PONTIANAK POST – Sebuah kisah inspiratif tentang kekuatan doa, istighfar, dan ikhtiar dibagikan oleh seorang perempuan paruh baya yang dalam tulisan ini disebut sebagai Ibu Rina. Ia mengaku sempat divonis harus menjalani operasi pengangkatan rahim atau histerektomi akibat kondisi rahim yang mengalami pelebaran dan menyebabkan pendarahan berkepanjangan.
Namun, setelah menjalani pengobatan medis, memperbanyak istighfar, serta meminta maaf kepada orang-orang di sekitarnya, kondisi yang dialaminya disebut membaik. Sehingga dokter menyatakan operasi tidak lagi diperlukan.
Kisah ini diceritakan ulang oleh Muhammad Ishom, dosen Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta, melalui laman NU Online. Menurut Muhammad Ishom, Ibu Rina adalah seorang pembaca setia NU Online..
Baca Juga: Fadhilah Istighfar yang Jarang Disadari, Amalan Sederhana dengan Keutamaan Besar
Divonis Harus Menjalani Operasi Rahim
Ibu Rina awalnya memeriksakan diri ke dokter kandungan setelah mengalami pendarahan selama berhari-hari. Awalnya ia mengira kondisi tersebut merupakan haid biasa, namun pendarahan yang terjadi dinilai tidak normal dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.
Sebagai seorang ibu rumah tangga sekaligus guru, kondisi itu membuatnya tidak nyaman dan khawatir.
Baca Juga: Sayyidul Istighfar, Bacaan Istimewa yang Mengantarkan ke Surga
Setelah menjalani pemeriksaan, dokter menyampaikan rahimnya mengalami pelebaran dan menyarankan agar dilakukan operasi pengangkatan rahim.
“Rahim Ibu harus diangkat. Harus operasi. Rahim Ibu mengalami pelebaran,” demikian penjelasan dokter sebagaimana diceritakan dalam kisah tersebut.
Mendengar penjelasan itu, Ibu Rina mengaku sangat terkejut. Trauma akibat dua kali menjalani operasi caesar sebelumnya membuat dirinya belum siap kembali menjalani tindakan operasi.
Baca Juga: Ini Bacaan Sayyidul Istighfar, Lengkap dengan Arti dan Maknanya
Memilih Pengobatan Sambil Menata Hati
Karena belum siap menjalani operasi, Ibu Rina meminta dokter memberikan pengobatan terlebih dahulu untuk mengurangi pendarahan sambil mempersiapkan mentalnya.
Setelah pulang dari rumah sakit, ia berusaha menenangkan diri dan menerima kondisi yang sedang dihadapinya sebagai bagian dari ujian kehidupan.
Baca Juga: Ustaz Adi Hidayat Sebut Doa Lebih Cepat Dikabulkan Ketika Beristighfar di Waktu Ini
Dalam masa penuh kegelisahan itu, ia teringat berbagai kajian keislaman yang pernah dibacanya, termasuk tentang keutamaan istighfar sebagai salah satu bentuk doa yang sangat dianjurkan dalam Islam.
Ia juga mengingat pendapat Ali bin Abi Thalib yang menyebutkan memperbanyak istighfar dapat menjadi jalan keluar dari berbagai kesulitan.
Memperbanyak Istighfar dan Meminta Maaf
Baca Juga: Kisah Haru Pemulung Kumpulkan Uang Kurban Meski Hidup Serba Kekurangan
Sejak saat itu, Ibu Rina mulai memperbanyak bacaan istighfar dalam kesehariannya. Ia juga berdoa dengan penuh harap agar Allah Subhanahuwata’ala memberikan kesembuhan dan jalan terbaik atas penyakit yang sedang dihadapinya.
Tidak hanya itu, ia berinisiatif menemui kedua orang tua, mertua, suami, teman-teman dekat, hingga para tetangganya untuk meminta maaf atas kesalahan yang mungkin pernah dilakukan.
Menurutnya, memperbaiki hubungan dengan sesama manusia merupakan bagian dari upaya membersihkan hati sekaligus menghilangkan penghalang terkabulnya doa.
Baca Juga: Tahun Baru Islam Segera Tiba, Ini Amalan yang Dianjurkan di Bulan Muharram
“Ya Allah, hamba-Mu berharap agar Engkau menyembuhkan penyakit hamba ini tanpa operasi,” demikian doa yang terus dipanjatkannya.
Lima Pekan Menunggu Kepastian
Dua minggu setelah pemeriksaan pertama, Ibu Rina kembali berkonsultasi dengan dokter. Namun saat itu ia masih belum siap menjalani operasi dan memilih melanjutkan pengobatan.
Baca Juga: Keutamaan Zikir Pagi dan Petang, Amalan Ringan dengan Manfaat Luar Biasa
Waktu terus berjalan. Hingga memasuki pekan kelima, ia akhirnya memberanikan diri untuk menjalani operasi jika memang diperlukan.
Dengan didampingi keluarga, ia datang ke rumah sakit sambil membawa perlengkapan yang dibutuhkan untuk menjalani tindakan medis.
Meski demikian, ia tetap berdoa dan berserah diri kepada Allah Subhanhuwta’ala agar diberikan hasil terbaik.
Baca Juga: Kisah Abdullah bin Mubarak yang Ibadah Hajinya Digantikan Malaikat
Hasil USG Membuatnya Menangis Haru
Sesampainya di rumah sakit, dokter kembali melakukan pemeriksaan, termasuk USG untuk melihat kondisi terbaru rahimnya.
Hasil pemeriksaan itu ternyata di luar dugaan.Dokter menyampaikan kondisi rahim Ibu Rina telah membaik dan kembali normal sehingga operasi tidak lagi diperlukan.
Baca Juga: Menelusuri Gua Bersejarah Ashabul Kahfi yang Kisahnya Terekam dalam Alquran
“Sudah normal. Soal pendarahannya yang masih terjadi tetap kita obati dengan obat yang lebih baik. Insyaallah sembuh semua dan tuntas,” kata dokter sebagaimana dikisahkan dalam cerita tersebut.
Mendengar penjelasan itu, Ibu Rina tidak kuasa menahan haru. Ia mengucapkan syukur sambil menitikkan air mata.“Alhamdulillah,” ucapnya.
Pelajaran tentang Doa, Istighfar, dan Ikhtiar
Baca Juga: Inilah Kisah Ashabul Kahfi, Pemuda Beriman yang Ditidurkan Allah Bertahun-tahun di Dalam Gua
Kisah Ibu Rina menjadi pengingat seorang Muslim dianjurkan untuk terus berikhtiar saat menghadapi ujian kehidupan. Ikhtiar tersebut dapat berupa pengobatan medis yang tepat, doa yang sungguh-sungguh, memperbanyak istighfar, serta memperbaiki hubungan dengan sesama manusia.
Meski demikian, kisah ini merupakan pengalaman pribadi yang dibagikan sebagai inspirasi. Hasil yang dialami setiap orang tentu dapat berbeda-beda sesuai kondisi kesehatan masing-masing.
Karena itu, masyarakat tetap dianjurkan mengikuti saran tenaga medis profesional dalam menangani masalah kesehatan, sembari memperkuat ikhtiar batin melalui doa dan ibadah kepada Allah Subhanahuwata’ala.
Editor : Silvina