PONTIANAK POST - Memiliki rooftop rumah ternyata tidak selalu membutuhkan biaya besar.
Dengan perencanaan bertahap dan konsep sederhana, area atap tetap bisa dimanfaatkan menjadi ruang santai tambahan.
Sederhana di Atas Material Atap
Arsitek Riki Fajar Nadi mengatakan dirinya pernah membuat rooftop sederhana di atas material atap spandek.
’’Saya pernah bikin rooftop di atas material atap. Di atas spandek dibuatkan rangka besi 60x60 cm, lalu diletakkan cell, kemudian diberi karpet rumput sintetis,’’ tuturnya, dikutip dari Jawapos.
Baca Juga: Kesalahan Desain Rooftop Bisa Menyebabkan Rembes hingga Jamur Menyeluruh
Area tersebut ditempatkan dekat dak tandon air karena sekaligus memiliki akses dari tangga servis. Konsep ini dinilai dapat menjadi solusi ekonomis bagi pemilik rumah dengan anggaran terbatas.
Risiko Ringan dan Berat
Meski demikian, Riki mengingatkan bahwa rooftop tetap memerlukan perhitungan matang agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.
Menurutnya, risiko paling ringan adalah munculnya retak rambut pada plat beton.
Baca Juga: Rooftop Jadi Ruang Hidup Baru yang Lebih Berkualitas
Risiko berikutnya berupa rembes pada sambungan bangunan. Sementara risiko terbesar adalah kebocoran yang merambat dan sulit dideteksi titik sumbernya.
’’Sampai akhirnya dak beton berjamur menyeluruh dan tidak diketahui lagi di mana saja titik celah kebocorannya,’’ sambungnya.
Karena itu, perencanaan struktur, sistem drainase, dan perlindungan permukaan tetap menjadi hal utama meski rooftop dibangun dengan konsep sederhana dan ekonomis. (*)
Editor : Chairunnisya