Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Kesalahan Umum Pemilik Rumah Saat Mendesain Pagar Menurut Arsitek Aji Kurniawan

Chairunnisya • Minggu, 24 Mei 2026 | 06:55 WIB
Desain pagar minimalis rumah subsidi dengan kombinasi besi hollow dan roster. (BALIKPAPAN TV/JAWAPOS GRUP)
Desain pagar minimalis rumah subsidi dengan kombinasi besi hollow dan roster. (BALIKPAPAN TV/JAWAPOS GRUP)

PONTIANAK POST - Banyak orang masih menganggap pagar rumah hanya elemen pelengkap yang bisa dipasang belakangan.

Padahal, pagar menjadi bagian penting yang seharusnya dirancang bersamaan dengan bangunan utama agar tampilan dan fungsi rumah tetap selaras.

Arsitek Aji Kurniawan menilai anggapan bahwa rumah dan pagar adalah dua elemen terpisah masih sering ditemukan di masyarakat.

Menurutnya, desain pagar sebaiknya dipikirkan sejak tahap awal pembangunan rumah.

Baca Juga: Cara Mengecat Pagar Besi Berkarat agar Tahan Lama dan Tampak Baru

’’Banyak yang keliru mengira pagar dan rumah itu dua benda yang berdiri sendiri. Rumahnya sudah jadi, pagar baru dipikir terakhir. Padahal semuanya harus dirancang bareng supaya menyatu,’’ ujar arsitek Aji Kurniawan, dikutip dari Jawapos.

Desain Pagar Harus Memperhatikan Lingkungan

Menurut Aji, pagar tidak bisa dirancang tanpa mempertimbangkan kondisi sekitar rumah.

Posisi bangunan terhadap jalan, keberadaan trotoar, hingga karakter pagar rumah tetangga menjadi hal penting sebelum menentukan desain.

Baca Juga: Tips Membuat Taman Kering Indoor untuk Ruang Rumah yang Sempit

’’Minimal kita harus tahu pagarnya ada di ma na dan dipakai untuk apa. Lihat dulu jalan di depan ru mah seperti apa, ada trotoar atau tidak, sempit atau lebar, pa gar tetangga tinggi atau rendah. Desain itu harus peka terhadap situasi sekitar,’’ kata Aji.

Dia menjelaskan bahwa pagar bukan hanya soal estetika, tetapi juga menyangkut fungsi dan kenyamanan lingkungan sekitar rumah.

Karena itu, desain yang terlalu tertutup atau tidak sesuai konteks dinilai bisa menimbulkan masalah.

Rumah Hook Perlu Zona Transparan

Aji mencontohkan rumah yang berada di posisi hook atau sudut jalan.

Menurutnya, banyak pemilik rumah membuat sudut pagar terlalu masif dan tertutup sehingga mengganggu pandangan pengguna jalan.

’’Sudut pagar rumah hook sebaiknya transparan. Kalau dibuat lancip dan masif, itu berbahaya u ntuk pengendara. Desain yang baik harus peduli pada ke-pengse lamatan orang lain, bukan cuma estetika rumah sendiri,’’ tegasnya.

Baca Juga: Tips Memilih Warna Cat Dinding agar Rumah Terasa Lebih Homey

Dia menilai pagar juga perlu dirancang dengan pembagian ruang yang jelas, termasuk area transparan dan area privat.

’’Harus dipikir zona transparan yang boleh terlihat orang, zona privasi yang tertutup, pintu kecil untuk pejalan kaki, sampai jalur pintu geser berhenti di mana. Semua itu bagian dari perencanaan ruang,’’ jelasnya. (*)

Editor : Chairunnisya
#pagar rumah #Tips Rumah #desain interior