Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Ini Asal-Usul Nama Borneo dan Kalimantan yang Jarang Diketahui

Silvina • Selasa, 9 Juni 2026 | 14:05 WIB
Ilustrasi Pulau Kalimantan yang juga disebut Borneo
Ilustrasi Pulau Kalimantan yang juga disebut Borneo

 

PONTIANAK POST – Banyak cerita beredar mengenai asal-usul nama Borneo, pulau terbesar ketiga di dunia yang kini terbagi antara Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam. Salah satu kisah rakyat yang berkembang secara turun-temurun menyebut nama Borneo berasal dari sebuah kapal yang karam di Pulau Kambang, yang kini berada di tengah Sungai Barito, Kalimantan Selatan.

Melansir dari laman historia, cerita rakyat tersebut mengisahkan sebuah kapal bernama Borneo yang dinakhodai Kapten De Barito. Kapal itu dikabarkan karam di Pulau Kambang. Sejak saat itu, nama kapal tersebut disebut-sebut melekat menjadi nama pulau besar yang kini dikenal sebagai Borneo.

Namun, para sejarawan dan peneliti memiliki pandangan berbeda mengenai asal-usul nama tersebut.

Baca Juga: Giliran Sarawak Nyatakan Siap Realisasikan Kereta Api Trans-Borneo, Se-Pulau Kalimantan Bakalan Terhubung

Borneo Diduga Berasal dari Nama Brunei

Sejumlah ahli sejarah berpendapat nama Borneo lebih mungkin berasal dari nama wilayah Brunei atau Burney. Brunei sendiri berada di bagian utara Pulau Kalimantan dan kini menjadi negara berdaulat bernama Brunei Darussalam.

Dalam buku Sriwijaya, Slamet Muljana menjelaskan Brunei memiliki kaitan dengan nama Porunai. Nama tersebut diduga berhubungan dengan koloni orang India Selatan yang pernah berada di kawasan itu.

Baca Juga: Asal-Usul Manusia Menurut Alquran dan Penolakan Harun Yahya terhadap Teori Evolusi

Menurut Slamet Muljana, teori yang menyebut Brunei berasal dari kata "Burni" dalam bahasa Sanskerta yang berarti kesibukan kurang memiliki dasar yang kuat. Ia lebih condong pada hubungan historis antara Porunai dan komunitas India Selatan yang pernah berinteraksi dengan kawasan Kalimantan Utara.

Pengaruh Portugis Membentuk Nama Borneo

Perubahan nama Brunei menjadi Borneo diyakini terjadi pada masa pelayaran bangsa Eropa.

Baca Juga: Mengapa Islam Cepat Berkembang di Nusantara? Ini Sejarah dan Cara Penyebarannya

Para pelaut dan penjelajah Portugis mengucapkan Brunei atau Burney sebagai Borneo. Penyebutan tersebut kemudian diikuti bangsa-bangsa Eropa lainnya, termasuk masyarakat Inggris dan negara-negara Eropa Barat.

Sejak saat itu, nama Borneo semakin populer di dunia internasional dan digunakan untuk menyebut seluruh pulau yang kini dikenal sebagai Kalimantan.

Sementara itu, masyarakat Indonesia menggunakan nama Kalimantan untuk menyebut keseluruhan pulau, meskipun wilayah Indonesia hanya mencakup sekitar tiga perempat dari luas pulau tersebut.

Baca Juga: Sejarah Ketupat Lebaran dan Perannya dalam Dakwah Islam Nusantara

Dari Kelamantan hingga Kalimantan

Asal-usul kata Kalimantan hingga kini masih menjadi perdebatan di kalangan ahli.

Dalam The Facts on File Dictionary of Marine Science, Barbara Charlton dan John Tietjen menyebut istilah Kelamantan di Sarawak digunakan untuk merujuk pada kelompok masyarakat pemakan sagu yang tinggal di wilayah utara Kalimantan.

