PONTIANAK POST–Tanggal 20 Mei setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional atau Harkitnas. Momen ini menjadi simbol lahirnya kesadaran nasional bangsa Indonesia untuk bersatu melawan penjajahan.
Hari Kebangkitan Nasional juga menjadi tonggak awal munculnya semangat persatuan, nasionalisme, dan perjuangan kaum terpelajar bumiputra demi mewujudkan Indonesia yang merdeka.
Peringatan ini tidak lepas dari berdirinya organisasi Budi Utomo pada 20 Mei 1908 yang kemudian ditetapkan sebagai Hari Kebangkitan Nasional oleh Presiden Soekarno.
Baca Juga: Apakah Besok Libur? Ini Penjelasan Hari Kebangkitan Nasional dan Daftar Tanggal Merah Mei 2026
Politik Etis Jadi Awal Munculnya Kaum Terpelajar
Dikutip dari laman lembaga pemerintahan Indonesia, lahirnya semangat kebangkitan nasional tidak terlepas dari kebijakan Politik Etis yang diterapkan pemerintah kolonial Hindia Belanda pada awal abad ke-20.
Kebijakan tersebut muncul setelah banyak kritik terhadap sistem tanam paksa atau cultuurstelsel yang dinilai menyengsarakan rakyat pribumi.
Salah satu tokoh yang mengkritik keras kebijakan kolonial adalah Eduard Douwes Dekker melalui novel terkenalnya, Max Havelaar.
Politik Etis memiliki tiga program utama, yakni irigasi, edukasi, dan transmigrasi. Dari ketiganya, bidang pendidikan menjadi yang paling berpengaruh karena melahirkan kaum bumiputra terpelajar.
Mereka kemudian mulai menyadari pentingnya persatuan dan perjuangan untuk memperbaiki nasib bangsa Indonesia.
Baca Juga: BRI Singkawang Peringati Harkitnas ke-117
Berdirinya Budi Utomo Jadi Titik Awal Kebangkitan
Organisasi Budi Utomo lahir dari gagasan Wahidin Soedirohoesodo yang ingin membantu pendidikan pemuda pribumi.
Gagasan tersebut mendapat sambutan positif dari para pelajar STOVIA di Batavia. Diskusi demi diskusi akhirnya melahirkan keputusan untuk mendirikan organisasi pergerakan. Pada 20 Mei 1908, organisasi Budi Utomo resmi berdiri dengan Soetomo sebagai ketuanya.
Budi Utomo bergerak di bidang pendidikan, sosial, dan kebudayaan. Meski tidak mengambil jalur politik radikal, organisasi ini dianggap berhasil menumbuhkan kesadaran nasional di kalangan masyarakat pribumi.
Hari Kebangkitan Nasional Ditetapkan pada 1948
Setelah Indonesia merdeka, Presiden Soekarno menetapkan tanggal berdirinya Budi Utomo sebagai Hari Kebangkitan Nasional pada 20 Mei 1948.
Baca Juga: Wabup Mempawah Pimpin Upacara Peringatan Harkitnas ke-117: Teguhkan Kembali Arah Perjalanan Bangsa
Penetapan itu dilakukan di tengah situasi Indonesia yang masih menghadapi ancaman perpecahan dan agresi Belanda.
Tokoh pendidikan nasional Ki Hadjar Dewantara turut mengusulkan agar momen berdirinya Budi Utomo dijadikan simbol persatuan bangsa.
Sejak saat itu, Hari Kebangkitan Nasional diperingati setiap tahun sebagai pengingat pentingnya persatuan dalam menghadapi tantangan bangsa.
Baca Juga: Peringati Harkitnas, Pemkab Sanggau Harap Generasi Muda Tidak Berpangku Tangan
Makna Harkitnas bagi Generasi Masa Kini
Hari Kebangkitan Nasional bukan hanya sekadar peringatan sejarah, tetapi juga momentum refleksi bagi masyarakat Indonesia.
Semangat persatuan yang diwariskan para tokoh pergerakan dinilai tetap relevan hingga saat ini, terutama di tengah tantangan era digital, perbedaan pandangan, hingga derasnya arus informasi media sosial.
Baca Juga: Peringati Harkitnas, Bupati Sujiwo Ajak ASN Tingkatkan Etos Kerja dan Integritas
Generasi muda diharapkan mampu menjaga semangat kebangkitan nasional dengan memperkuat persatuan, meningkatkan pendidikan, dan ikut membangun bangsa sesuai bidang masing-masing.
Dari sejarah Hari Kebangkitan Nasional, masyarakat dapat belajar bahwa perubahan besar bisa dimulai dari kesadaran untuk bersatu demi masa depan Indonesia yang lebih baik.
Editor : Silvina