PONTIANAK POST - Bau masakan yang menguar dari dapur memang menjadi bagian dari aktivitas memasak sehari-hari.
Namun, ketika aromanya bertahan terlalu lama dan menyebar hingga ke ruang keluarga, sofa, atau kamar tidur, kondisi ini bisa membuat rumah terasa kurang nyaman. Terutama pada hunian yang memiliki dapur dengan ventilasi terbatas.
Home living creator, Gadis Jasmine melalui akun @rumagadis membagikan sejumlah cara sederhana yang biasa ia lakukan untuk mencegah bau masakan menetap di dalam rumah.
Baca Juga: Tips Memilih Material Kabinet Dapur agar Tahan Rayap dan Kelembapan
Mulai dari menjaga sirkulasi udara hingga membersihkan dapur setelah memasak, langkah-langkah ini dapat membantu menjaga rumah tetap segar.
Pastikan Sirkulasi Udara Lancar Saat Memasak
Dilansir dari Jawapos, menurut Gadis, sirkulasi udara menjadi faktor paling penting untuk mencegah aroma masakan menyebar ke seluruh ruangan.
Untuk dapur yang minim ventilasi, ia menyarankan agar pintu dan jendela dibuka selama proses memasak berlangsung.
Baca Juga: Tips Membersihkan Dinding Dapur dari Minyak dan Noda Masakan dengan Bahan Sederhana
’’Setiap masak, pintu dan jendela selalu dibuka supaya sirkulasi udara lancar,’’ ujarnya.
Selain itu, penggunaan exhaust fan juga dapat membantu mengeluarkan asap dan aroma makanan secara langsung dari area dapur sebelum menyebar ke ruangan lain.
Jangan Langsung Mematikan Cooker Hood
Kebiasaan langsung mematikan cooker hood setelah memasak ternyata kurang tepat. Gadis menyarankan agar alat tersebut tetap dinyalakan beberapa menit setelah proses memasak selesai.
Baca Juga: Cara Mengusir Tikus dengan Merica: Tips Alami dan Murah dari Dapur
Cara ini membantu menyedot sisa asap dan aroma yang masih tertinggal di dapur.
’’Biasanya cooker hood aku tetap nyalakan sekitar lima menit setelah masak. Kalau sudah hilang baunya baru dimatikan,’’ katanya.
Ia juga menyebut penggunaan filter karbon pada cooker hood dapat membantu menyerap bau dan asap dengan lebih optimal.
Segarkan Area Berbahan Kain
Aroma makanan sering kali menempel pada berbagai material kain di dalam rumah, seperti sofa, gorden, maupun karpet.
Baca Juga: Tips Memilih Rak Piring yang Tepat untuk Dapur Anda
Karena itu, setelah memasak Gadis biasanya langsung menyegarkan area-area tersebut menggunakan produk pewangi ruangan.
’’Seluruh ruangan yang berbahan kain, aku pakai linen spray supaya ruangan jadi lebih segar atau diffuser dengan minyak esensial aroma lemon,’’ imbuhnya.
Langkah sederhana ini membantu mengurangi aroma masakan yang terserap pada permukaan kain.
Baca Juga: Tips Menyimpan Bumbu Dapur agar Tidak Menggumpal dan Tahan Lama
Gunakan Pengharum Alami dari Rempah
Selain menggunakan pewangi ruangan, pengharum alami juga dapat dimanfaatkan untuk menetralisir bau masakan.
Salah satu cara yang dilakukan adalah merebus air bersama kayu manis setelah memasak. Aroma rempah yang dihasilkan dinilai efektif membantu mengurangi sisa bau makanan di dapur.
Segera Bersihkan Dapur Setelah Memasak
Membersihkan dapur sesaat setelah memasak juga menjadi langkah penting agar aroma makanan tidak bertahan lama.
Baca Juga: Tips Agar Beras Tahan Lama Tanpa Kutu: Simpan Bumbu Dapur Ini di Rice Box
Kompor dan peralatan memasak sebaiknya langsung dicuci menggunakan sabun antibau. Sementara itu, lantai dapur dapat dipel menggunakan air hangat yang dicampur sedikit cuka untuk membantu mengangkat sisa minyak.
Kebersihan area dapur yang terjaga akan membuat aroma masakan tidak mudah menempel dan menyebar ke seluruh rumah.
Jangan Menunda Membuang Sampah Dapur
Sumber bau tidak sedap sering kali berasal dari sampah sisa memasak yang dibiarkan terlalu lama di dapur.
Karena itu, Gadis mengingatkan agar sampah dapur segera dibuang setelah aktivitas memasak selesai.
’’Jangan lupa langsung buang sampah sisa masak supaya bau gak tertahan di dapur,’’ lanjutnya.
Baca Juga: Tips Membersihkan Wadah Plastik dari Bau Tak Sedap, Cuma Pakai Bahan Dapur
Dengan menjaga sirkulasi udara, memanfaatkan cooker hood secara optimal, menyegarkan area berbahan kain, serta membersihkan dapur secara rutin, bau masakan dapat diminimalkan sehingga rumah tetap terasa nyaman dan segar sepanjang hari. (*)
Editor : Chairunnisya