Baca Juga: Dari Budi Utomo hingga Indonesia Modern, Ini Sejarah Harkitnas

Istilah inilah yang diduga menjadi salah satu akar kata Kalimantan, meskipun belum ada kesepakatan pasti mengenai asal-usulnya.

Kalimantan Sudah Dikenal Sejak Berabad-Abad Lalu

Peran penting Kalimantan dalam sejarah Nusantara sudah terlihat sejak berabad-abad silam. Kehadiran Kerajaan Kutai menjadi salah satu bukti wilayah ini telah berkembang sebagai pusat peradaban sejak masa awal sejarah Indonesia.

Baca Juga: Sejarah Bendera Indonesia dan Makna Mendalam Dibalik Warna Merah Putih

Catatan mengenai Kalimantan juga ditemukan dalam tulisan penjelajah Portugis, Tome Pires, sekitar tahun 1512 hingga 1515.

Dalam catatannya, Pires menggambarkan Kalimantan sebagai wilayah yang terdiri atas banyak pulau besar dan kecil. Ia juga menyebut daerah tersebut menghasilkan berbagai komoditas penting seperti sagu, beras, ikan, emas, madu, kamper, dan lilin.

Komoditas-komoditas itu diperdagangkan dengan para pedagang dari Malaka. Sebagai gantinya, masyarakat Kalimantan memperoleh kain, manik-manik kaca, hingga mutiara.

Baca Juga: Kisah Lahirnya Nama Indonesia dan Peran Pemuda dalam Sejarah Kebangsaan

Terbagi antara Belanda dan Inggris

Pada masa kolonial, Pulau Kalimantan terbagi menjadi dua wilayah kekuasaan besar.

Bagian selatan dan timur berada di bawah pemerintahan Hindia Belanda, sedangkan wilayah utara dikuasai Inggris. Kawasan yang dikuasai Inggris meliputi Brunei, Sabah, dan Sarawak.

Baca Juga: Dari Disambut hingga Dibenci, Begini Sejarah Jepang di Indonesia

Pemerintah Hindia Belanda kemudian membagi wilayah Kalimantan menjadi Keresidenan Borneo Bagian Barat dan Keresidenan Borneo Selatan serta Timur. Di dalamnya terdapat berbagai kerajaan lokal yang telah berdiri jauh sebelum kedatangan bangsa Eropa.

Di wilayah barat terdapat kerajaan-kerajaan seperti Sambas, Pontianak, Kubu, Mempawah, Sanggau, dan Sukadana. Sementara di selatan terdapat Kesultanan Banjar dan Waringin, sedangkan di timur berdiri Kutai, Bulungan, Paser, Sambaliung, serta Gunung Tabur.

Brunei Menjadi Negara Terkaya di Pulau Kalimantan

Baca Juga: Inilah Kisah Menarik Gajah Mada dan Sumpah Palapa yang Melegenda

Setelah berakhirnya Perang Dunia II, peta politik Kalimantan berubah. Wilayah selatan yang sebelumnya dikuasai Belanda menjadi bagian dari Indonesia.

Sementara itu, wilayah utara tetap berada di bawah pengaruh Inggris hingga kemudian menjadi bagian dari Malaysia dan Brunei Darussalam.

Pada tahun 1984, Brunei Darussalam resmi berdiri sebagai negara merdeka. Menariknya, negara dengan wilayah paling kecil di Pulau Kalimantan itu justru menjadi yang terkaya dibandingkan negara-negara lain yang berbagi wilayah pulau tersebut.

Ironisnya, nama Brunei yang dahulu hanya merujuk pada sebuah kesultanan di utara Kalimantan, justru menjadi inspirasi bagi bangsa Eropa untuk menyebut seluruh Pulau Kalimantan sebagai Borneo selama berabad-abad.

 

Editor : Silvina
#asal usul #sejarah nusantara #kalimantan #brunei darussalam #Borneo