PONTIANAK POST-Kota kuno Pompeii yang musnah akibat letusan Gunung Vesuvius ribuan tahun lalu sempat menjadi perhatian dunia. Selain dikenal sebagai salah satu tragedi terbesar dalam sejarah Romawi kuno, kehancuran Pompeii juga sering dikaitkan dengan peringatan moral dalam Alquran mengenai kesombongan dan kemaksiatan manusia.
Tulisan yang dimuat UIN Alauddin Makassar mengulas bagaimana kisah Pompeii dianggap memiliki kemiripan dengan kehancuran kaum-kaum terdahulu yang disebut dalam Alquran.
Alquran Menyebut Tidak Ada Perubahan dalam Hukum Allah
Baca Juga: Kota dalam Sejarah Peradaban Umat Manusia, Dimulai sejak 3500 SM
Mengutip pemikiran Harun Yahya yang merujuk pada firman Allah Subhanahuwata’ala dalam Surah Fatir ayat 42–43: “Maka sekali-kali kamu tidak akan menemui perubahan bagi sunnah Allah.” (QS Fatir: 43).
Ayat ini menjelaskan hukum Allah berlaku bagi siapa saja yang menentang kebenaran dan tenggelam dalam kemaksiatan.
Menurut tulisan tersebut, kehancuran Pompeii dianggap sebagai salah satu contoh bagaimana sebuah peradaban besar bisa lenyap dalam waktu singkat.
Baca Juga: Jejak Kota Sodom di Tepi Laut Mati, Benarkah Bekas Kaum Nabi Luth?
Pompeii Kota Mewah yang Berakhir Tragis
Pompeii dahulu merupakan kota maju di wilayah Kekaisaran Romawi kuno yang terletak dekat Gunung Vesuvius, Italia.
Kesuburan tanah di sekitar gunung membuat kota itu berkembang pesat. Namun di balik kemegahannya, catatan sejarah menyebut Pompeii dikenal sebagai pusat pesta pora dan perilaku menyimpang.
Baca Juga: Jejak Dupa dari Peradaban Kuno hingga Manfaat bagi Pikiran
Dalam artikel juga disebutkan berbagai praktik pelacuran dan kebebasan seksual terjadi secara terbuka di kota tersebut.
Kondisi inilah yang kemudian sering dibandingkan dengan kisah kaum Nabi Luth ‘Alaihissalam yang dihancurkan akibat penyimpangan moral.
Letusan Gunung Vesuvius Datang Tiba-Tiba
Baca Juga: Kisah Kaum Nabi Luth Ternyata Bukan Hanya Tentang Homoseksualitas Saja
Pada tahun 79 Masehi, Gunung Vesuvius meletus dahsyat dan mengubur seluruh kota Pompeii di bawah abu vulkanik dan lava panas. Bencana itu terjadi sangat cepat hingga banyak penduduk tidak sempat menyelamatkan diri.
Sebagian jasad ditemukan dalam posisi sedang makan, beraktivitas, bahkan ada yang sedang berpelukan.
Kondisi jasad yang membatu membuat tragedi Pompeii menjadi salah satu penemuan arkeologi paling terkenal di dunia.
Baca Juga: Andalusia dan Warisan Peradaban Islam yang Mencerahkan Eropa hingga Kini
Kemiripan dengan Kisah Kaum Terdahulu dalam Alquran
Tulisan ini juga mengaitkan tragedi Pompeii dengan ayat-ayat Alquran tentang kehancuran kaum terdahulu yang datang secara mendadak.
Dalam Surah Yasin ayat 29 disebutkan: “Tidak ada siksaan atas mereka melainkan satu teriakan saja; maka tiba-tiba mereka semuanya mati.”
Baca Juga: Jangan Sakiti Ibu, Kisah Alqamah Ini Jadi Pelajaran Bagi Umat Muslim
Sementara dalam Surah Al-Qamar ayat 31 Allah Subhanahuwata’ala berfirman: “Sesungguhnya Kami menimpakan atas mereka satu suara yang keras mengguntur, maka jadilah mereka seperti rumput-rumput kering.”
Menurut penulis dari UIN Alauddin Makasar, kehancuran Pompeii memiliki kemiripan dalam hal datangnya azab secara tiba-tiba tanpa disadari penduduknya.
Pelajaran Moral dari Sejarah Pompeii
Baca Juga: Menjelajahi Melaka, Malaysia: Mengenal Sejarah Kota Warisan Dunia yang Semakin Mudah Dikunjungi
Kisah Pompeii hingga kini masih menjadi pengingat kejayaan sebuah peradaban tidak selalu bertahan selamanya.
Kemajuan teknologi, kemewahan, dan kekuatan suatu bangsa dapat runtuh apabila manusia melupakan nilai moral dan spiritual.
Tragedi Pompeii juga menjadi pelajaran penting agar manusia tidak terjebak dalam kesombongan serta tetap menjaga nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan.
Baca Juga: Amanah Peradaban
Hingga sekarang, situs Pompeii masih menjadi salah satu lokasi arkeologi terbesar di dunia dan menyimpan jejak kehidupan masyarakat Romawi kuno yang seolah membeku oleh waktu.
Editor : Silvina