malam hari. Pemilihan waktu tersebut mengandung makna tersendiri yang sarat dengan pesan kasih sayang dan kedekatan.

Waktu Dikabulkannya Doa

Malam diyakini sebagai waktu yang mustajab untuk dikabulkannya doa. Dalam keheningan malam, seorang hamba memiliki kesempatan lebih besar untuk bermunajat dengan penuh keikhlasan dan kekhusyukan.

Hal ini berbeda dengan waktu siang hari, yang tidak memiliki keutamaan serupa. Dalam ajaran Islam, hanya hari Jumat yang disebut sebagai satu-satunya waktu di siang hari yang memiliki keistimewaan khusus dalam pengabulan doa.

Wallahu a’lam.

Editor : Miftahul Khair
#nabi muhammad saw #peristiwa besar #Hikmah #isra miraj #ulama #malam hari #umat islam